Tiba-tiba saja lampu utama cafe itu dimatikan dan menyala lampu kelap-kelip yang terlihat indah. Lampu itu berwarna pink bercampur dengan warna biru.
Sontak Hee-na menengok kearah belakang dan mendapati sosok pria jangkung yang tengah berdiri sembari membawa buket bunga beserta tote bag.
Hee-na semakin dibuat bingung oleh Jang-won. Apa maksud semua ini? Hee-na tidak mengerti.
"Jang-won?" tanya Hee-na bingung tak mengerti.
"Do you want to be my girlfriend?"
Hee-na terdiam memikirkan jawaban yang pasti. Hee-na sangat bingung sekali.
"Jang-won.."
Terima or Tolak?
***
Jang-won masih menatap Hee-na dengan senyuman, menunggu jawaban yang tak pasti. Kapan jawaban akan keluar dari mulut Hee-na?
"A-aku.." ucap Hee-na terbata-bata.
"It's okay kalo kamu gamau jawab sekarang, bisa besok atau kapan pun saat kamu udah bisa ngejawab sesuai dengan isi hati kamu.." balas Jang-won lembut.
Hee-na hanya mengangguk. Sebenarnya ia merasa tak enak pada Jang-won, karena harus menunggu jawaban darinya yang entah kapan bisa ia jawab.
"Ini buat kamu, disimpen ya jangan ditinggalin kaya kemarin!" ledek Jang-won terkekeh kecil.
"Iya aku rawat.."
"Ini juga hadiah buat kamu" Jang-won memberikan tote bag yang ia siapkan untuk Hee-na.
"Hadiah untuk apa? Aku lagi gak ulang tahun loh.." ujar Hee-na.
"Emang kalo kasih hadiah harus nunggu ulang tahun dulu ya?"
"Engga sih"
"Yaudah terima aja, ini spesial untuk kamu!"
Hee-na menerimanya dengan senyuman yang muncul diwajah cantiknya. Ayolah, Jang-won paling tidak bisa melihat Hee-na tersenyum secerah itu, rasanya jantung Jang-won kembali berdebar lebih kencang.
"Jang-won? Kamu kenapa kok liatin aku kayak gitu?" tanya Hee-na yang bingung dengan tatapan yang diberikan Jang-won padanya.
"E-eh..gapapa kok" Jang-won kembali tersadar.
"Kamu gak makan? Udah aku pesenin masa gak dimakan? Makan dulu yuk!" lanjut Jang-won mengalihkan topik pembicaraan.
Hee-na hanya mengangguk patuh.
"Btw, sekarang kamu manggilnya 'aku kamu' nih? Biasanya pake 'lo gue', tumben" ucap Hee-na.
"Ya gapapa, biar lebih enak aja! Kamu juga manggilnya 'aku kamu' tuh" jawab Jang-won.
"Ikutin kamu" balas Hee-na yang membuat Jang-won terkekeh gemas.
Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pulang saja. Bang-won mengantar Hee-na pulang.
-
Dimalam hari, Hee-na masih sibuk memikirkan jawaban untuk Jang-won. Haruskah ia menerimanya?
"Terima gak ya? Tapi masih bingung perasaan gue sebenernya tuh gimana!" ujar Hee-na entah pada siapa.
"Apa gue coba tanya Eun-ji? Kalo nanya ke Won-hae pasti ga bakal dikasih saran, dia aja orangnya dingin gak pernah bergaul sama cowok! Kalo Yeon-he...gimana ya, saran dia gaada yang bener!" lanjut Hee-na.
Hee-na kemudian mengambil ponselnya yang kini berada diatas meja belajarnya. Ia membuka kontak salah satu sahabatnya, Eun-ji. Lalu Hee-na menelepon Eun-ji.
"Hallo? Tumben lo nelfon gue!" ucap seseorang dari seberang telefon sana.
"Ji! Lo lagi sibuk gak? Kalo engga gue mau nanya!" balas Hee-na
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND
RomancePertemuan pertama memang menyebalkan. Pertemuan yang awalnya kupikir itu adalah penyesalan dalam hidupku. Tapi ternyata aku salah.. Aku merasa sangat beruntung, karena dengan pertemuan yang awalnya terasa menyebalkan, tapi sekarang menjadi kenangan...
