34. KEPEMILIKAN

4 1 0
                                        


" Dia punya gua jangan harap bisa yentuh dia walaupun hanya seujung kuku siap siap nyawa lo jadi mainan gua "

* Xuan ardart zaahii*

Ternyata mempunyai hubungan dengan sosok seperti itu sangat menyempitkan pergerakannya dia meeasa terkekang dan tidak bebas segala sesuatu diawasi dan di atur memangnya ini hidupnya.

" Iss kenapa sih " fely berusaha keras untuk melepaskan genggaman tangan dari pemuda itu ia sudah risih di tatap para gadis yang ada di koridor.

meski sudah hampir 1 bulan lamanya tapi sungguh dirinya tidak terbiasa dengan sikap pemuda itu dan dia juga tidak pernah menyangka akan bertahan sejauh ini.

" Makan awas gk makan " suruh pemuda itu ketika sampai di kantin.

ia pemuda itu selalu mengutamakan kesehatan juga keselamatannya tak tanggung tanggung hampir setiap saat pemuda itu selalu menelfonnya atau bahkan datang kerumahnya hanya untuk mengecek keadaan gadis itu.

" Kamu gk perlu segininya jadi pacar aku ini berlebihan apalagi kamu sering dateng ke rumah kamu tau kan kalo dirumah itu cuman aku sama bibi gk enak loh di omongin orang "

gadis itu mencoba berbicara baik baik untuk membujuk pemuda itu katakan saja dia lemah tapi memang benar dia benar benar tak bisa melawan keputusan dan kehedak pemuda itu.

" Engk "

gadis itu memutar bola matanya malas dia heran dengan dirinya kok bisa bertahan dengan pemuda seperti xuan sebagai pacarnya padahal tidak ada rasa.

" Makan "

nh kan perintahnya juga tak ingin di bantahkan oleh karena itu dia langsung makan jika tidak pemuda itu yang malah menyuapinya nanti.

seorang pemuda memakai jersy basket sedang latihan dilapangan padahal semuanya sedang istirahat namun pikiran pemuda itu kacau sehingga dia memilih basket sebagai pelarian.

" Kenapa lo bisa pacaran sama dia
bahkan lama fel kenapa " batin arka.

ya pemuda itu adalah arka dia tidak suka fely dekat dengan xuan dia tidak suka fely pacaran dengan pemuda itu fely itu miliknya dan tidak boleh dengan orang lain.

seorang gadis cantik yang selalu tampil feminim sejak tadi mengawasi pemuda itu sambil sesekali melihat ponselnya.

" Kenapa lo seaneh ini " gumamnya.

dia masih ingat pembicaraan yang tak selesai kemarin dia kesal karena pemuda itu nyatanya malah pergi karrna ada urusan lain.

Brakk

saat dia membalikan badan tubuh mungilnya tak sengaja menabrak sosok tinggi di depannya sehingga membuatnya jatuh seketika.

" Aduh sakit banget " adu nya.

" Lo gpapa kan ? " pemuda itu berusaha membantu gadis itu berdiri.

" Gapapa gapapa buta lo gua jatuh sakit nih tangan sama pinggang gua " keluhnya.

" Ayok gua obatin "

seorang gadis dengan penampilan biasa mengidolakan bintang sungguh gadis itu sepertinya tidak sadar akan kebodohannya pagi ini.

" Gua cinta sama lo vit " ungkap gadis itu.

gadia itu saat ini sedang berada di depan seorang pemuda yang merupakan anggota inti armetra dia tak perbah sekalipun tertarik dengan gadis di sekolahnya.

'' Basi "

" Gua cinta lo, lo gk cinta sama gua ? "

pemuda itu tersenyum miring lalu menghampirinya, dia mendekat dan membisikan sesuatu.

Raja ArmetraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang