Chapter 6 : Raka ada untuk Sarena

586 35 0
                                        

"setelah anak-anak tidur, sekarag gue siapin motornya" Sarena mengangkat kepalanya dan tersenyum menampilkan gigi rapinya.

"bye" tangan Sarena mengelus pipi Raka sekilas dan berjalan pergi.

'anjir gini ya rasanya jatuh cinta' Raka melangkahkan kakinya ke garasi dan mengelap sedikit body motornya. Karena lama tidak terpakai motor itu terselimui debu-debu halus. Raka mengecek mesin dan memanasinya, meskipun setiap pagi satpam Raka sering memanasi tapi Raka ingin memastikan bahwa Sarena akan aman dan nyaman menaiki motornya.

Setelah itu Sarena keluar dengan membawa dua jaket untuknya dan Raka. Mendekati Raka dan memakaikan jaket satunya pada Raka. Senyuman dan mata mereka saling beradu. Cukup lama sampai Pak Agus menegurnya. Pak Agus merupakan pekerja di rumah Raka selain Mbok Atik.  

"den mau kemana? Tumben motonya di nyalain"

"eh, ini pak mau keluar sama Sarena sebentar, titip anak-anak ya pak" Raka pun memakaikan helm ke Sarena. Sarena tersenyum ramah dan menundukan kepala tanda menyapa Pak Agus. Raka menurunkan pijakan motor untuk Sarena dan membantunya naik ke atas motor. Motor mereka pun sudah mulai di jalankan, Raka melambaikan tangan pada Pak Agus.

"CANTIK YA DEN, NON SARENA" ejak pak Agus pada Raka. Raka dan Sarena yang mendengar hanya tersenyum. Di perjalannan Sarena merasa canggung dengan Raka. Sarena tidak memegang tubuh Raka, ia lebih memilih mencengkram jok motor belakang. Raka yang menyadari kecanggungan itu mengegas motornya untuk menjahili Sarena. Reflek Sarena memeluk perut Raka erat. Raka pun memelankan motornya lagi dan tertawa kencang membuat Sarena merasa malu. Sarena melepaskan pelukannya dan menoyor helm Raka.

"diam gak, gue malu Raka" Sarena

"kenapa di lepas, sini tangannya" Raka menautkan kembali pelukan Sarena dan mengelus tangan Sarena yang melingkar pada perutnya.

"mau kemana Sa?" tanya Raka yang tak tahu tujuannya.

"gue mau cari jajanan yang gak bikin kenyang" jawaban Sarena yang tidak pasti membuat Raka berfikir keras. Namun Raka tidak kehilangan ide, ia menuju taman kota untuk menikmati malamnya dengan Sarena. Di sana juga ada pedagang kaki lima jadi Sarena bisa jajan sepuasnya.

Setelah sampai Raka membukakan helm Sarena dan menggandengnya mendekat pada kursi taman.

"duduk dulu sambil loe cermati jajanan apa yang mau loe beli. Pasti di sana gak ada kan kayak gini" senyum mengejek Raka pada Sarena, walaupun tatapan Raka tidak tertuju pada Sarena.

"ih ngeselin loe, tapi bener sih. Gue sering ke caffe kalau di sana. Kangen jajan gini"

"ya udah sekarang jajan yuk" Sarena menunjuk penjual arumanis dengan banyak karakter. Lalu menarik Raka untuk membeli siomay, dan berbagai jajanan ringan. Sampai tangan Raka kewalahan membawanya sedangkan Sarena hanya membawa arumanisnya saja. Saat di penjual telur gulung Sarena di kejutkan dengan seseorang yang menyentuh pundaknya. Sarena balik badan dan mendapati seorang pria tinggi yang sedang mengantri di belakangnya.

"hai, Sarena apa Sellia nih"

"hi, gue Sarena." Sarena menggaruk tengkungnya karena kebingungan.

Pria itu menjulurkan tangannya untuk mengenalkan dirinya, "gue Satria Admaja, pengagum mu dulu Sa"

Tanpa menerima juluran tangan itu Sarena tersenyum manis. Pria itupun melihat Raka.

"ini siapa Sa? Kakak loe ya? Bisa nih gue minta restu" Sarena hanya melirik Raka yang nampak mengeraskan rahangnya.

"gue suaminya, anak kita udah dua" Raka menjawab sekenanya.

"eh maaf ya Sa gue gak tahu, loe sih nggak ngundang gue"

LOVE YOU ALL THE WAYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang