Seorang wanita dengan seragam guru yang rapi melangkah masuk ke dalam ruang kelas. Suasana kelas yang sebelumnya ramai perlahan menjadi lebih tenang.
Dengan senyum hangat, ia berdiri di depan meja guru.
🧕🏻 Guru :
"Selamat pagi, anak-anak."
👥 Murid-murid :
"Pagi, Bu!"
Guru itu memandang seluruh kelas dengan tatapan lembut, lalu berkata,
🧕🏻 Guru :
"Hari ini adalah ujian terakhir kalian di kelas terakhir... dan juga ujian terakhir kalian di sekolah ini."
Seketika beberapa murid bereaksi dramatis.
👥👥 :
"Sedihhh..."
Beberapa dari mereka bahkan pura-pura menangis.
🙆🏻♀️ Sofia :
"Jangan dong, Bu..." katanya sambil sedikit berlebihan.
Guru itu mengangkat alisnya dengan ekspresi jahil.
🧕🏻 Guru :
"Maksudnya kamu jangan naik kelas gitu? Oke, Ibu nggak bikin kamu naik kelas."
🙎🏻♀️ Sofia :
"E-eh, enggak kok Bu! Bercanda..." jawab Sofia buru-buru, membuat satu kelas tertawa kecil.
Guru kemudian melihat daftar hadir di tangannya.
🧕🏻 Guru :
"Seharusnya hari ini kita lengkap, tapi ada satu murid yang tidak masuk. Malika Zeyana Oliviana... karena sakit."
Tiba-tiba Zaza mengangkat tangan.
🧕🏻 Zaza :
"Bu, salah Bu. Namanya Malika Zeyana Olivina, bukan Oliviana."
Guru tersenyum malu.
🧕🏻 Guru :
"Waduh, iya ya. Maaf ya. Terima kasih sudah mengoreksi."
Di bangkunya, Sofia hanya tersenyum tipis.
💁🏻♀️ Sofia (dalam hati) :
Mapus deh...
Guru lalu menatap seluruh kelas dengan lebih serius.
🧕🏻 Guru :
"Yuk, kita berdoa dulu supaya Alika cepat sembuh. Berdoa menurut kepercayaan masing-masing... dimulai."
Semua murid menundukkan kepala.
Di tengah keheningan itu, Sofia sempat menoleh ke arah Zenn.
Ia melihat Zenn berdoa dengan sangat serius, wajahnya terlihat sungguh-sungguh. Hal itu membuat rasa cemburu di hati Sofia semakin terasa.
Beberapa saat kemudian, guru kembali membuka suara.
🧕🏻 Guru :
"Selesai."
Ia tersenyum kecil.
🧕🏻 Guru :
"Semoga cepat sembuh ya, Mbak Malika."
Tiba-tiba sebuah suara keras terdengar dari tengah kelas.
💁🏻♂️ Zenn :
"AAMIIINNN!"
Suara Zenn begitu lantang hingga seluruh isi kelas langsung menoleh ke arahnya.
Beberapa murid mulai menggoda.
👥👥 :
"Cieee... cieee..."
Wajah Zenn langsung memerah. Dengan cepat ia menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya.
👥👥 :
"Cieee... salting nih!"
Suasana kelas yang tadi tenang langsung berubah menjadi riuh penuh tawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALZEN
RomansaSenja itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Zenn berdiri di hadapan Alika, seolah menahan sesuatu yang berat di dalam hatinya. Angin sore berhembus pelan, membuat suasana perpisahan itu terasa semakin nyata. Dengan suara yang sedikit bergetar, Zenn...
