" Antara luka batin atau luka
fisik mana yang akan kamu pilih "
* Felycia naomi talitha *
Fely kaget bukan main atas penuturan arga, ia mencerna semua perkataan pemuda itu lalu ia bangkit dan segera beranjak.
" Mau kemana fel lo masih lemas " ucap zadan berniat ingin mencegah fely. fely tetap berdiri kini ia di hadapan arga.
" Ga ruangan dia dimana ? " tanya fely.
" Ruang melati nomer 6 " jelas arga berlalu santai.
fely yang masih sedikit lemas
itu berniat pergi melihat xuan.
" Gua bantu fel " ucap zadan.
mereka berjalan bersama zadan membantu fely.
" Nyesel gua udah gila gua jadi
lemah dan nyusahin orang walaupun
orabg itu lo za " batin fely.
dalam lubuk hati terdalam fely benci menjadi beban menyusah kan orang lain, dia benci menjadi lemah seperti ini. mereka telah tiba di depan ruangan.
Ceklek
fely kemudian dengan lembut nya membuka pintu itu. di sana ada xuan yang terbaring di atas bangkar. dan ada seorang gadis yang melihat nya entah siapa.
fely dengan memaksakan langkah nya menuju bangkar ia menatap lamat lamat wajah pemuda itu ia sedang tertidur pulas, lalu menatap badan nya yang penuh perban. fely menutup mulut nya.
" Lo kok jadi gini " ucap fely pelan ia merasa bersalah ternyata xuan menderita karena membantu dirinya.
suara lembut itu dapat membanggun kan xuan dari tidur nya.
" Fel kok lo disini " tanya xuan pelan namun fely malah menangis lalu memeluk nya.
ana yang melihat nya kaget langsung menghampiri nya " Anjirt fely " serkas gadis itu.
" Ana jangan berisik" ucap xuan ia membiar kan fely tenang lebih dulu.
" Fely hey kenapa nangis hm
cantik nya luntur dong " ucap xuan terkesan manis mengalah kan gula.
ana tercenggang kaget ia tidak percaya sahabat nya bisa berbicara seperti itu. ia kemudian menatap wajah gadis di sebelah nya banyak tanya di pikiran nya.
Ceklek
pintu kembali terbuka menampilkan seorang arga yang datang membawa makanan dia memberikan ana makan juga membatu xuan untuk bersender.
" Fel suapin gua " ucap xuan bukan ucapan tapi perintah. fely yang sadar pun menyuapi xuan ia tahu xuan sakit karena nya.
zadan menggepal kan tangan nya bagaimana mungkin ia harus melihat hal ini ia memilih keluar dari ruangan.
sementara di sofa " Ana suapin gua " titah arga.
dengan semangat gadis bernama ana itu menyuapi arga mereka saling suap menyuap. di pikiran fely mereka adalah sepasang kekasih.
ana terus saja menatap heran dia bingung tapi arga tak memberi tahu apapun ia sering menyikuti pemuda
itu berkali kali.
" Makan dulu na makan gk boleh sambil ngomong " titah arga. ana dengan cembetut pun menerus kan makan nya.
" Lo udah makan ? " tanya xuan.
" Udah kok " fely tersenyum simpul.
" Cantik jangan sampai luntur " puji xuan. entah mengapa berhasil membuat pipi nya bersemu merah ia menatap ke bawah malu.
bagaimana xuan yang menyebal
kan, sok berkuasa, sok dingin bisa seperti ini tuhan bawa fely ke bulan.
xuan terseyum dia terus menatap
fely entah kenapa wajah itu kini menjadi candu untuk nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raja Armetra
Fiksyen Remaja" Gua mau keluarga yang saling menghargai bukan menghakimi " seororang remaja menjambak rambut nya frustasi hidup nya sudah ada yang kosong dan kekosongan itu mampu merubah hidup nya 180°. dia Xuan ardart zaahii putra bungsu dari jendral faisal sek...
