Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi ini adalah hari minggu. Raka dan Sarena akan mengajak anak-anak ke playground. Sejak pagi tadi Sarena sudah menyiapkan keperluan anak-anak. Sebelum pergi mereka bercengkrama di ruang tamu. Mengobrol hal-hal kecil yang membuat semua tertawa.
Tiba-tiba bel rumah berbunyi. Bi Atik segera berlari membukakan pintu. Setelahnya seseorang masuk dengan membawa tentengan mainan perempuan, seperti masak-masakan dan dokter-dokteran.
"good morning Shienna, mama datang" ucap tamu tersebut. Shienna hanya diam dan merengkuh leher Raka. Sedangkan yang lainnya hanya diam.
"Shienna sini dong sama mama, kan mama kangen sama Shienna. Oh iya, lihat dong mama bawa banyak mainan" Thania meninggikan tentengannya. Lalu dirinya berjalan mendekati Raka, duduk di sampingnya sambil berusaha mengajak ngobrol Shienna.
"Than mau minum apa?" tanya Sarena.
"enggak deh, gue takut ada yang berbuat jahat. Lu tahu kan ada yang mau ambil anak gua? Jad-" ucapan Thania terhenti
"STOP, gua minta loe jaga ucapan saat di depan anak-anak" tegas Raka, lalu dia menurunkan anak-anak yang ada di pangkuannya. Mengajak anak-anak untuk segera pergi.
Saat sudah di depan pintu, "ayo sayang" ucap Raka pada Sarena yang masih mematung.
"i-iya, tunggu aku ambil tas dulu" Sarena segera ke kamarnya. Namun saat turun dan akan berpamitan pada orang rumah, Sarena di hentikan oleh Thania yang masih di sana.
"loe nggak lupa dengan yang gua bilang kemarinkan?"
"pilih Raka atau Shienna! Jadi orang jangan maruk Sarena. Di dunia ini loe nggak bisa milikin semuanya, HARUS ADA YANG DI KORBANKAN UNTUK SUATU KEBAHAGIAAN" lanjutnya dengan menekankan kalimat akhirnya
"gua akan berkorban untuk dapatkan keduanya" balas Sarena dengan tanpa ekspresi
"bi Atik saya titip rumah ya" suara Sarena sedikit meninggi dan segera menghampiri Raka dan anak-anak.
_____
Setibannya di dalam mobil Sarena langsung dapat banyak pertanyaan dari Jonna.
"ibu tadi papasan sama mama Thania ya? Dia tidak menyakiti ibu kan?" dalam hati anak itu pasti ada trauma yang besar sampai bisa berbicara seperti itu.
"ibu tidak apa-apa, tadi mama Thania hanya mampir dan mau memberikan mainan ke Shienna saja" balasnya sambil mengelus kepala Jonna.
"kita jalan sekarang ya?" sela Raka. Sarena, Shienna dan Jonna mengangguk serempak.
Sampailah di mall tempat biasa mereka mengantar anak-anak itu untuk ke playground. Di sana sudah ada play faciliator untuk menjaga anak-anak. Sarena dan Raka memutuskan untuk menunggu di anak-anak di caffe depan tempat bermain itu. Di sana mereka juga bisa memantau anak-anaknya dan mengisi perut.