Saat sampai Raka tidak langsung mengabari Sarena, karena Fara sudah harus melakukan penanganan untuk bayi dan dirinya. Fara terus histeris mencari Raka. Setelah melihat Raka Fara baru merasa tenang dan melakukan proses melahirkan. Kelahiran anak Fara berhasil, setelah itu barulah Raka menghubungi Sarena.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
'kenapa Raka kayak nggak suport aku ya?' Sarena melamun setelah chat nya dengan Raka berakhir.
◎◎◉◎◎
"gimana nak, Raka udah ngabarin kamu?" tanya Tari yang baru saja masuk ke kamar Sarena
"udah mah, ini foto Fara dan bayinya"
"masyaAllah lucu sekali"
"mah..." kalimat Sarena mengambang
"apa sayang? ada yang mengganggu pikiran Sarena?" Sarena menganggukkan kepalanya
"mama udah sehat kan?"
"pasti dong, mama sehat karena Sarena rawat mama dengan baik"
"mas Raka nggak setuju sama promil yang Sarena lakuin, padahal ini semua untuk kita kan mah?"
"Sarena mau melakukan apa nak?"
"suntik hormon (FSH/LH) mah"
"nak, mama nggak memaksakan untuk Raka atau Rico cepat dapat momongan. Kalaupun belum artinya mama di suruh berdoa supaya umur mama sampai untuk menunggu cucu mama"
"mama jangan ngomong seperti itu, mama buat Sarena takut"
"mama minta maaf ya nak, bukan maksud mama memaksa kamu untuk memberikan mama cucu, kalaupun mama nggak ada cucu mama nggak masalah. Adanya kamu dan Aya di hidup anak-anak mama itu udah lebih dari cukup. makasih ya nak"
"Sarena tahu mama nggak akan memaksa kami, apapun yang terjadi di rumah tangga kami akan selalu mama suport, tapi mah, Sarena takut kalau apa yang di bilang sama Tania dan kak Hans itu benar. bahwa Raka itu mandul"
"nak, bukannya hasil saat test genetik itu menunjukan Raka baik-baik saja?"