Tibalah Sarena dan Raka di Velana International Airport - MLE, tepat pada sore hari. Raka menggandeng Sarena pada salah satu speedboatFour Seasons Private Island at Voavah.
"captain boat nya mana?" Sarena celingak-celinguk. Raka tersenyum melihat istrinya yang kebingungan. Raka menunjuk ke arah dadanya.
"haah? yang bener aja? Kamu bisa?" cerocos Sarena saat melihat Raka memegang steering wheel.
"aku juga punya speedboat di Indonesia, jadi istriku jangan khawatir. Kamu harus lihat sejago apa suamimu ini" jumawa Raka
Benar saja, Raka sangat mahir dalam mengemudikan speedboat itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Raka menghentikan speedboat nya di tengah lautan lepas. Sarena melepas pakaian yang menutup tubuh anggunnya.
"di sini kita bebas melakukan apa saja" ucap Raka sambil memandang keindahan lautan.
"ini terlalu mahal dan kita akan di sini selama seminggu"
"berapapun mahalnya akan aku sanggupi buat kamu"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sarena mencium bibir Raka, ada air mata yang mengalir. Raka mengelap air mata yang jatuh itu.
"kamu adalah orang yang berharga, dan apa yang aku punya tidak lebih berharga dari kamu" ucap Raka dengan tatapan tenang juga memikat
"kenapa memilih seprivat ini?"
"karena ini honeymoon kita"
"yang aku tahu banyak pasangan baru yang honeymoon itu ke paris, tempat yang ramai dan penuh cinta. Bukan di pulau yang sepi seperti ini. Tahu nggak rasanya seperti di culik sama om om"
"sayang kenapa diam aja sih, bisa biasa aja nggak liatnya" lanjut Sarena. Raka memperhatikan Sarena berbicara sampai dirinya terlarut dalam keindangan di depannya.
"tempat privat seperti ini yang cocok untuk kita" jawab Raka
"kenapa?"
"supaya hanya aku yang dapat melihat dan menikmati kamu"