Hari telah berganti bulan. Hari-hari sudah di lewati Sarena dan Raka. Bian dan Nada juga sudah pindah ke rumahnya. Viona yang akan memulai bekerja juga sudah berada di rumah Raka. Thania juga masih berada di sana. Terus mendekati Shienna, namun belum terlihat bahwa Shienna menerima pendekatan dari Thania. Selama Thania tinggal di rumah Raka, Jonna selalu meminta menginap bersama Raka di apartemen atau di rumah oma opanya. Anak sekecil Jonna pasti trauma mengingat perlakuan Thania selama ini. Raka tahu akan hal itu jadi mengijinkan Jonna untuk ikut bersamanya, lagian hal itu juga membuat Raka senang karena bisa tinggal lagi dengan Jonna.
"Shie mau mama antar ke sekolah?" Thania menawarkan mengantar Shienna sekolah yang biasanya diantar oleh Raka dan Sarena. Jawaban Shienna hanya menggeleng.
"sama mama Vio mau?" Vio
"mau mama, kita tunggu Jo datang ya" Shienna
"Shie kenapa selalu menolak mama, Shie ini mama yang melahirkan Shie loh" Thania
"kalena mama tidak baik dengan Jo" Shienna
"Jo kan bukan anak mama, anak mama itu Shie"
"tapi Jo itu saudala Shie, Shie dan Jo nggak bisa di pisahin"
"Jo bukan saudara Shienna, Shie itu anak mama"
"tidak, Jo saudar Shie. huwaaa" Shienna berteriak dan menangis. Raka yang mendengar teriakan anaknya menghampiri ke meja makan. Shienna langsung Raka gendong.
"anak ayah kenapa?" Raka berusaha menenangkan Shienna
"Jo itu saudala Shie kan yah?" Raka mengangguk
"kata mama Jo bukan saudala Shie, Shie tidak mau ayah. Shie tidak mau jauh dali Jo, Shie sayang Jo, hiks..."
"iya sudah ya nangisnya, Shie dan Jo itu saudara. Kalian anak ayah dan ibu. Nggak akan ada yang bisa pisahin kalian berdua" Raka menatap sinis Thania
"apasih sebenarnya salah Jonna ke loe" tunjuk Vio ke Thania
"gue cuman bilang fakta, bahwa Jonna itu bukan anak gua"
"loe yang udah tukar mereka, loe yang buat Jonna kehilangan ibunya tapi loe tega yang sama anak sekecil itu. Bahkan loe tega ngotorin hati anak loe sendiri untuk membenci orang lain? Loe lihat Kamari siapa yang udah loe bebasin, buka mata loe" Viona meninggalkan meja makan setelah selesai berbicara. Sarena masih diam dan mencerna semuannya.
'ya Tuhan, apa aku salah langkah? Aku mohon tunjukan jalanmu' batin Sarena
"ayo Shie, Jo ikut mama Vio. Kita berangkat" Viona menggandeng Shienna dan Jonna, meninggalkan Sarena, Raka dan Thania
"aku ke kantor Sa" Raka juga meninggalkan Sarena dan Thania
Sarena juga meninggalkan meja makan bersiap ke restoran. Sarena terus memikirkan semuannya.
'Ya Tuhan aku hanya melakukan sesuai isi hatiku, jika semua ini salah jangan biarkan aku tersesat di dalamnya. Thania aku mohon jangan kecewakan aku lagi' batin Sarena selama perjalanan.
Tiba-tiba mesin mobil Sarena berhenti di jalan yang sepi. Sarena sedikit takut dan mencoba menghubungi Raka, namun tidak dapat tersambung karena sinyal di handphone Sarena buruk. Sarena mencoba mencari bantuan di sekitar jalan.
Di sekitaran tempat itu Sarena melihat seorang wanita sedang duduk di suatu taman. Sarena mendekat ingin meminta bantuan, namun sebelum Sarena mendekati wanita itu dirinya mendengar percakapan wanita itu dan seseorang di balik ponselnya.
"kamu tahukan susah untuk menyatukan Thania dengan Raka, aku tahu Raka itu seperti apa. Dia bukan orang yang gampang tertarik dengan perempuan lain, apalagi wanita yang Raka cinta itu Sarena. Thania bukan tandingannya"
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE YOU ALL THE WAY
RomanceRaka Rahadian " aku janjikan ilusiku takkan keliru dalam membahagiakanmu " Sarena Kamari " nafasku sudah berganti namamu, maka ku terima bahagia itu "
