"Sa, pengacara sudah di bawah" Raka menghampiri Sarena yang sedang menyusun berkas-berkas Shienna.
"hey, kamu nggapapa kan?" Raka mendekat ke arah Sarena. Dilihatnya bahu wanitanya bergetar.
"ayo kita ke bawah, aku sudah siapkan semuanya" Sarena mengelap sisa air mata di wajahnya.
____
Pengacara Raka telah melihat berkas dari Sarena. Dia membolak-balik kertas yang Sarena berikan.
"Jadi, hal ini saja yang ingin kamu ajukan?" tanya pengacara menatap Sarena dengan tajam
"apa kamu tidak ingin berjuang? Saya sudah mempelajari semuanya, masih bisa kita memenangkan hak asuh Shienna" lanjutnya
"tidak usah, saya yakin. Hal ini tidak baik jika di perpanjang. Kesehatan mental anak-anak jauh lebih penting dari ego saya" ucap Sarena dengan tenang walaupun air matanya masih terus luruh.
"kamu ibu yang hebat. Oke kalau Sarena sudah yakin, saya urus secepatnya. Saya permisi"
Setelah pengacara itu pergi. Angga mendekat pada putrinya yang terlihat rapuh. Di sentuh nya pundak Sarena. Lalu Angga bersimbuh dengan lututnya sebagai pijakan, menegakkan wajah putrinya.
Sarena semakin tidak bisa membendung kesedihannya. Angga memeluk putrinya erat.
"Kamari tidak kehilangan Shienna. Shienna akan selamanya menjadi anak Kamari" Angga memberi dukungan
"papi ini sakit, lagi-lagi Kamari yang harus kehilangan. Kamari yang harus mengikhlaskan" Angga menatap wajah putrinya, mengusap bulir-bulir bening di wajah Sarena.
Angga melepas pelukan pada Sarena. Angga memilih masuk ke kamarnya. Dia tidak tega melihat putrinya menangis.
Raka kini menyandarkan tubuhnya di bawah sofa yang Sarena duduki. Raka bersandar lemas.
"aku minta maaf jika keputusan aku melukai semuanya. Aku hanya tidak ingin mengambil hak anak dari ibu kandungnya. Aku dan kamu bahkan semua orang akan terus menyayangi Shienna walaupun sudah tidak lagi bersama kita" ucap Sarena menyentuh pundak Raka.
Raka berbalik badan dan menenggelamkan wajahnya di pangkuan istrinya.
_____
Sarena dan Raka sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dengan posisi Sarena yang memunggungi Raka dan Raka yang telentang menatap plafon kamarnya. Raka memutar badannya menghadap Sarena. Dia tahu bahwa istrinya itu belum tidur.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"kog belum tidur?" tanya Raka pada Sarena. Raka memeluk istrinya itu dari belakang. Mengelus perut Sarena sambil mencium pelipis dan telinga Sarena. Sarena berbalik merangkulkan tangannya pada leher Raka. Mengusap belakang kepalanya dan berkata bahwa dirinya sedang baik-baik saja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.