chapter 23 (rumor)

2 0 0
                                        

"makan!" titah pria di hadapan eca melihat gadis bertubuh kecil itu menatapnya dengan melas karena merasa tidak ingin melajutkan aktivitas makannya

"kenyanggg" balas eca dengan wajah memelasnya

"kenyang apaan baru makan 3 sendok, lo mau makan sendiri atau gua masukin paksa tu bubur ke dalem mulut lo" serasa sedang memarahi anak kecil yang susah makan, tak ada bedanya eca dengan bocah komplek di dekat rumah jian mereka sama sama malas makan hingga orang tuanya mengamuk habis habisan. seperti benar benar mengasuh anak saat menyuruh eca makan

Dengan berat hati eca memasukkan paksa bubur di hadapannya, rasanya benar benar tidak ada selera makan, namun melihat sisi jian yang murka membuatnya takut

"hueekkkk" gadis itu rasa ingin memuntahkan semua makanan yang masuk ke dalam mulutnya barusan, jian yang memperhatikan dan menyuruhnya makan saedari tadi lalu menyingkirkan semangkuk bubur yang masih tersisa separuh di dalamnya, memaksa gadis itu meminum segelas air agar tidak muntah

"udah udah ga usah di paksa lagi" ucap pria itu kawatir

"ya lo yang maksa"

"lo kenapa ga makan dulu? Kenapa malah ke tempat syuting belum makan jadinya kan gini, minimal kalau udah tau punya asam lambung tu kalau mau keluar makan dulu, kalau kayak gini kan jadi bikin orang lain kawatir" cercah pria berkacamata itu

"kirain tadi udah telat soalnya bangun kesiangan, gue juga kalau mau berangkat kemana mana makan dulu kok cuman ini tadi ga sempat aja" jelas eca sembari membersihkan beberapa tumpahan air di bajunya

"haaaahhhhh... yaudah ini jadinya lo ga bisa makan lagi?"

"ya kaga bisa ini asam lambung  ga bisa langsung dimasukin banyak makanan, nanti siang baru lanjut makan lagi"

"yaudah ayo"

"kemana?"

"rumah"

"ga mau"

"lo tu sakit ngapain kerja, toh juga lo ga sepenting itu buat kegiatan hari ini"

"ya tau tapi gue ga mau"

"batu banget si anjir"

"bodo amat ga mau pokoknya ayo ke lokasi syuting"

Gadis itu berajak dari duduknya, berjalan keluar warung makan itu menuju mobil mewah yang terparkir tepat di depan warung, dengan pasrah lelaki bertubuh tinggi itu hanya mengikuti gadis keras kepala di hadapannya. Sangat ingin rasanya ia memasukkan seluruh makanan yang ada di warung itu ke mulut gadis mungil di depannya namun tentu saja bagaimana bisa

Setibanya di lokasi syuting masih sama seperti sebelumnya tak banyak orang yang sudah hadir di tempat itu hanya beberapa kru lapangan dan kru yang mengatur peralatan peralatan besar yang sudah ada di lokasi. Seperti yang jian bilang itu masih terlalu pagi untuk datang ke lokasi syuting namun apa bisa di kata gadis yang keras kepala itu kekeh meminta untuk di antar kembali ke lokasi syuting

"trus sekarang lo mau ngapain?" tanya pria bertubuh tinggi itu

"ga tau" jawab eca sekenanya

"pulang aja dulu istirahat lihat tuh masih belum ada orang nanti jam 10 kesini lagi" kembali jian membujuk gadis berambut sebahu itu namun kembali di tolaknya

"gue bilang juga ga mau ngapain di paksa mulu sih mending lo yang pulang ngapain juga aktor utama disini"

"ya lo buat kawatir gimana mau pulang, lo pulang gue pulang" ucap jian jelas sedikit menaikkan nada bicaranya agar gadis di hadapannya sadar akan kondisi badannya sendiri

ALTALUNE (over the moon)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang