chapter 8 (family?)

3 1 0
                                        

Kebahagiaan tidak di ukur dari seberapa mahal barang yg kau beriBukan juga tentang seberapa besar benda yg kau milikiIni tentang menghargai dan mensyukuri

------***------


(Zay sang bintang muda yang sukses memerankan karkter Geonathan)

(kenali 5 fakta menarik tentang Zaynan)

(pendatang baru perfilman yang aslinya konglomerat)

(cinta pertama Gen Z, Zaynan Chandra Jiandara)

(mengenal siapa itu Zay)

"Jiaannnnnn" teriak seseorang dari lantai Satu

"iya pih" jawab lelaki muda bertubuh jakung itu sembari menuruni tangga dengan sebutir buah apel di tangannya

"nanti malam kamu ada schedule gak?" tanya lelaki paruh baya yang kini sedang duduk di sofa kulit ruang tamu itu tanpa melihat ke arah lawan bicarannya, masih focus melihat lihat berita di tab yang sedang dirinya pegang itu

"ada tanda tangan tapi sampai jam 7 aja di city mall sama pemain geonathan"

"jam 8 tolong kosongin jadwal buat acara dinner di resto depan city mall"

"kok dadakan?"

"gak dadakan kamu aja yang ga pernah di rumah ketemu papih jadi papi ga bisa ngomong langsung"

"sama siapa dinnernya?"

"keluarga"

"tch" Lelaki dengan kaca mata bulat di wajahnya itu berjalan menaiki tangga dengan wajah tak senang, ia sama sekali tidak suka jika harus berkumpul dengan keluarganya itu, sangat sesak dan memuakkan

Dia telah menjadi bintang terkenal sekarang bukan hanya seorang remaja 20 tahunan yang terkenal karna viral, statusnya sebagai salah satu anak dari keluarga ternama membuat citranya di public semakin gemilang.

Salah satu alasan dan tujuan Jian pindah sekolah di tengah semester dulu itu karena dirinya muak bersekolah dan bertemu dengan anak anak orang kaya. ia sudah bosan dengan semua fasilitas serta kekuasaan yang ia dapatkan, ia ingin menjalani hidup normal seperti anak sma pada umumnya yang bisa bercanda dan bermain di sekolah dengan teman teman tanpa memandang jabatan dan status keluarga. Awalnya berjalan mulus semua yang jian inginkan benar benar berjalan seperti yang ia inginkan bercanda gurau dengan teman teman hingga bisa masuk ke circle yang cukup absurd di sekolahnya dulu adalah kebetulan yang tak terduga

Hingga semuanya mulai berubah Ketika identitasnya di sekolah itu mulai terungkap sedikit demi sedikit. Seharusnya tidak aada yang tahu siapa jian di sekolah yang cukup terpencil itu. Namun Marcel, lelaki gila itu benar benar membuat Jian cukup kesal, ia adalah satu satunya orang yang mengetahui identitas Jian di sekolah itu kecuali para guru. Anak itu adalah sepupu jauh jian yang bahkan baru ia ketahui setelah bersekolah di sekolah itu, memang benar mereka berdua cukup dekat memang benar mereka berteman tapi karna itu marcel memanfaatkan jian.

Kehidupan sekolah yang jian dambakan benar benar telah tercapai, namun Marcel menghancurkan segalanya ia memaksa Jian untuk tampil di acara sekolah pada hari itu acara yang membuat jian menjadi seperti saat ini

Ancaman marcel akan mengungkap identitasnya di sepenjuru sekolah mungkin sebenarnya adalah pilihan yang bagus jian ambil dulu, setidaknya ia hanya di kenal di sekolah itu dan bisa pindah sekolah Kembali saat ia tidak merasa nyaman, namun keputusan jian untuk mengikuti marcel benar benar salah, orang yang harusnya tampil di acara itu adalah marcel sang anak konglomerat yang sudah di ketahui seluruh warga sekolah namun marcel malas melakukannya akhirnya ia meminta jian untuk menggantikannya.

Benar benar pilihan yang salah jika saja jian lebih memilih identitasnya terbongkar di sekolah dan tidak menuruti marcel mungkin dirinya masih bisa berteman dengan teman temannya dulu dan tentu saja pada gadis yang sangat menarik perhatiannya sejak awal ia bersekolah disana gadis yang terlihat sangat lucu namun memiliki kepribadian sebaliknya dan satu satunya orang yang menatap jian dengan biasa saja.

Zaynan Chandra Jiandara anak tunggal keluarga Chandra serta satu satunya pewaris C&J Grub semua orang tahu itu sekarang bahkan mustahil rasanya jika tak ada yang tahu siapa Jian. Perusahaan yang di kembangkan ayahnya memanglah mencapai kesuksesan yang besar,, jika bisa di bilang keluarganya bukanlah keluarga yang akan memaksakan kehendak Jian dan memaksanya menjadi penerus perusahaan namun entah mengapa meski Jian sudah mengambil keputusan untuk pergi ke jalan lain yang benar benar berbanding terbalik dengan apa yang seharusnya ia lakukan. Keluarga besarnya masih saja mengungkit itu, semuanya mendesak agar ahli waris segera di umumkan mengingat ayah Jian yang sudah tak muda lagi serta Jian yang sudah benar benar memutuskan untuk pergi ke jalan lain.

'drrt drrtttttt' lelaki itu mengambil ponsel yang ada di saku celananya, cukup banyak pesan yang sedari tadi masuk di ponsel itu

"jian segera datang ke resto sekarang"

"jian papi tau acara tanda tangannya sudah selesai"

"jangan abaikan pesan papi"

"datang kesini sekarang atau papi seret kamu"

Dengan wajah yang kesal jian bergegas berjalan menuju restoran yang berada tepat di depan tempatnya berada saat ini

Jam sudah menunjukkan pukul 9.45 kegiatan tak berguna yang sedang jian hadiri itu benar benar membuat kepalanya hampir meledak, hidangan lezat di hadapannya terlihat seakan adalah pasir dan batu benar benar tidak terlihat menarik apalagi ditambah dengan adanya manuia manusia gila harta itu disana

"Jian gimana sama filmnya? Sukses kelihatannya ya" ucap salah seorang wanita paruh baya di sebrang jian

Tak banyak bicara jian hanya membalas wanita itu dengan tatapan lalu anggukan. Basa basi yang benar benar membosankan. Sudah sejam waktu berlalu tapi obrolan yang ada di ruangan itu tidak lebih dari desakan agar papi jian segera menunjuk penerus perusahaannya

"haaaaaaahhhhh" helaan nafas itu berhasil membuat mata semua orang yang sedang berbicara tertuju pada sumber suara

"ini kapan selesainnya ya? Saya capek besok pagi ada schedule tolong di persingkat pertemuan ini" sambung lelaki muda tersebut tanpa memikirkan orang yang omongannya telah ia potong

Seorang lelaki paruh baya yang Nampak mirip dengan papi jian namun lebih muda tersenyum lalu menepuk Pundak jian

"maaf ya ganggu waktu kamu, om tau kamu capek tapi pertemuan ini juga tentang masa depan kamu dan papi kamu"

"yaelah ji, gue tau lu sekarang udh jadi superstar tapi gausah sok sibuk gitu lah lagian kita kumpul keluarga gini kan ga tiap hari" celetuk seseorang dari pojok ruangan yang saat ini tengah asik menyantap makanannya

"udah udah jangan ribut, jadi kita persingkat aja ya men-" belum habis lelaki di sebelah jian berbicara, jian beranjak dari duduknya ia tak menggubris semua tatapan sinis dari orang yang ada di dalam sana ia hanya berjalan keluar ruangan tanpa sepatah katapun


ALTALUNE (over the moon)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang