chapter 9 (kucing)

5 1 0
                                        

dia indah dia juga menawan, aku menyukainya akupun mencintainya. dirinya laksana mentari di tengah hujan badai, membawa kehangatan saat rasanya dunia dilanda kegelapan dan kedinginan

------***------

Mobil sport berwarna merah itu melaju dengan kencang di tengah gelapnya malam yang di hiasi lampu lampu perkotaan, remaja yang tengah menginjak dewasa itu dipenuhi dengan emosi, C&J Group adalah sesuatu yang sangat membebankan, hal yang benar benar memberatkan dirinya, jika saja tidak ada embel embel C&J Group dalam dirinya mungkin saat ini jian hanya akan menjalani hidupnya sebagai actor dengan baik tanpa harus memikirkan desakan desakan keluarga sialan itu, iapun tak harus memikirkan nasib perusahaan ayahnya yang di bangun dengan susah payah kalau kalau perusahaan itu jatuh ke tangan manusia manusia licik seperti paman dan bibinya.

"aaaaarrrhhhhhh" teriak lelaki itu sembari melepas kaca mata nya dan melemparnya asal ke sembarang arah. Masih dengan pikiran yang kacau ia terus mengendarai mobil mewahnya menuju ke tempat yang entah kemana tujuannya

Sekitar satu jam mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, jian memberhentikan mobilnya di salah satu café terpencil di ujung kota, café yang selalu jian datangi saat dirinya merasa gundah dan pusing dengan segala masalah yang ada di otaknya

'miaw café' sangat lucu bukan nama café ini dan tentu saja sudah tertebak dari Namanya, ini merupakan café kucing yang menawakan pelanggannya untuk dapat memakan hidangan kecil sembari bermain dengan kucing. Selera jian memang aneh namun jika di fikir ia mulai menyukai tempat itu karena sekolah SMA nya yang berada tepat di sebrang café, setiap kali ia datang kesana kenangan indah semasa SMA yang cukup singkat dengan dirinya dan gadis kasar di sekolah itu terlintas di benaknya.

"maaf mas cafenya udah tutup" ucap seorang pegawai yang sengah menyapu ruang café itu

"iya tau, kasi tau aja manager cafe ini kalau jian disni" singkat lelaki itu lalu ia berjalan kesalah satu bilik yang dimana itu merupakan tempat kucing kucing menggemaskan beristirahat

Tak lama setelah jian memasuki ruangan itu dan sedikit bermain dengan beberapa kucing yang masih terjaga seseorang dengan umur yang tampak seperti 30an akhir memasuki ruangan itu

"cafenya sudah tutup" ucap orang itu sembari berjalan mendekati jian yang tengah asyik mengelus salah satu kucing berwarna putih

"iya bentar doang" jawab jian singkat

"ada apa lagi? Bukannya filmnya sukses?"

"ga papa cuman pengen main kucing"

"heeemmmm yaudah om bikinin minuman dulu"

"gausah om bentar aja"

"ga papa ada sisah roti sekalian kamu makan aja sama juju"

Tak lama setelah mengatakan itu lelaki yang di ketahui adalah manager sekaligus pemilik café itu Kembali memasuki ruangan dengan membawa sepiring roti hangat dan 2 gelas susu coklat

"makan dulu keburu dingin" ucapnya sembari menunjuk makanan yang ada di atas meja

Jian beranjak dari duduknya, melepas genggamannya dari kucing putih jantan bermata biru tersebut kemudian mengambil garpu lalu menusuk roti manis itu dan memasukkannya ke mulut

"siapa sangka bocah yang dulu sering bolos kelas buat main sama kucing sekarang jadi artis terkenal"

"hehe" tak banyak jawaban dari jian iya hanya menunjukkan respon bahwa ia memperhatikan lawan bicaranya

"kamu serius gak ada apa apa? Kok mendadak kesini tengah malem"

"yaaa cuman masalah keluarga aja om kecil kok ga perlu di besar besarin, jian kesini malem karna kalau siang ga bisa, banyak schedule dan jian juga kangen tuh sama juju"

ALTALUNE (over the moon)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang