Sadar

731 94 15
                                        

Mengingatkan kembali bahwa ini hanya cerita fiksi hasil karangan saya sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata dari setiap tokoh yang ada dalam cerita.

Jadilah pembaca yang bijak !!
Selamat Membaca♡







Junghwan natap sebel orang yang masih sibuk di depan nya, tapi dia gak bisa berbuat apapun.

"Sebentar lagi yah"

Junghwan ngedengus, "inituh udah kali ketiga abang ngomong gitu, tapi masih belum beres juga tuh"

"Maafyah, masih pemula soalnya"

Walaupun gitu, Junghwan tetep nungguin sambil makan kuaci yang dia sengaja tabur di atas meja biar kemasannya bisa jadi wadah cangkang nya.

"Lagian mau apa sih ngajak ketemu?" Tanya Junghwan

Sejujurnya dia gak ngerasa deket-deket banget sih sama si staff baru kampus nya ini, tapi udah mau jalan sebulan ini, mereka emang lebih sering ketemu sih.

Apalagi semenjak Haruto suka sibuk sendiri, Junghwan jadi gak ada temennya dan mau gak mau, yah dia selalu nerima ajakan dari Yoshi.

Entah ngopi bareng, atau makan siang bareng di luar kampus.

Rencananya juga hari ini mereka mau nyobain menu baru di cafe tempat biasa nongkrong, tapi harus nunggu Yoshi rekap data dulu.

"Bisa nitip nama gue gak?"

"Buat apa?"

"Masukin ke daftar yang wisuda"

Yoshi terkekeh, "kalo itu harus berkerja keras lagi"

"Kurang kerja keras apalagi coba gue bang?"

"Mau yang gak terlalu keras gak kerjanya?"

"Apa?"

"Namanya ditulis di akta nikah aja"

Junghwan ngeliat Yoshi ketawa, tapi menurut dia itu gak lucu.

"Kalo itumah udah" ujar Junghwan

Tapi tawa Yoshi malah makin kenceng, ditambah dia tepuk tangan sendirian.

"Selera humor kita emang sama"

---

Ngerasa makin sadar sama perasaan nya, Jeongwoo jadi lebih aktif dalam menarik serta menunjukkan perhatiannya.

Walaupun sekarang malah lebih sering canggung kalo berdua, tapi sebisa mungkin Jeongwoo gak nunjukin sikap canggung nya itu.

"Ya emang jangan!" Seru Jaehyuk

"Terus gue harus gimana biar gak canggung?"

"Lo tau gak kenapa kalian bisa canggung?" Jeongwoo natap Jaehyuk, "itu karena kalian udah sama-sama pake perasaan"

"Emang iya?"

"Iyalah!" Seru Jaehyuk seolah dia pakar cinta paling ahli

WaktuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang