21+
hanya seorang bidadari yang bisa mendapatkan hati seorang jeon jungkook. seorang mafia kejam yang tidak memiliki hati nurani. jangan pernah membuat masalah dengannya jika kalian tidak ingin di habisi olehnya.
"ayo jungkook, kau harus berkenalan...
saat ini, perasaan jungkook sedang tak menentu. ia senang melihat istrinya sudah sadar, ia senang saat mendapatkan respon yang baik dari istrinya. padahal ia sudah berpikiran jika istrinya nanti pasti akan marah padanya, atau bahkan akan sangat membencinya setelah tragedi kecelakaan itu. tapi disisi lain dia juga merasa sedih dan takut, ia masih sedih dan belum bisa menerima kenyataan jika bayinya harus berakhir tragis. ia juga ketakutan, ia takut jika apa yang di perlihatkan istrinya saat ini hanya sebuah tipuan. ia takut jika setelah ini, rose memiliki sebuah rencana untuk mengakhiri hubungan mereka dan pergi jauh darinya.
"honey" bisik jungkook yang masih dan akan selalu setia berada di sisi rose. wanita itu saat ini masih terlelap dalam tidurnya setelah di pindahkan ke ruang rawat.
"aku minta maaf sayang, aku tidak tau harus mengucapkan ini berapakali lagi, aku benar benar minta maaf. aku menyesali semua apa yang terjadi di antara kita. aku benar benar bodoh sayang, dan aku akui akan hal itu" ucap lelaki itu di sela dirinya mengecupi tangan istrinya yang terlihat pucat.
"aku sangat mencintaimu roseanne jeon, aku benar benar mencintaimu" ungkapnya, "aku menyukaimu, bahkan aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertamakali kita bertemu malam itu. aku--- aku terpesona akan kecantikanmu, aku sungguh tidak bisa berhenti memikirkanmu setelah pertemuan di bar malam itu" imbuhnya di akhiri dengan kekehan.
"aku pengecut sayang, aku tidak berani menemuimu secara langsung waktu itu. aku terlalu takut, aku takut kau terseret dalam masalahku dan berakhir terluka. aku sungguh marah pada si bangsat itu yang berniat menodaimu malam itu, padahal saat itu aku belum tau siapa kau. tapi itulah takdir, aku sendiri juga tidak mengerti dengan hatiku. bagaimana bisa aku langsung jatuh cinta padamu, padahal aku bertemu atau bahkan bertatapan denganmu saja tidak lebih dari 5 menit"
mau sebanyak dan sekeras apapun jungkook berbicara, rose masih setia menutup matanya. sepertinya ini juga pengaruh obat yang di berikan suster dan dokter tadi.
"paginya, ah tidak, setelah aku menghabisi si bangsat itu. aku langsung mencari tau semua tentangmu sayang, tapi ya itu--- aku hanyalah seorang pengecut yang tidak berani menemui atau mendekatimu secara langsung" kekehnya, lelaki itu menertawakan dirinya sendiri. "tapi aku setiap hari selalu melihatmu, aku selalu menyempatkan untuk mengirimimu surat ataupun bunga. aku meminta lukas dan leo bergantian untuk memantaumu saat aku sedang tidak disini. sejujurnya saat itu aku berniat untuk menunjukan diriku di hadapanmu. aku berniat untuk berkenalan langsung denganmu. tapi semua niatku itu pupus begitu saja saat kau hadir di perjamuan makan malam itu dan memperkenalkan dirimu sebagai kekasih anak pungut itu" lanjutnya.
jungkook benar benar menceritakan secara detail bagaimana dirinya mengenal rose dan jatuh hati pada wanita cantik itu.
"saat itu aku marah dan kecewa. aku memaki diriku sendiri yang terlalu pengecut karena tidak berani mendekatimu secara langsung. aku pikir aku akan kehilanganmu malam itu. tapi ternyata tidak, aku benar benar bahagia saat lukas memberitahu tentang sandiwaramu dengan anak pungut itu. aku bahkan bertambah bahagia saat ayah dan ibu membantuku secara diam diam untuk mendapatkanmu" ungkapnya lagi dengan sesekali tersenyum mengingat bagaimana kenangan mereka berdua.
"tapi aku malah menghancurkan semuanya sayang" lirih jungkook kemudian, "aku bodoh, bagaimana bisa aku percaya begitu saja ucapan jessica. bagaimana bisa aku meragukanmu dan menuduhmu hamil dengan laki laki lain. padahal jelas kau selalu bersamaku. dan imbas dari semua kebodohanku itu-- imbasnya aku malah menyakitimu dan membuat kita kehilangan anak pertama kita. aku benar benar bodoh sayang. jikapun nanti saat kau sudah sehat dan pulih kau akan memukuliku, aku benar benar siap sayangku. hukum aku, hukum aku sepuasmu. tapi aku mohon---"
jungkook meneteskan air matanya yang sedari tadi ia tahan.
"aku mohon jangan pernah tinggalkan aku"
....
"nak, jika kau memang tidak mau bertemu dengan jungkook. ibu tidak masalah sayang, ibu juga marah dan kecewa pada anak itu. ibu benar benar kecewa padanya" ucap ibu jungkook yang saat ini menyuapkkan makanan pada rose.
wanita cantik itu sebenarnya diam diam juga mencari keberadaan suaminya. sedari tadi ia bangun sejak 30 menit yang lalu, jungkook sama sekali belum terlihat. padahal kata suster yang tadi mengganti infusnya, jungkook selalu berada di sini untuk menjaganya. tapi kenapa sekarang malah tidak ada, apa lelaki itu sudah lelah.
"ayah dan ibu meminta maaf sebesar besarrnya padamu rose. maaf kami tidak bisa mendidik jungkook sampai sampai membuatmu seperti ini. ibu pastikan, jungkook akan mendapatkan hukuman yang pantas dari ayahnya" ucap ibu jungkook lagi.
rose yang mendengar itu langsung menoleh, wanita itu langsung teringat dengan luka memar yang membekas di wajah suaminya. jangan jangan luka itu ia dapatkan dari sang ayah.
"ibu--- aku sama sekali tidak marah. jungkook pasti juga sama sedihnya spertiku. tidak ada yang perlu disalahkan disini, aku maupun jungkook juga tidak ada yang mau seperti ini. ini semua murni kecelakaan. aku tau betul bagaimana jungkook di hajar dan akan di culik oleh gerombolan itu. aku tau bagaimana jungkook berusaha memberontak saat itu. aku sendiri yang berniat membantu jungkook saat itu, aku tidak mungkin diam saja melihat suamiku akan di culik. maka dari itu aku berinisiatif membantunya. tapi ternyatta para penculik itu juga berbalik menyerangku, salah seorang dari mereka ada yang mendorongku ke jalanan sampai aku harus terserempet kendaraan yang lewat" jelas rose panjang lebar dengan menggenggam erat tangan mertuanya.
"ibu, saat itu jungkook sedang berusaha membujukku. dia berulang kali meminta maaf dan memintaku kembali. jungkook juga selalu menjagaku, dia diam diam membuntutiku dan memastikanku baik baik saja sampai rumah. tapi memang dasarnya aku yang keras kepala, aku tidak juga memaafkan jungkook dan berakhir seperti ini" imbuhnya.
wanita hamil itu menghela nafas panjang, "rasanya memang sakit dan sedih kehilangan sosok yang kita cintai. tapi menangis dan terus menyesali keadaan juga tidak akan pernah ada habisnya. jika aku terus terusan menyalahkan jungkook, apa bayi kita akan kembali? tidak juga kan? yang bisa ku lakukan saat ini hanya ikhlas dan menerima semuanya ibu. aku anggap ini semua adalah pembelajaran untukku maupun jungkook. dan ku harap setelah ini--- setelah ini kami menjadi pribadi yang lebih baik lagi"
....
jungkook tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat rose mau di sentuh olehnya. kini wanita itu tertidur dalam dekapannya setelah menangis mengingat bayi mereka yang harus pergi untuk selamanya.
jungkook pikir, rose akan mengamuk dan mencaci maki dirinya, tapi ternyata tidak. wanita itu langsung merentangkkan tangannya saat dirinya datang dari menyelesaikan beberapa urusan.
mengerti kode yang di berikan sang istri, dengan senang hati jungkook langsung memeluk wanitanya itu.
dan dalam pelukan itu, jungkook tidak hentinya mengucapkan kata maaf dan mengatakan jika dirinya sangat mencintai istrinya itu.
"aku sangat mencintaimu istriku, roseanne jeon. aku berjanji akan menebus semua kesalahan yang sudah ku perbuat. aku berjanji sayang"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.