6. PERTENGKARAN DUA PEMIMPIN

26 16 1
                                        

" Sebarnya apa yang diharap kan dari sebuah perkelahian apakah kemenangan ? "

        * Dion alaka christian *


Malam ini sesuai dengan permintaan sekelompok pemuda dengan lambang kebangaan mereka tengah menunggu musuh mereka.

" Mana tuh anak ngajakin malah gk muncul " pekik arga lalu menendang angin kasar.

" Ketar ketir kali gk mikir dulu siapa yang dia hadapi " tambah damar.

Di tempat lain zadan nyata nya sedang berhadapan dengan fely, gadis itu dengan berani mendatangi markas.

Sejak siang gadis itu masih disana tak ingin pergi agak nya, entah gadis itu
tau atau tidak.

" Fel gua anterin pulang ya udah
malem " bujuk zadan.

Sungguh dia pasti sudah dihina hina oleh sekelompok itu dan ia tak mau mereka merendah kan diri nya.

" Kenapa sih za gua kan cuman mau ketemu, ngobrol bareng sama lo salah ya "

Di banding kan musuh nya sungguh pemuda itu tak bisa melihat tatapan kecewa dari gadis itu ia akhir nya memilih duduk kembali.

" Gk gitu fel udah malem harus
nya lo istirahat "

" Lo ngusir gua " fely berdiri menepis usapan lembut dari kepala nya.

" Gk gitu fel " zadan berusaha menggenggam tangan nya namun segera ia tolak.

" Lo mau ngapain sih za mau berantem lagi lo gk kapok lo mau jauh dari gua lagi " pertanyaan gadis itu beruntun.

Zadan nampak diam tak tahu
harus menjawab apa, namun jujur
ia tak suka dengan ucapan gadis itu.

" Dia yang salah fel " sahut salah
satu anggota.

" Ya masalah nya apa dim, lo dan dia gk ada yang mau cerita sama gua " ia tunjuk kedua pemuda itu dengan garang nya.

Dimas Ganta Dia wakil STR A sekaligus sahabat baik zadan.

" Lo gk bakalan ngerti fel "

" Lo berdua gk jelasin ke gua gimana gua mau ngerti hah " bentak nya.

Karena pihak lain tak datang mereka akhir nya memilih kembali ke markas bagi mereka penantang yang meninggal kan pertempuran sebelom di mulai adalah pengecut.

Percuma buang waktu selama 2 jam disana namun tak juga nampak apakah pemuda itu sadar telah melawan orang yang salah ?

Mereka Armetra kembali sibuk dengan rutinitas yang biasa mereka lakukan selama di markas untuk melupa kan amarah yang tengah membara.

" Brengs*k " arga menendang kursi untuk menjadi pelampiasan diri nya.

" Mereka anggep kita lemah gitu " sahut damar.

" Kalo sebelum berjuang cupu banget tuh anak padahal kelihatan arogan "timpal davit.

" Mungkin ada hal lain " sahut xuan ia tak terlalu berapi api seperti para anggota nya, tapi jujur dalam hati nya ada api yang tengah berusaha ia pandam kan.

                  🥀~°•°•°•°•°•°~🕊️

Fely menuju sekolah dengan amat kecewa, tak ada jawaban dari peryanyaan sederhana nya, mengapa ? Apa dia sungguhan tak boleh tau, memang nya ada apa ?

Dia melirik kaca spion melihat motor zadan yang sejak tadi mengikuti nya, gadis itu berdecih ia memilih mengendarai motor dengan gila gilaan.

Seorang pemuda tengah menjalan
kan motor nya dengan kecepatan sedang menjajahi jalanan kota.

Raja ArmetraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang