11 || Follow The Flow

114 3 0
                                        

Happy Reading ❤️

Langit semakin gelap siang ini, di atas sana awannya mengepul bergerak perlahan membentuk gumpalan abu-abu pekat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langit semakin gelap siang ini, di atas sana awannya mengepul bergerak perlahan membentuk gumpalan abu-abu pekat. Dipastikan tidak lama hujan mengguyur kota Jakarta. Jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan siang tapi suasana masih seperti dini hari. Dan benar saja rintik-rintik air mulai membasahi bumi, semakin deras membuat beberapa orang memilih meneduh.

Seorang wanita duduk di belakang meja kasir, menatap beberapa pengunjung yang tengah menikmati kudapan yang mereka pesan. Niat hati ke kafe hanya mau mengambil laptop setelah itu dia berniat ke rumah Sekar, namun hujan menahannya di kafe lebih lama karena wanita itu hari ini tidak membawa mobil.

Lovy yang sedari tadi termenung memikirkan solusi atas masalahnya di kafe, wanita itu bukan tidak menyadari beberapa karyawannya bisik-bisik membicarakannya, hampir semua khawatir dengan keadaan kafe sekarang. Lovy belum tau harus berbuat apa, dia juga belum sempat membicarakannya dengan Argam. Akhir-akhir ini Argam sangat sibuk dia hanya tidak mau menambah beban sang suami.

"Hot Americano, please."

Lovy tersentak, kepalanya sedikit terangkat. Mata wanita itu membulat melihat siapa yang berdiri di depannya. "Eh Mas Ardhan?"

"Mas habis hujan-hujanan?" tanya Lovy melihat kedaan Ardhan.

Pria dengan kemeja hitam itu meringis, mengusap rambutnya yang setengah basah. "Mobil saya mogok di depan."

"Mas nggak bawa payung?" Lovy merasa bodoh atas pertanyaannya, jelas pria itu tidak membawa payung melihat rambut dan kemejanya basah. "Eh tadi Mas Ardhan pesan apa?" buru-buru Lovy kembali bertanya.

"Hot Americano."

"Nggak sama rotinya Mas?"

"Tidak." Ardhan menatap berbagai macam roti di etalase.

"Yang Cheese cake enak Mas, itu best seller disini. Salah satu cake favorit aku juga," ujar Lovy menunjuk roti keju di etalase.

"Boleh."

"Hah?" Lovy menatap Ardhan bingung.

"Sama cheese cake."

"Oh oke jadi hot americano satu sama cheese cakenya satu ya Mas, totalnya seratus delapan puluh ribu. Mau pake cash atau debit?"

Ardhan menyerahkan kardu debit berwarna hitam.

"Baik silahkan ditunggu ya mas, terimakasih." Lovy mengembalikan kartu debit milik Ardhan seraya tersenyum ramah.

Ardhan mengagguk lalu berlalu mencari meja kosong. Pria itu duduk di kursi bagian pojok, mengeluarkan laptop dari tas yang sedari tadi dia tenteng. Pria itu beberapa kali mengusap bagian luar tas yang terkena tetesan air hujan, beruntung tas yang dia pakai waterproof sehingga tidak membasahi laptonya yang berisi banyak data penting.

Benang MerahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang