chapter 25 (reverse)

0 0 0
                                        


Seminggu setelah pengumuman klarifikasi dari agensi itu dikeluarkan syuting film kembali di lanjutkan, namun kali ini tanpa ada eca di lokasi syuting. Meminimalisir kesalahan kesalahan sebelumnya baik pihak produksi ataupun pihak penerbit melarang kedua orang itu untuk bertemu di tempat umum

"ca.." ucap seseorang yang kini berada tepat di meja sebrangnya

"hah? Eh iya gimana?" ucap gadis itu terbata bata

"ini maksudnya gimana? 'kedua remaja itu memutuskan untuk berpisah. Pertemuan yang indah selalu ada perpisahan lain di baliknya. Pada akhirnya kita sama sama tak bisa melihat, kamu tak bisa melihat ku dan aku tak bisa melihat orang lain selain dirimu' jir ini apaan dah kok sad ending" ucap pria itu sembari menunjukkan kalimat akhir dari buku dengan cover pink di tangannya

"ya kan buku doang ji, di naskah film kan endingnya beda" ucap gadis itu malas lalu kembali fokus merangkai kumpulan kata baru yang ada di laptopnya

"seriusan ini ga mau di lanjutin ca? sedih banget anjrit masa tu cowo segak peka ini sampe ga tau ada cewe secantik dan seberefort itu buat dapetin dia" cercah kembali pria berkacamata itu

"sumpah lu bisa diem gasi? Ngapain ke sini anjir baru aja kemarin skandalnya kelar udah disini lagi gangguin gue" gadis berambut sebahu yang mulai kesal itu kini mulai menceramahi pria muda di hadapannya

"tanya julio laahh ngapain tanya gue, mana tau gue kalo lo kerja di bidang ini. Dia noh yang minta anter kesini buat revisi naskah sama editor" jelas pria tinggi berkulit putih itu sembari menunjuk acuh seseorang yang sedang sibuk berbicara di ruangan luar bilik kaca tersebut

"ya kan lo ga usah ikut bego, kan bisa ya alasan apa kek. Lagian bukannya sibuk syuting malah ngerecokin kantor penerbitan" eca memutar kedua bola matanya malas, rasanya sudah ingin melempar laptop saja pada pria yang saat ini sedang tersenyum sok polos di hadapannya itu

"males ah klo syuting tapi lo nya ga ada" goda jian

"gua lempar laptop ke muka lo kena denda ga ya?" sudah mulai geram eca kini mencengkram kuat laptop di hadapannya bersiap melayangkan laptop itu kapan saja

"wuuusshhhh santai mbak santai hahaha bercanda doang elah serius amat" merasa puas melihat gadis bertubuh kecil di hadapannya emosi pria itu tertawa tanpa beban

Tak menjawab eca berusaha fokus kembali pada pekerjaannya, ntahlah ada sedikit rasa senang saat di jahili seperti itu oleh jian yang bisa di bilang adalah crush nya oh tidak mungkin mantan crush

Gadis itu berdiri berjalan menuju ujung ruangan berniat untuk mengambil segelas air karena tidak bisa fokus. Bayangkan saja manusia mana yang bisa fokus saat bersama dengan orang yang pernah ia sukai terlebih lagi itu adalah seorang jian atau yang orang lain kenal sebagai Zaynan

Sedikit senyuman terukir di wajah gadis itu membayangkan kembali hal apa yang baru saja ia lakukan, ia memikirkan kenapa dirinya bisa se emosi itu padahal jian tak melakukan apapun yang besar. Haha refleks salting yang aneh pikir eca

'ckrek' suara kamera hp itu menyadarkan eca dari lamunannya, ia refleks menoleh ke sumber suara

Tanpa ia sadari seseorang dengan tinggi badan yang jauh di atasnya itu sudah berdiri tepat di sampingnya sembari memegang ponsel yang suaranya terdengan barusan

"ngapain anjeeeerrrrr" ucap gadis itu spontan

"ga papa sih lucu aja liat lo senyum senyum sendiri kek orang bego" senyuman lebar terpancar dari wajah jian memamerkan gigi gingsulnya

'oh tuhan lelaki ini sangat tampan ketika tersenyum' dengan cepat eca menggelengkan kepalanya, entahlah terasa seperti terhipnotis saja melihat pria itu tersenyum. Wajah kesal segera dia pasang agar tidak terlihat sedang menaksir

ALTALUNE (over the moon)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang