AWAL MENYUKAI ZEN

63 8 1
                                        

Kenangan Lama

Tahun 2020.

Saat itu dunia sedang dilanda sebuah pandemi besar. Semua sekolah terpaksa ditutup sementara demi keselamatan para murid. Anak-anak harus belajar dari rumah dan tidak bisa bertemu teman-temannya seperti biasanya.

Pada saat itu, Alika baru berumur sekitar 10 tahun.

Ia masih sangat kecil—bocah polos yang lebih suka menghabiskan waktunya di rumah.

Hobinya sederhana: memasak-masakan kecil di dapur dan bermain sepeda di sekitar rumah. Sejak kecil itulah dua hal yang paling ia sukai.

Alika adalah anak tunggal. Ia tidak memiliki kakak, juga tidak memiliki adik.

Karena itu, rumah sering terasa sangat sepi.

Alika juga termasuk anak yang introvert. Ia jarang berbicara dengan orang lain dan tidak mudah bergaul. Namun ketika ia bermain sepeda di luar rumah, perlahan ia mulai berani berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Sebenarnya, Alika dan Zenn sudah saling mengenal sejak lama.

Mereka pertama kali bertemu saat kelas 1 SD, karena berada di kelas yang sama.

Namun saat itu Alika bahkan tidak benar-benar mengenal Zenn.

Lucunya, ia sering salah mengira Zenn dengan sahabatnya, yaitu Maulana.

Bagi Alika kecil, mereka terlihat hampir sama saja.

Waktu berlalu.

Lima tahun kemudian.

Tahun 2020–2021, ketika pandemi masih berlangsung.

Alika menghabiskan hampir seluruh waktunya di rumah. Ia bermain sepeda, memasak hal-hal sederhana, dan menikmati masa kecilnya dengan caranya sendiri.

Selain itu, ada satu hal lain yang sangat ia sukai.

Kucing.

Di rumahnya, Alika memelihara banyak sekali kucing.

Sebagian besar adalah kucing berbulu panjang, halus, dan sangat lucu. Banyak di antara mereka juga betina, sehingga sering melahirkan anak-anak kucing baru.

Jumlah kucing di rumah Alika pun semakin lama semakin banyak.

Suatu hari Alika melihat semua kucing itu bermain di halaman.

👧🏻 Alika :
"Waah... kucingku banyak banget! Aku jadi punya banyak temen main."

Ia tertawa kecil, lalu berpikir sebentar.

👧🏻 Alika :
"Tapi kalau kucingnya makin banyak terus... nanti rumahku jadi rumah kucing dong."

Mamah Alika hanya tersenyum mendengarnya.

👩🏻 Mamah Alika :
"Nggak, Nak. Nanti kalau anak-anak kucingnya sudah sekitar tiga atau empat bulan, mamah akan mengadopsikannya ke orang lain. Mamah nggak sanggup kalau kucingnya terlalu banyak."

Alika langsung terlihat sedikit sedih.

👧🏻 Alika :
"Loh, jangan gitu dong, Mah... nanti Alika nggak punya temen lagi selain kucing."

Karena memang bagi Alika, kucing-kucing itu seperti teman bermainnya di rumah.

Beberapa bulan kemudian...

Suatu hari mamah Alika memanggilnya dengan nada hati-hati.

👩🏻 Mamah Alika :
"Alika... mamah mau bilang sesuatu. Tapi Alika jangan sedih ya."

ALZEN Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang