Dalam sekejap sifat yang semula dingin entah kenapa mulai mencair, senyuman yang terus menerus terukir di wajah mungil itu seakan tak bisa pudar. Sejak mendengar bahwa jian akan menjadi pemeran utama di cerita yang dia tulis ia merasa bahwa ini memanglah takdirnya, jika tidak bagaimana mungkin seorang jian dan eca akan kembali bertemu dalam sebuah projek yang tak terlintas sedikitpun di benak mereka
Sedari awal bukan takdir yang memisahkan keduanya namun takdirlah yang memutuskan keduanya agar kedua insan ini bisa kembali bersama dalam versi terbaiknya. Semua memiliki jalannya masing masing karna terkadang perpisahan bukanlah akhir namun awal hubungan baru yang lebih indah
"selamat pagi semuanyaaa" ucap seorang gadis berambut sebahu berjalan memasuki ruang kantor yang sudah di penuhi dengan pegawai lain
Tentu saja wajah semua orang benar benar nampak aneh seakan melihat orang lain di tubuh gadis itu semuanya menatap sang pemilik suara yang kini tengah menebarkan senyuman manisnya itu dengan heran dan kebingungan
"ada yang aneh kah sama muka saya? Ini apa alisnya gak rata ya?" ucap gadis itu lalu mengaca pada layar ponselnya
Makin keheranan dengan tingkah gadis itu semua orang memilih untuk tidak menggubris dan kembali ke pekerjaannya masing masing, ralat sebenarnya tidak benar benar kembali bekerja tetapi menggibahkan perilaku sang penulis muda itu di aplikasi pop up yang ada di komputer mereka masing masing
[kristinakim] kata gua juga kemarin tu salah bawa orang
[emawaston] tapi mukanya bener kok
[dionvleryzky] kalian kemarin abis cekokin mbak eca apaan bisa berubah gtu
[emawaston] gada kak sumpah kemaren kaga di apa apain itu bocah
[kristinakim] gak ini keknya salah bawa orang kemarin
[dionvleryzky] tapi gam
"beneran kok ini saya eca ga salah bawa orang" ucap gadis itu yang kini tengah berdiri tepat di belakang pria muda yang juga berada di satu ruangan itu
"eh mba" ucap pria itu terkejut
Eca tersenyum mendapati para karyawan lain yang dulunya tidak dekat dengannya kini membicarakan sifatnya yang mendadak berubah
Jujur saja memang sedari lama eca ingin kembali menjadi ceria seperti sedia kala karna jika di fikir dia jadi tidak nyaman berada di antara koleganya dengan sifat tertutupnya, namun apalah daya hati nya belum siap, bisa di bilang mental dan fikirannya sendiri masih benar benar kalut dan tertutup dengan trauma traumanya dimasa lalu
"kakak kakak yang terhormat saya kesya beneran kok ini ecaa ga salah bawa, maaf kalau ngagetin tiba tiba berubah gini hehee,, mulai sekarang panggil saya eca aja gausah pake mbak lagian umur saya masih 20 tahun, maaf kalo selama ini nyusahin kak dion, kak kris, sama kak ema" ucap gadis itu sembari berjalan menuju depan ruang staf editor yang isinya hanya 4 manusia muda itu
"eca? Eee kesambet apa ya btw" celetuk seseorang dengan rambut hitam panjang di ujung ruangan
"heheheheheeeee" senyum mencurigakan keluar dari wajah gadis itu, benar benar menakutkan perubahan mendadak gadis yang selalu diam itu
"anu kak hehe ituu ini eeee kita langsung lanjut kerja aja yaa" ucap gadis itu mekin terlihat mencurigakan, senyum senyum tidak jelas sambari berjalan menuju mejanya
Seisi ruangan hanya bisa hening keheranan rasanya itu benar benar sesuatu yang jauh lebih ajaib dari 7 keajaiban dunia
Setelah keheningan begitu lama salah satu orang di ruangan itu mulai memecah keheningan
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTALUNE (over the moon)
Ficção Adolescente"mencintaimu mungkin adalah suatu hal yang mudah namun memilikimu merupakan sebuah kemustahilan yang ku perjuangkan" ucap dirimu pada ku saat itu terimakasih telah hadir di hidupku, terimakasih telah berjuang untukku. hadirnya kamu seakan menjadi c...
