HARI UJIAN 2

23 5 2
                                        

Pagi itu, Alika berjalan menuju sekolah sambil berharap hari ini tidak akan berakhir mengecewakan seperti kemarin.

"Semoga nggak ada dia..." batinnya pelan.

"Semoga juga nggak ada kejadian aneh-aneh hari ini."

Namun baru saja memasuki gerbang sekolah, seseorang tiba-tiba muncul dari samping pos satpam sampai membuat Alika sedikit kaget.

"Selamat pagi, Neng Alika. Gimana nih? Siap ujian?" sapa bapak satpam bestie favorit mereka dengan senyum lebar.

Alika terkekeh kecil.

"Yah... sedikit kuat menghadapi semua drama di bumi ini, Pak," jawabnya pasrah sambil menghela napas.

"Jangan lupa nanti gosip lagi di pos satpam kayak biasa ya," goda bapak satpam itu.

"Yach..." balas Alika sambil tertawa kecil.

Setelah itu, Alika langsung berjalan menuju ruang ujian sambil memegang tasnya erat.

Satu langkah lagi menuju kelas...

BRAK!

"ADUH!"

Tiba-tiba tubuh Alika terdorong ke belakang karena sebuah tabrakan keras di depan pintu kelas.

Ternyata saat itu Zen sedang bercanda dorong-dorongan dengan Maulana tepat di depan ruang ujian. Karena kehilangan keseimbangan, Zen langsung terjungkal ke belakang dan tanpa sengaja menabrak Alika yang baru datang.

"EHHHHH!" teriak Zen kaget.

"CIEEEEEEEEEEEEEE!" Maulana malah langsung bersorak heboh melihat kejadian itu.

"Apaan sih, Maul?! Sakit tau! Aduhh... kaki aku..." keluh Alika sambil meringis kesakitan.

Zen langsung panik melihat Alika terduduk lemah.

"Maaf! Maaf banget, Al. Ini gara-gara didorong Maulana sumpah, bukan sengaja," ucapnya buru-buru dengan nada lembut penuh rasa bersalah.

Namun beberapa detik kemudian, Alika langsung membelalak.

"Hah?! Berdarah?!"

Ternyata kaki sebelah kiri Alika tergores besi di dekat pintu kelas hingga menimbulkan luka cukup dalam. Darah mulai terlihat menetes pelan.

Zen langsung pucat.

"E-eh, Al... kamu nggak apa-apa? Maafin aku please. Aku nggak sengaja, sumpah aku nggak tahu ada kamu di belakang..." katanya panik.

Alika menahan sakit sambil mencoba berdiri.

"Tanggung jawab nggak? Aku nggak bisa jalan nih... pincang dikit. Aduhh sakit tau, Zen."

Zen langsung menoleh kesal ke arah Maulana.

"Woy Maul! Tanggung jawab nggak?!"

Maulana malah membela diri.

"Lah yang minta maaf harusnya kamu dong! Kamu yang jatohin Alika!"

"Hah?! Apa-apa aku lagi? Aku aja udah minta maaf, sekarang kamu dong! Jangan bikin aku kesel," balas Zen mulai emosi.

"Heh udah-udah... cuma begini doang kok," sela Alika cepat sebelum mereka makin ribut.

Saat suasana mulai ricuh, guru pengawas datang menghampiri mereka.

"Shut, shut! Ada apa ini?" tanya guru sambil melihat keramaian di depan kelas.

"Maulana sama Zen, Bu..." jawab beberapa murid bersamaan.

Guru itu langsung melihat kaki Alika yang berdarah.

"Eh, ada apa kalian ini? Kok bisa sampai kayak gini si Alika?"

ALZEN Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang