Sesampainya di rumah Hee-na, Jang-won memarkir motornya sebentar. Hee-na pun turun dan memutuskan untuk masuk tanpa berbicara apa pun.
Jang-won yang ngeliat Hee-na langsung nyelonong aja tanpa ngomong pun langsung gercep narik tangan Hee-na.
"Hehh! Mau kemana?" Tanya Jang-won.
"Masuk lah!" Cetus Hee-na.
"Kenapa gak pamit dulu ke aku?" Tanyanya lagi.
"Ngapain? Males!" Masih aja ketus banget jawabnya.
"Kok ngomongnya gitu? Gak sopan ah!"
"Dih, kenapa gak sopan? Lagian tadi kan kamu sendiri yang ninggalin aku gak pamit!"
"Kan tadi kamu yang mau aku tinggalin dijalan. Kok jadi marahnya ke aku? Lagian aku juga balik lagi kok jemput kamu"
"Tetep aja! Berarti udah ga sayang ninggalin pacarnya di jalan sendirian sampe nyasar!"
"Bukan gitu sayang... Aku masih sayang kok sama kamu, udah ya marahnya? Nanti aku beliin apa pun deh yang kamu mau" Rayu Jang-won.
Ajaibnya, dari wajah Hee-na yang tadinya murung, sekarang jadi senyum.
"Beneran??" Tanya Hee-na, matanya berbinar. Emang dasar cewek!
"Hmm, udah ya jangan marah?"
"Oke, gak jadi marahnya!" Hee-na malah cengegesan.
Jang-won udah gak heran lagi kalo pacarnya begitu. Emang dasarnya pengen dikasih hadiah jadi ya begini..
"Yaudah sana masuk" Suruh Jang-won.
"Dadah sayang! I love youu, sampai ketemu besok pagi!!" Ucap Hee-na.
"Dadah, love you too!" Jang-won hanya cengar cengir salting aja, pipinya udah merah tuh sebenernya.
***
Pagi ini, Jang-won telah berada di sekolah. Ia berangkat ke sekolah bersama Hee-na. Yaa, seperti biasa emang bucin akut jadi kemana-mana harus bareng.
Jang-won yang berada di kelasnya pun di buat pusing sama suara-suara bising di kelasnya. Entah suara teriakan siapa kek, yang pasti berisik dan buat Jang-won jadi ga bisa tenang.
Jang-won sudah mencoba mengabaikan suara itu. Tapi tetap saja membuatnya terganggu. Karena kesal, Jang-won pergi dari kelasnya. Mencoba mencari ketenangan diluar kelas.
Namun, saat berjalan di koridor sekolah, Jang-won malah melihat Hee-na. Tetapi, kali ini Hee-na tidak sendiri. Melainkan dengan seorang pria. Pria itu tampak tak asing bagi Jang-won.
Ketika Jang-won mencoba mengingatnya, Jang-won langsung ingat bahwa pria itu adalah pria yang ia temui di cafe bersama Hee-na kemarin.
Saat Jang-won ingin menghampiri Hee-na. Tiba-tiba saja pria itu menggenggam tangan Hee-na.
"Sialan" Umpat Jang-won. Ia kini mengepalkan tangannya dengan sangat kuat karena kini ia sangat marah. Apa-apaan ini!?
Jang-won langsung menghampiri Hee-na dengan terburu. Ia dengan kesal menepis tangan pria itu dari tangan Hee-na. Lalu tanpa pikir panjang, Jang-won langsung menonjok pria itu tepat di wajahnya.
Hee-na yang melihat itu panik dan shock. "Jang-won!" Teriak Hee-na panik.
Jang-won mengacuhkan teriakan Hee-na. Ia mendorong pria itu sampai punggung pria itu terbentur keras ke tembok. Jang-won memukulnya tanpa ampun.
"Maksud lo apa deketin cewe gua!? Mati lo di tangan gua!!" Jang-won berucap seraya memukul wajah pria itu. Tanpa perasaan sih bisa dibilang.
Hee-na yang melihat wajah pria itu sudah babak belur pun mencoba melerai perkelahian tersebut. Ia menarik tubuh Jang-won untuk menjauh.
"Jang-won, udah!!" Ucap Hee-na.
"Diem!" Cetus Jang-won menepis lengan Hee-na dengan kasar.
Jang-won tetap menatap dendam ke arah pria di depannya itu. Sementara pria di depannya masih tak membalas dan hanya tersenyum ke pada Jang-won. Senyuman itu sulit di artikan. Sebelum akhirnya pria itu bergumam.
"Permainan belum di mulai" Gumam pria itu nyaris berbisik.
Jang-won mengerutkan alisnya tak paham. Tapi yang pasti dia benci dengan tatapan pria itu padanya. Dan senyuman pria itu.
"Berhenti Jang-won!" Hee-na masih saja terabaikan oleh Jang-won.
"Kalo gak berhenti aku marah sama kamu!" Sekalimat itu keluar dari mulut Hee-na.
Jang-won sontak langsung berhenti memukuli pria di hadapannya itu. Tetapi, Jang-won masih perlu tau tentang maksud perkataan pria itu tadi, mengenai permainan yang di maksudnya.
Jang-won menarik kerah seragam pria itu dengan kasar.
"Maksud lo!?" Tanyanya, apa maksud perkataan pria itu tadi?
"Tunggu, gue bakal rebut Hee-na dari lo" Ucapnya agak pelan sehingga Hee-na tak mendengarnya.
"Gue tunggu, gua yakin lo gabakal bisa. Satu lagi, gue ga takut sama lo. Kalo aja ga ada Hee-na disini, udah gue habisin lo sekarang juga" Ucap Jang-won menantang.
Lagi-lagi pria itu tersenyum.
"Gua tunggu sampe lo beneran bisa habisin gua sebelum gua yang habisin lo duluan" Ucapnya penuh percaya diri.
Jang-won hanya menatapnya dengan kesal. Perlahan Hee-na menarik tangan Jang-won pergi dari sana.
Saat Jang-won dan Hee-na pergi. Pria itu tersenyum licik.
"Jang-won.. Kali ini gua biarin lo bahagia dulu. Tapi gak lama lagi gua bakal bikin lo menderita" Gumam pria itu.
-
Hellow guys, sorry lama up nya. Bab ini gak terlalu panjang kaya biasa dulu ya. Tapi the next chap aku bakal panjangin kaya biasa lagi per bab nya.
See you✌
.
.
.
-To be continued
KAMU SEDANG MEMBACA
MY HUSBAND
RomancePertemuan pertama memang menyebalkan. Pertemuan yang awalnya kupikir itu adalah penyesalan dalam hidupku. Tapi ternyata aku salah.. Aku merasa sangat beruntung, karena dengan pertemuan yang awalnya terasa menyebalkan, tapi sekarang menjadi kenangan...
