EXTRA CHAPTER; Heeseung

226 20 1
                                        

Satu Kelas
©2024


Satu pesan yang masuk ke hp nya membuat Heeseung lari terburu-buru keluar dari kantin kampus siang itu.

Seorang bocah berseragam SMA berdiri di depan gerbang kampusnya, melambai-lambai kesenangan melihat kedatangan Heeseung padahal sudah jelas raut wajah mahasiswa itu tampak tak bersahabat.

"Heh, bukannya pulang malah mampir kesini!" sembur Heeseung galak bermaksud memarahi.

Alih-alih takut, bocah di depannya ini makin tersenyum lebar membuat lesung pipinya terlihat jelas.

"Mau kasih coklat buat kak Heeseung hehe.." cengirnya seraya menyerahkan sebungkus coklat bermerk mahal ke hadapan Heeseung.

Mahasiswa sastra itu menunduk sejenak menatap coklat batangan itu kemudian beralih lagi pada wajah manis didepannya.

Heeseung menghela napas lelah. "Duit lu bisa abis Jungwon kalo tiap hari ngebeliin gue coklat mahal kayak gini."

"Ihh, gapapa kak Hee. Anggap aja ini sebagai tanda terimakasih karena kak Hee udah mau bantuin aku bikin pr."

"Ya tapi gak tiap hari jugaaaa. Gue bisa obesitas lama-lama makanin coklat terus."

"Buktinya aku enggak," elak Jungwon masih tak mau kalah. Tangannya beralih meraih telapak tangan Heeseung dan menaruh coklat itu di atasnya. "Biar kak Hee bisa eksplor semua rasa coklat dari berbagai merk. Gak cuma cokolatos doang yang dicicip!"

Heeseung reflek tertawa mendengar ucapan polos Jungwon. Tangannya terangkat menepuk pelan kepala bocah itu dengan coklat batangan yang kini sudah ia pegang.

"Cokolatos enak tau! Apalagi yang bungkusnya item."

"Kan.. sama aja kak Hee makan coklat terus," cibir Jungwon memanyunkan bibirnya. Tapi sedetik kemudian senyumnya kembali merekah. "Nanti jangan lupa kasih rating ya!"

"Iya cil.." Heeseung mengusak pucuk kepala Jungwon membuat senyumannya makin melebar. Jari telunjuk Heeseung beralih menusuk pipi kiri Jungwon merasa gemas. "Lucu banget sih, bolongnya dalem."

"Imut kan?"

Tabiat Jungwon kalau dipuji, bukan merendah tapi malah sombong. Jadi, Heeseung iya iya saja agar si kecil itu senang hatinya.

"Balik sana. Sama siapa tadi kesininya?"

"Sendiri. Naik ojol."

"Yaudah gue pesenin ojol lagi, lu balik sekarang."

Baru saja Heeseung mengeluarkan hp nya dari kantung celana hendak membuka aplikasi hijau itu, tangan Jungwon keburu menahan.

"Tapi maunya dianter kak Heeseung..." cicit Jungwon sendu tak berani menatap mata bambi itu.

"Gak bisa. Gue masih ada kelas entar jam 4. Kalo mau nunggu juga kelamaan," kata Heeseung dengan sabar.

Lantas Jungwok melirik jam tangannya sejenak, "Masih ada waktu 30 menit lagi, kak Hee. Cukup kok buat anter aku dulu. Nanti kakak langsung balik lagi ke kampus gak usah mampir biar gak telat." lanjutnya tanpa beban.

Satu Kelas [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang