Zen yang baru sampai di depan gerbang sekolah langsung menghentikan langkahnya sejenak. Langit pagi itu terlihat mendung pekat, berbeda dari biasanya. Udara terasa dingin dan suasananya aneh.
"Hari ini kok mendung banget ya..." batin Zen sambil menatap langit.
Beberapa detik kemudian, cowok itu malah tersenyum sendiri seperti orang aneh.
"Biasanya ada matahari yang cerah... kayak Alika yang nyinari hati aku," pikirnya sambil menahan senyum gila khasnya sendiri.
Lelaki keturunan Aceh itu akhirnya masuk ke area sekolah. Baru beberapa langkah berjalan, suara yang sangat familiar langsung memanggilnya dari pos satpam.
"Selamat pagi, Zeyanaa..."
Zen spontan menoleh ke belakang dengan cepat, seolah berharap melihat seseorang di sana. Namun nihil. Tidak ada siapa-siapa, apalagi Alika.
"Pak manggil siapa?" tanya Zen bingung.
"Ya manggil kamu atuh, Nang," jawab satpam sambil tertawa kecil.
"Owh... kukira ada Alika di belakang," gumam Zen malu-malu.
"Alika udah masuk belum, Pak?" tanyanya lagi penuh harap.
"Kayaknya neng geulis belum datang deh. Mungkin telat. Tapi nggak mungkin juga rumah ke sekolah sampai satu abad," canda satpam itu.
Zen langsung terkekeh pelan.
"Walah... yaudah deh, Pak. Aku masuk dulu. Lima menit lagi mulai ujian soalnya."
"Cieee... nyariin yaaaaa," goda satpam sambil menyenggol pundaknya.
"Iya, Pak 😁" jawab Zen tanpa malu-malu lagi.
"Duluan ya, Pak. Mau ujian dulu."
"Yaudah, semangat bro!"
"Yoi..."
Zen pun berjalan meninggalkan pos satpam. Sementara itu, bapak satpam hanya menggeleng sambil tersenyum sendiri.
"Kenapa ya si neng geulis nggak masuk... kasian Aa Zen," gumamnya pelan. 😜
Ruang Ujian yang Mulai Memanas
Cowok berwajah manis itu akhirnya memasuki ruang ujian.
Begitu Zen masuk, Sofia yang sejak tadi duduk sambil belajar langsung terlihat girang bukan main. Senyumnya lebar banget sampai hampir terlihat menyeramkan.
"Owalah... orang Shin Ting ini lagi," batin Zen pasrah begitu melihat Sofia.
Sofia yang tadinya fokus belajar langsung berhenti, lalu buru-buru menghampiri Zen dengan semangat. Ia bahkan menarik kursi tepat di depan tempat duduk Zen.
"Allo, Zennnn..." sapa Sofia dengan nada dibuat-buat manis.
Zen langsung diam sambil menatap Sofia datar. Suara cewek itu yang sekilas mirip Alika malah bikin dia makin nggak nyaman.
"Hih... hantu, iuhhhhh..." jawab Zen spontan sambil menjauh sedikit.
"Ini Sofiaaaa, Zennnn," balas Sofia kesal tapi masih mencoba manis.
"Sama. Kocak. Aku mau main sama Maulana aja."
Tanpa rasa bersalah, Zen langsung melewati Sofia begitu saja dan pergi menghampiri Maulana yang sedang duduk sambil melamun di pojok kelas.
Sofia langsung terdiam di tempat.
Wajahnya yang tadi penuh senyum perlahan berubah kesal.
"Kurang ajar..." batinnya sambil mengepalkan tangan.
🔔 KRINGGGGG! UJIAN DIMULAI 🔔
Zen langsung kembali ke tempat duduknya sambil membawa senyum kecil di wajahnya. Ia mulai bersiap mengerjakan ujian seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
Sementara itu, Sofia diam-diam melirik ke arah belakang tempat Zen duduk. Tatapannya kali ini berbeda. Bukan lagi penuh rasa suka... melainkan penuh dendam.
"Liat aja nanti..." gumam Sofia pelan.
🫰🏻 To be continued... episode paling tershock menunggu 😜
KAMU SEDANG MEMBACA
ALZEN
RomanceSenja itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Zenn berdiri di hadapan Alika, seolah menahan sesuatu yang berat di dalam hatinya. Angin sore berhembus pelan, membuat suasana perpisahan itu terasa semakin nyata. Dengan suara yang sedikit bergetar, Zenn...
