Apa yang membuat dua orang bisa bersama? Baik Chanyeol maupun Baekhyun memiliki kebutuhan akan kehadirannya masing-masing. Ikatan yang terjalin di antara mereka bukan berlandaskan cinta, uang ataupun martabat; tapi, mereka lebih dari itu semua.
Tri...
Chanyeol memasuki apartemen dengan Baekhyun yang berada di belakangnya. Ini merupakan kali kedua untuk Baekhyun berkunjung ke tempat tinggal Chanyeol.
Dia menatap sekeliling untuk memerhatikan sekitar, hingga pada akhirnya Baekhyun melihat ruang bersantai yang hanya dibatasi oleh sebuah sekat dari ruang tamu.
Maka dia memutuskan untuk melangkahkan kakinya ke sana saat Chanyeol memberi instruksi demikian.
Akhirnya Baekhyun masuk ke bagian yang lebih dalam dari apartemen tersebut. Milik Chanyeol lebih besar dari apartemennya dengan Jongdae, lebih dari dua kali lipatnya mungkin. Baekhyun berlari menghampiri sebuah benda berwarna hitam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau memiliki ini?" ia menoleh kepada Chanyeol dan mendapat sebuah anggukan dari lawan bicara.
"Kau belajar main piano?"
Yang lebih tinggi melipat kedua tangannya di depan dada. "Tidak, itu hanya pajangan saja." Jawab Chanyeol tanpa memberi tahu alasan yang benar dan hal tersebut membuat Baekhyun mengerutkan kening.
"Pakai saja jika kau ingin." Lanjut Chanyeol, yang tentunya membuat Baekhun berbinar senang dan membawa jemarinya untuk memainkan tuts-tuts disana.
Iramanya dimulai, mulut Baekhyun terbuka untuk ikut bernyanyi.
Heart beats fast Colors and prom-misses How to be brave? How can I love when I'm afraid to fall?
Baekhyun membuka kedua mata begitu dia menyelesaikan sebuah lagu dan mendapati pandangan Chanyeol yang terarah padanya.
Pemuda tinggi tersebut menarik tangan Baekhyun hingga Baekhyun berdiri di hadapan Chanyeol.
"Kau tahu?"
Chanyeol menyentuh rahang Baekhyun dengan sebelah tangan, lalu tangan yang satunya meraih jemari Baekhyun "Ini begitu terlihat indah." Kata Chanyeol seraya mengelus jari-jari lentik tersebut.
"Tapi akan lebih indah jika ini berada di sini."
Setengah jari telunjuk Baekhyun sudah masuk ke dalam mulut Chanyeol. Dia menghisap seakan itu adalah lolipop yang paling manis didunia.
Kemudian ia membiarkan lidahnya bertubrukkan dengan kuku bening Baekhyun yang tidak terlalu panjang. Dia dapat mengenali dengan jelas garis-garis pembatas pada buku-buku jari si manis.
Mengeluarkan telunjuk itu dari mulut, kemudian dia menggantinya dengan memasukkan jari yang lain.
Hingga pada jari kelima.
Sebelum Chanyeol mengeluarkan kelingking Baekhyun, dia melirik wajah pemuda yang lebih kecil. Baekhyun memasukkan bibir atasnya ke dalam mulut, membiarkan gigi-giginya bergesekan dengan benda kenyal nan tipis itu, menelan salivanya sendiri, tak memungkiri apa yang Chanyeol lalukan jelas membuat ia berdebar.