Kantin pada jam istirahat kini sangat ramai, banyak sekali murid yang mengantri mengambil sebuah makanan tanpa membayarnya. Padahal biasanya tidak seramai ini. Karena penasaran Jang-won bertanya pada salah satu murid yang berada di kantin juga.
"Ini kok rame banget tumben?" tanya Jang-won pada salah satu murid laki-laki yang ternyata adalah teman sekelas Jang-won.
"Itu anak populer di sekolah ini lagi ulang tahun, jadi dia traktir satu sekolah.." jawab murid tersebut.
"Anak populer? Siapa?" tanya Jang-won lagi karena ia tak tau siapa yang dimaksud, wajar saja Jang-won kan baru masuk ke sekolah ini, jadi ia tidak tahu menahu tentang semua murid yang ada di sekolah ini.
"Lo belum tau? Itu loh si Seok-yi.." ucap Murid tersebut
"Seok-yi? Yang mana?"
"Dia anak kelas 12C" sahut Seo-woo dari belakang Jang-won
"Kapan lu muncul disitu?" Jang-won kaget dan tak sadar akan kehadiran Seo-woo.
"Yeuu..lo nya aja gak liat gue dateng!" ucap Seo-woo
"Btw lo tau si Seok-yi?" tanya Jang-won heran. Bagaimana tidak? Seo-woo adalah sahabat Jang-won, tapi Seo-woo tidak pernah memberi tau tentang murid-murid di sekolah ini..
"Tau lah, kan gue udah lama sekolah disini! Yakali gue gatau" jawab Seo-woo
"Orangnya emang yang mana? Kok gue gak pernah denger ada murid populer namanya Seok-yi.."
"Itu orangnya" Seo-woo menunjuk kearah murid lelaki yang sedang membagikan makanan.
"Dia murid populernya?"
"Iya"
"Kok kayak gak asing mukanya ya?"
"Lu pernah ketemu kali"
"Gatau dah"
Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba ada yang datang menghampiri mereka.
"Permisi, ini buat kalian" ucap murid lelaki yang tadi membagikan makanan pada murid lain. Jung Seok-yi.
"Ohh iya makasih ya.." sahut Seo-woo
"Yaudah dimakan ya!" Seok-yi kemudian pergi dari hadapan Jang-woo dan Seo-woo.
"Lo gak ngomong makasih?" tanya Seo-woo yang melihat Jang-won hanya diam saja saat Seok-yi datang.
"Dia nya keburu pergi"
"Yaudah tuh makan!"
Saat sedang menikmati makanan mereka, Jang-won memecahkan keheningan. Ia mulai mengajak bicara Seo-woo yang tengah menyantap makanannya.
"Woo!" Panggil Jang-won
"Apa?"
"Gue mau nanya deh"
"Ya nanya apa?"
"Lo pernah pacaran gak?"
"Engga"
"Iya sih, lo kan gak laku ya" ledek Jang-won.
"Maksud?"
"Bener kan?"
"Gak ya! Sebenernya banyak cewek-cewek ya mau sama gua, cuma gue tolak.." elak Seo-woo
"Masa?"
"Udah lah ngomong sama lu ga ada habisnya! Itu doang yang lo mau tanyain ke gue?" Kesal Seo-woo. Memang Jang-won selalu menguji kesabaran sahabatnya ini.
"Gue mau nanya pendapat lo nih. Kalo misalnya lo lagi suka sama orang, lo bakal langsung nyatain perasaan apa enggak?"
"Tiba-tiba nih lo nanya kayak gitu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND
RomancePertemuan pertama memang menyebalkan. Pertemuan yang awalnya kupikir itu adalah penyesalan dalam hidupku. Tapi ternyata aku salah.. Aku merasa sangat beruntung, karena dengan pertemuan yang awalnya terasa menyebalkan, tapi sekarang menjadi kenangan...
