31. HARGA DIRI

6 1 0
                                        

 
         " Angkat kepalamu nona jangan kau menundukan kepalamu untuk
laki laki sepertinya "

     * Felycia naomi talitha *

    Setelah pusing dengan tugas tugas yang bayak silih berganti kantin menjadi tempat yang diserbu oleh para siswi tersebut. dari raut wajah mereka terlihat bahwa mereka sudah lelah berpikir banyak sudah diperas habis selama pelajaran.

suara hantaman sendok dan garpu
berbunyi nyaring mereka bukan hanya
sekedar makan tapi juga berbincang bincang kalau kata vivi gk afdol gk ngosip sehari.

" Sekarang banyak yang segen
sama lo fel " ucap vivi mulutnya
penuh dengan bakso.

fely tak menggubris ucapan gadis itu
dirinya sebenarnya ingin menghentikan
hubungan ini. hubungan yang tidak ada dasaran rasa atau apapun dia bahkan heran kenapa pemuda itu mau, mau berpacaran dengannya sebenanya apa yang ada dipikiran diri pemuda itu.

fely sibuk melamun sambil mengaduk
minuman oren jus kesukaannya rasanya dia malas untuk makan bukan hanya masalah hubungan ia dengan xuan tapi masalah rumah juga pertemanan nya dengan zadan di tambah arka yang tak henti hentinya mengganggu dirinya terkadang ia amat risih.

sekelompok pemuda berjaket hitam dimana mereka adalah Wost wanted di SMA galaksi ini semua gadis menatap puja kedelapan pemuda itu.

xuan, arga, damar, davit, rangga memilih mendekati meja kelima
gadis yang asik merupi tunggu bukan
mereka berlima tapi berempat sebab
fely sibuk melamun sejak tadi.

" Mikirin apa ? "

suara xuan membunyarkan lamunannya gadis itu segera mendograk kan kepalanya menatap pemuda yang tengah duduk di samping dirinya.

gadis itu menggeleng " Gk percuma gua bilang lo juga gk bakalan jawab " jawab nya sedikit ketus.

berita hubungan pacaran dirinya dan
xuan sudah menyebar satu sekolah bahkan luar sekolah semua siswi yang mengidolakan pemuda itu menganggap dirinya musuh menyebalkan sekali.

sebenarnya isi pikiran fely tak jauh jauh
dari akar semua ini akar masalah antara kedua pemuda itu kepalanya mau meledak memikirkan semua ini yang sampai sekarang belom dia temukan jawabannya.

" Pulang sekolah ikut gua "

" Ngapain ? '' gadis itu menoleh.

" Nanti lo juga tau "

seakan percuman menjadi pacarnya meski pemuda itu sudah tak lagi melanggar aturan tak membolos duduk anteng di kelas berhenti membuat masalah berkat dirinya, tapi lihat lah cara bicaranya masih sama.

" Makan nanti sakit " ucap xuan
sambil mengelus rambut fely pelan.

hubungan keduanya juga menjadi kecemburuan bagi pemuda yang sejak tadi menatap kedua insan yang sedang bermesraan tersebut.

" Fely milik gua dan gua akan
rebut dia " gumamnya pelan.

setelah selesai makan di kantin gadis
yang selalu memakai serba hitam itu
berjalan seorang diri di koridor dia sendiri bukan tanpa alasan dia ingin
pergi ke toilet.

" Aku salah kak maaf  "

gadis itu menghentikan langkahnya
dia menajamkan pendegaran apa dia tisak salah dengar ada suara orang yang sedang menangis.

gadis itu menatap sekeliling padangannya tertuju pada sebuah ruangan dengan langkah cepat dia mendatangi tempat tersebut.

Brakk

Raja ArmetraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang