18 - Apple

117 9 4
                                    

Baekhyun berjalan dengan gontai begitu kelas sudah selesai. Nyatanya dia kurang tidur sehingga kedua mata Baekhyun sering kurang fokus dan dia menguap beberapa kali.

Hampir Baekhyun melewatkan pemberhentian bus yang seharusnya, beruntung Jongdae di sana sehingga pemuda itu mengingatkan Baekhyun untuk turun.

Dia masuk ke dalam apartemen dengan bahu yang merosot, kemudian Baekhyun mendaratkan tubuhnya tepat di sebelah Chanyeol yang tengah duduk di sofa.

Ransel yang semula Baekhyun kenakan sudah lolos entah kemana juga dua kancing teratas pada kemeja telah Baekhyun tanggalkan. Dia bahkan membiarkan pintu terbuka dan tidak perduli dengan segelintir orang yang lewat.

Si manis bersandar dan dia menatap Chanyeol dengan pandangan kosong. Tidak tahu apa yang sedang Chanyeol lakukan dengan laptopnya dan Baekhyun memang tidak berniat bertanya.

Tapi tidak lama setelah itu Chanyeol memalingkan wajah untuk menyambut Baekhyun meski sudah sangat terlambat.

"Aku lelah."

Begitu ujar si manis saat Chanyeol membawa kepala Baekhyun untuk berbaring pada pahanya. Dominan itu menunduk guna mendapat wajah Baekhyun yang lebih jelas, kemudian dia menyeka rambut dari kening yang lebih muda.

Chanyeol jelas tahu bagaimana lelah yang Baekhyun rasa karena waktu tidur yang singkat dan kelas pagi yang tidak dapat Baekhyun lewatkan. Maka dia tersenyum sebelum mendaratkan kecupan pada kening yang berhasil membuat Baekhyun tidak berkedip.

"Mandi dulu, setelah itu kau bisa tidur selama yang kau mau."

Sederhana tapi hal tersebut adalah suatu roman dalam kamus Baekhyun. Namun kemudian dia menggelengkan kepala karena dia pikir dia sudah terpengaruh dengan drama yang kemarin ia tonton.

Jadi kini Baekhyun memilih untuk memberi Chanyeol senyum seperti kuda.

Namun, ternyata terdapat hal lain yang tidak mereka sadari; Kim Hyejin taunya sudah berada di ambang pintu dengan kerutan yang dalam.

- chanbaek -

Hari libur nasional adalah satu dari sekian banyak hal yang Baekhyun suka karena Baekhyun dapat bermalas-malasan satu hari penuh. Dia membuka kedua mata saat matahari berada tepat satu garis di atas kepala. Sebenarnya pemuda Byun itu enggan untuk meninggalkan tempat tidur yang terlampau nyaman, tapi protes para penghuni perutnya tidak bisa dia abaikan dan Baekhyun langsung berjalan menuju dapur.

Dia mengambil sebuah apel dan air mineral dari dalam lemari pendingin. Hyejin di sana, di dalam dapur Chanyeol dan Baekhyun tidak perduli dengan yang  perempuan itu lakukan. Maka dia memutuskan untuk tidak menyapa perempuan tersebut dan berbalik untuk keluar dari dapur.

Dia tidak membenci Hyejin, jelas tidak. Mereka berdua bahkan tidak pernah berbicara selain untuk melakukan basa-basi, dan sekarang Baekhyun tidak dalam mood untuk melakukan hal tersebut.

Dalam langkahnya Baekhyun menemukan Chanyeol yang tengah berkutat dengan sebuah laptop. Dia melirik sedikit, memincingkan mata dan mendecakkan lidah karena merasa Chanyeol melewati hari libur dengan hal yang membosankan.

"Libur yang produktif?" Begitu sindir Baekhyun dan dia segera mendapat atensi Chanyeol sambil tersenyum kepadanya.

Chanyeol menyingkir sedikit untuk memberi ruang Baekhyun agar duduk di sebelahnya. "Bagaimana tidurmu?" Jelas jika pertanyaan tersebut adalah sebuah basa-basi namun cukup menyenangkan bagi si pendek.

"Nyenyak, tentu saja?" Begitu jawab Baekhyun sambil menatap kembali Chanyeol yang sedari tadi tidak memalingkan wajah darinya. Tidak mungkin Chanyeol akan melewatkan momen ini, Baekhyun dengan rambut acak-acakan khas orang bangun tidur jelas menarik minat Chanyeol.

ROPE ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang