kuliah dimana?

8 1 0
                                    

kini reyga terbangun dari tidur nya,ia menyenderkan tubuhnya di kepala kasur

ia melamun memikirkan kejadian 1 hari sebelum nya,masih terasa mimpi baginya ia belum terbiasa akan hal itu dia masih merasakan sakit saat mengingat nya

saat ia sedang melamun tiba tiba henpond nya berbunyi,ia membawa henpond nya dan melihat siapa yang menelepon nya,ternyata itu giva

dengan cepat ia mengangkat telpon nya

"Rey?kamu ada di rumah?"ucap giva di dalam telpon

"iya,kenapa?"tanya reyga lemas

"kamu cape?"tanya giva

"nggak"

"ayo kita jalan biar kamu gak murung,habisin waktu bareng aku sekarang"ucap giva

"serius?"tanya reyga, setidaknya ada orang yang masih peduli terhadap nya

"iya,jangan sedih ya aku gak suka liat kamu gini terus"

"yaudah kamu siap siap aku bentar lagi kesana"

reyga mematikan telpon nya ia beranjak dari kasur nya dan langsung pergi ke kamar mandi

di kamar mandi ia melakukan kegiatan mandinya sambil melamun,di pikiran nya terlintas untuk menyusul Feni ke Jogja

tapi di satu sisi juga ia tak bisa meninggalkan giva,dirinya masih membutuhkan ke 2 orang itu

kini reyga sudah siap mengenakan baju yang teramat simpel

reyga pergi keluar kamar, sebenarnya ia masih tidak mau melihat wajah papah nya itu tapi ya gimana lagi? sekarang hari libur jadi papah pasti ada di rumah

ia memilih untuk tidak terlalu memperdulikan keadaan papah,ia langsung pergi mengenakan motor nya

Singkat cerita reyga telah sampai di depan rumah giva,ia mengetuk rumah giva

kini pintu terbuka, terlihat fior di depan nya

"kamu ketemu giva?"tanya fior

"iya tan"

"sini masuk dulu"

"makasih Tan"ucap reyga yang langsung mengikuti fior ke dalam rumah

reyga terduduk di sofa, begitu pun dengan fior

"Rey kata giva.."

"iya tan"ucap reyga yang tau arah pembicaraan

"Tante juga gak nyangka, padahal mereka keliatan serasi banget"

"Tante ikut sedih,kamu kalau di sana gak ada yang masak kamu boleh ke sini ya,atau mau nginep juga boleh"ucap fior

"ga usah gausah repot repot,reyga di rumah masih ada papah"

"yaudah,tapi kalau mau tinggal tesino ya jangan malu,kaya sama siapa aja"

"iya tan"

"reyga"panggil giva yang kini sedang menuruni tangga

reyga menengok dan memberikan senyuman indah nya

"ayo aku udah siap"ajak giva

reyga pun bangkit dari duduk nya dan langsung mencium tangan fior

"reyga pinjem dulu anaknya ya Tan"ucap reyga

"iya,tapi balikin lagi ya"ucap fior bercanda

"iya tan siap"

giva dan reyga kini sedang berada di luar

"kemana?"tanya reyga sambil memakai hlem nya

"kamu maunya kemana?ayo aku temenin"

REYGA HELGANTARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang