Pagi ini Raka dan Sarena akan menjemput Shienna. Kegelisahan Sarena terus ada sepanjang malam yang membuat dirinya tidak tidur semalaman. Raka juga melakukan hal yang sama. Bahkan malam yang telah Rasa dan Bian baut tidakjadi terlaksana. Mereka lebih memilih menenangkan diri di kamar masing-masing.
Raka yang melihat wajah pucat Sarena menyadari bahwa gadisnya sedang tidak baik-baik saja. Raka mengajak Nada dan Bian karena firasat Raka tidak enak sejak semalam. Saat sampai di kediaman Mama Tari, Sarena langsung memeluk dan menumpahkan segala yang dia rasa. Mama Tari terus mengusap lembut punggung dan kepala Sarena. Mama Tari mengajak Sarena untuk melihat luka pada Shienna yang masih tertidur. Benar yang di bilang ibu dari kekasihnya itu luka memar di punggung anaknya masih terlihat jelas.
Tanpa berlama-lama Raka dan Sarena juga Bian dan Nada membawa Shienna ke rumah sakit, mereka akan membuktikan dugaan Sarena. Merekapun berpamitan ke Mama Tari. Saat sampai segala rangkaian tes telah Raka dan Shienna lewati. Meski Shienna rewel tapi semuanya berjalan lancar, tinggal menunggu hasilnya. Karena Sarena memilih pelayanan ekspres yang dapat mempercepat proses menjadi sekitar 1 hingga 2 minggu dari 3 hingga 8 minggu hasil yang akan keluar.
Skip ke hasil tes/ 2 minggu setelahnya
Sarena menghela nafasnya, perlahan membuka maps dari hasil Raka dan Shienna. Sedangkan Raka, Nada dan Bian yang berdiri di samping Sarena memperlihatkan ketegangan yang sama. Raka tidak memikirkan tesnya karena yang ada dalam benaknya adalah tes putrinya. Sarena lebih dulu membuka hasil tes Raka. Mata Sarena sangat hati-hati dalam membaca isi dari surat itu. Ada ukiran senyum yang Sarena perlihatkan.
"tesnya membuktikan Raka tidak memiliki riwayat hemofilia, bahkan tes lainya Raka normal" ukiran senyum itu tidak pudar.
"ayo Sa, buka punya Shie pasti dia juga normal"
Sarena membukanya dan membaca hasil tes Shienna.
"iya, Tes Waktu Prothrombin Shie menunjukan hasil normal" raut wajah Sarena dan Nada langsung berubah menjadi sedih, bahkan Sarena menangis dengan mata terpejamnya.
"apa maksudnya?" ucap Raka
"hasilnya normal pada penderita hemofilia" Nada menjawab
"Sa, loe pasti tahu ini penyakit seumur hidup untuk Shie gua harap loe bisa kuat untuk mendampingi Shie dan banyak di luaran sana yang bisa hidup produktif dan sehat. Kita sama-sama jaga Shie, gue yakin Shie akan sehat di tangan loe" Sarena masih terus menangis
Tubuhnya melemas dan terjatuh di lantai dengan tumpuan lututnya. Raka melihat itu langsung memeluk Sarena.
"Sa jangan gini, ini udah takdir untuk Shie" Raka
"Shie kuat dan loe harus lebih kuat, Sa" Bian memberi semangat
Sarena memeluk tubuh Raka erat, menenggelamkan wajahnya di dada Raka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.