Bagi seorang Chanyeol, jatuh cinta itu tidak mudah. Tidak, Chanyeol bukannya punya trauma tersendiri mengenai hal itu, bukan. Ia bukan pujangga dengan banyak pasangan, ia juga bukan seorang yang anti dalam berhubungan.
Chanyeol hanya tidak sadar kalau ia sudah terpikat dengan seseorang yang ia kenal semasa SMA. Atau lebih tepatnya, dia menyangkal itu semua.
Baekhyun namanya, Chanyeol mengetahui pemuda manis ini ketika tidak sengaja mendengar si manis sedang bersenandung dan bernyanyi sambil mengerjakan PR di ruang musik sekolah.
Hari itu sudah sore, sekolah sudah cukup sepi dan Chanyeol hendak pulang kalau saja lagu Someone like you-nya Adele tidak masuk ke dalam pendengarannya.
Si manis juga tidak sadar jika Chanyeol tengah menjadi pendengar nyanyian yang sebenarnya ia bawakan dengan asal-asalan.
Dan hal itu terus terulang hingga beberapa waktu ke depan.
Klise, ya.
Tapi itulah adanya. Hal sepele seperti itu yang justru membuat Chanyeol terpikat.
Dan perkenalan mereka diawali karena Baekhyun yang tanpa sengaja menabrak dirinya di lorong sekolah.
Si kecil itu memohon maaf, menundukkan kepala dan senyumnya yang secerah matahari terlihat sesaat setelah Chanyeol berkata tidak apa-apa.
Mereka akhirnya menjadi lebih dekat. Beberapa kali terlihat menghabiskan waktu istirahat bersama sampai-sampai orang lain salah mengira kalau mereka adalah sepasang kekasih.
Tapi sayangnya, mereka tidaklah lebih dari sekedar teman. Perhatian-perhatian kecil yang satu sama lain berikan nyatanya tidak lantas membuat hubungan mereka jadi lebih spesial.
Mereka sama-sama amatir dalam hal asmara, sama-sama tidak pernah menjalin hubungan sebelumnya. Jadi, bagi mereka berdua kedekatan seperti itu sudahlah cukup.
Tapi lambat laun, Chanyeol semakin menginginkan adik kelasnya itu. Dan pada akhirnya dia tahu, dia bukanlah satu-satunya.
Byun Baekhyun yang selama ini dia idamkan itupun ternyata memiliki banyak penggemar.
Kerap kali Chanyeol menangkap tatapan memuja dari siswa-siswa yang sedang berpapasan dengan Baekhyun, atau beberapa diantaranya yang memberanikan diri untuk mengajak Baekhyun bicara, atau hadiah-hadiah kecil yang mereka masukkan ke dalam loker Baekhyun.
Chanyeol tahu itu semua.
Dan dia sangat tidak menyukainya.
Chanyeol adalah tipe orang yang sulit mengontrol emosi jika dia sedang marah. Di tambah, dia sadar akan dirinya yang berbeda. Hal ini lantas membuatnya semakin frustasi, karena dia tidak yakin apakah Baekhyun bisa menerimanya atau tidak.
Perlakuannya pada Baekhyun lambat laun berubah. Dia bisa saja baik setengah mati, tapi bisa juga jadi kasar dan menakuti Baekhyun di tempat.
Dan ketika ia melihat Baekhyun diantar ke sekolah oleh seseorang, itu lantas membuat Chanyeol terbakar cemburu buta.
Dia benci melihat dua orang itu saling tersenyum, saling menatap seakan ada kebahagiaan yang terselip di antara mereka.
Chanyeol sangat tidak suka melihatnya.
Dia gelap mata, dia menyeret paksa Baekhyun ke area kolam renang. Mereka memasuki ruang ganti pria yang kondisinya kosong lalu Chanyeol menguncinya rapat-rapat.
Setelah itu, dia melampiaskan amarahnya kepada Baekyun dengan semena-mena.
Dia membuat Baekhyun ketakutan, Chanyeol tidak mengindahkan ketika Baekhyun meronta-ronta minta dilepaskan. Chanyeol tetap melakukan hal yang ingin dia lakukan sesuka hatinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
ROPE ✔
RomanceApa yang membuat dua orang bisa bersama? Baik Chanyeol maupun Baekhyun memiliki kebutuhan akan kehadirannya masing-masing. Ikatan yang terjalin di antara mereka bukan berlandaskan cinta, uang ataupun martabat; tapi, mereka lebih dari itu semua. Tri...