bertemu dengannya bukanlah suatu yang aku inginkan, berpisah dengan dirinya bukanlah hal yang aku rencanakan. namun untuk terus bersamanya adalah harapku pada tuhan
------***------
Semua orang punya 2 kesempatan, melanjutkan atau merelakan. Ini bukan tentang akhir suatu hubungan namun ini tentang aku yang diberikan kesempatan semesta untuk bisa kembali memperjuangkanmu
1 maret titik temu antara 2 manusia yang sudah lama berpisah, pertemuan keduanya membuat sebuah perubahan pada hidup mereka masing masing. Perlahan rasa ingin memiliki Kembali sang pujaan hati bersemi Kembali. Akan kah ini akan menjadi titik balik semangat juang eca? Atau mungkin ini memang sudah waktunya untuk mereka berdua Bersama
Tepat pukul 21.00 waktu dimana seharusnya eca sudah berangkat ke café yang sudah di janjikan karena setengah jam lagi ia akan menemui jian cinta pertamahnya, seharian ini sangat berat bagi eca karena sejak jian memulai Kembali hubungannya semalam ia sama sekali tidak bisa tidur, perasaan senang yang teramat membuat kepalanya hamper pecah, senyum yang merekah sejak malam kemarin tak henti hentinya menghiasi wajah cantik gadis itu
Sejak pagi jadwalnya cukup padat karena ada beberapa acara penandatanganan dan beberapa urusan terkait hak cipta bukunya namun ntah kenapa jantungnya tak henti hentinya berdetak kencang benar benar diluar kendali ditambah semalam kurang tidur jadi seharian ini eca cukup tidak focus dengan pekerjaannya, grogi dan nervous dikarenakan hal yang akan terjadi malam nanti benar benar memenuhi pikirannya
"kak eca ayok makan malam dulu bareng sama tim penerbit" ucap salah satu wanita di samping eca
Tak ada balasan dari gadis berponi itu ia tampak gelisah melihat jam di handphonennya yang sudah menunjukkan pukul 21.15
"kak.." ucap Kembali wanita itu namun kali ini di barengi dengan guncangan kecil di bahu eca
"hah? Apa apa gimana?" balas eca sedikit terkejut setelah tersadar dari lamunannya
"setelah ini ada makan malam tim kak dengan tim penerbit, kak eca datang ya, pak ketu udah nyiapin makan malam ini khusus buat kak eca karna udah sukses dengan novelnya" jelas wanita itu membuat eca makin panik, ia paling tidak bisa menolak ajakan dari orang lain namun ia sudah memiliki janji sebelumnya dengan jian, ahh ini benar benar situasi yang membingungkan karena dua duanya sangat penting bagi eca
"kenapa ga bilang dari kemarin? Saya sudah ada janji malam ini" dengan rasa gugup yang teramat eca mengambil langkah untuk berusaha menolak ajakan makan malam tersebut, namun alih alih di berikan pengertian jawaban eca justru di balas langsung oleh ketua tim penerbit yang muncul entah dari mana
"mbak eca ini lucu sekali, kemarin makan malam dengan tim pemasaran dan editor di gas aja masa dengan kami tidak, ayo lah mbak sebentar saja, sudah saya bookingkan tempat khusus buat mbak eca dijamin suka"
Dengan senyum getir eca menganggukkan kepalanya perasaan yang sangat tidak enak, di satu sisi ia tidak bisa menolak ajakan dari tim kerjanya di sisi lain ia tidak enak jika ia harus membatalkan janjinya dengan jian, ini adalah pertemuan pertama setelah 3 tahun yang sangat eca nantikan, dirinya sangat kecewa karena harus membatalkan janji temunya dengan jian namun jika bisa dan jika saja semesta mengizinkan keduanya bertemu pasti ada jalan entah bagaimana caranya
[zayjiandara]
Cukup lama eca memandangi room chat nya dengan jian, bingung bagaimana harus mengatakan bahwa ia mungkin saja tidak bisa menepati janji temu yang sudah keduanya buat
Zay : ca..
Betapa terkejutnya eca ketika melihat buble chat yang langsung masuk saat ia masih setia memandangi room chat itu dengan pikiran kosong, refleks gadis itu menekan tombol home lalu mematikan handphonennya harap harap chat yang masuk tidak langsung terbaca olehnya tadi
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTALUNE (over the moon)
Teen Fiction"mencintaimu mungkin adalah suatu hal yang mudah namun memilikimu merupakan sebuah kemustahilan yang ku perjuangkan" ucap dirimu pada ku saat itu terimakasih telah hadir di hidupku, terimakasih telah berjuang untukku. hadirnya kamu seakan menjadi c...
