BAB 13

24 3 0
                                        

"cepet banget ke hari senin,cape gue" menelungkupkan kepalanya di atas meja dengan tangan sebagai alasnya

"ya mana gue tau tanya ke yang punya hari"

mendengar itu iya kembali tegak "siapa?"

"maha kuasa" ucpanya di iringi tawa

"bangke lo" kembali menelungkupkan kepalanya

"pengumuman semuanya para siswa dan sisiwi di harapkan segera ke lapangan karna upacar akan segera di mulai Terimakasih"

"anj baru mau mendarat ni pantat gue ke kursi udah di panggil aje" iya hendak duduk tapi baru setengah pengumuman pun datang

"udah lah yok keluar"

"kita gak bolos ni,cape tau berdiri di sana mana panas lagi"

"untuk kali ini enggak,karna nanti ada pengumuman"

"tau dari anak osis kan lo"  iya pun mengangguk mereka semua pergi ke lapangan yang di mana sudah ramai oleh siswa dan siswi

dari ke jauhan terlihat dua orang berbeda gender tengah berdiri berhadap hadapan dengan sang wanita yang merapikan poni sang pria yang sedikit berantakan dan tersenyum manis,tanpa sadar iya mengepalkan ke dua tangannya dan itu di lihat oleh ke lima temannya

"bos kenapa?" berbisik ke orang yang ada di sampingnya,yang di tanya lantas melihat ke arah yang di lihat bos mereka dan saat melihat ke sana baru lah iya paham mengapa bos nya ini terlihat kesal dan menahan amarah

"Tap" iya merasakan tepukan di bahunya lantas menoleh dan mendapatkan sahabatnya yang menyuruh melanjutkan jalan mereka dan mereka pun melanjutkan jalan,Travis terus memperhatikan sepasang kekasih itu dengan intens tak lama upacara pun di mulai yang membuat mereka kembali terfokus ke arah depan.

semua orang tengah fokus ke depan di mana kepala sekolah yang sedang berceramah tapi tidak dengan harya dan zeva yang asik sibuk dengan dunia mereka sendiri yang di mana zeva malah memeluk harya dan bersender tidak lupa juga menjahilinya dengan harya yang menahan kesal karna selalu di jahili,begitu juga dengan travis yang selalu melihat ke samping yang di mana iya melihat zeva dan harya,rahang nya mengeras melihat momen manis itu tapi tak bisa berbuat apa apa

kepala sekolah melihat ke arah mereka dan menegurnya yang membuat semua pasang mata melihat ke arah mereka

"kalian berdua sedang apa,di sini untuk upacara bukan berpacaran"

mendengar itu harya lekas secepat kilat melepaskan pelukan zeva karna itu zeva menjadi kesal

"ck.saya tau pak di sini sedang melakukan upacara,tapi apa salahnya pacaran gak ganggu  dan merugikan bapak juga kan"

menatap menantang kepala sekolah semua orang hanya diam dsn terkagum dengan keberanian zeva karna kepala sekolah mereka sangat di segani

"kita juga gak berjoget di depan bapak kan,sampe bapak ngelarang kita pacaran,ah atau bapak iri melihat kami"

kembali menarik pinggang harya dan memeluknya posesif,harya hanya diam dan menunduk karna pipinya yang sudah memerah,mendengar penuturan siswinya kepala sekolah hanya diam dan melanjutkan ceramahnya,zeva tersenyum menang dan mendapatkan jempol dari beberapa siswa dan siswi,Travis yang awalnya terlihat senang kini kembali datar lagi.tak terasa upacara pun sudah selesai tapi mereka belum di perbolehkan untuk bubar karna ada satu pengumuman lagi.

"minggu depan kita akan mengada kan study tour yang akan berlangsung selama satu minggu,siapapun bisa untuk ikut jika ingin mendaftar  silahkan di sekertaris kelas masing masing terimakasih"

mendengar itu semua siswa siswi bersorak senang begitu juga dengan zeva leo zega dan harya mereka bertos ria,tak senagaja zeva melihat ke arah Travis yang juga melihat ke arahnya lantas dengan cepat zeva memutuskan kontak mata mereka dan langsung memeluk pinggang harya dengan posesif dan berlalu pergi dari sana,wajah harya sudah merah bak tomat

'jantung tahan,jangan sampai jatuh ke mata kaki'  membatin memperingati jantungnya agar tak meloncat keluar karna berdegup begitu kencang

"auww,gue suka banget couple satu ini"
ucap siswi yang tengah menggigit jari kukunya gemas

"iya anjir awalnya gue gak suka tapi makin kesini mereka cocok dan serasi mana gemes lagi liatnya" sambung siswa di sebelahnya,mendengar itu travis menggertakan giginya dan berlalu pergi dari sana di susul teman temannya

"zeze,ze ikut study tour besok?" mereka sudah ada di dalam kelas

"kalo kamu ikut aku juga ikut" mengelap keringat di pelipis dsn batang hidung harya

"yah dan kita di sini hanya nyamuk" menatap malas pasangan di depan mereka

"bolos yok bang"
"gas"

zeva tak menghiraukan mereka dan melanjutkan aktifitasnya memandangi wajah tampan nan cantik di depannya itu

"nanti aku tanya ibu ya boleh apa enggak nya" zeva hanya mengangguk
*
*
"bang" "hmm" menjawab seadanya

"kakak serius gak sih sama harya?"

leo menoleh ke arah adiknya itu dengan alis yang terangkat satu

"maksudlo?"

"kemaren adek gak sengaja ngeliat kakak itu jalan sama cowo gandengan tangan malah dan kakak juga memperlakukannya dengan manis tau"

menjelaskan apa yang iya lihat,mendengar itu leo mengernyitkan dahinya

"lo gak bohong kan zega"

"enggak lah kurang kerjaan aja kalo aku bohong,dan abang tau cowo itu memiliki paras yang sama kayak harya memiliki wajah tampan dan juga cantik,jika di bangdingkan keduanya mereka sama sama cantik"

"pro juga zeva" bertepuk tangan dan saat melihat ke arah adiknya yang terlihat senyum senyum nakal

"lo jangan pernah mikir bisa kayak zeva"

"kenapa? kakak bisa kok aku gak bisa,kan kakak jadi panutan"

"zeva berbeda ,kalo panutan itu ambil aja yang baiknya buang buruknya dan gue peringati jangan ngelakuin apa yang di lakukan zeva,jangan ya dek ya
dan rahasiain ini jangan sampe ada yang tau"

"aduh mana aku bilang ke harya kakak gak akan selingkuh lagi" memegang kepalanya pusing

"emang dia pernah nanya gitu"

"iya,waktu di ruang musik"

"terus lo jawab apa?"

"ya aku bilang kakak gak akan selingkuh,kalo udah pilih A kakak akan tetap A gak akan lagi ganti pilih B,gitu"
*
*
di toilet harya tengah mencuci tangan di wastafel  saat iya mendongak ada satu pria yang berdiri di belakangnya dengan wajah datar yang membuat harya terperanjat kaget dan langsung berbalik ke belakang menunduk,hendak pergi tapi sebuah pertannyaan menghentikan langkahnya

"sejak kapan lo deket sama dia?" nada suarannya datar dan dingin yang membuat harya takut dengan expresi bingung harya menjawab

"ha,ma-maksudmu?" suara yang sudah bergetar

bukannya menjawab pria itu kembali memberi pertanyaan
"lo pacaran sama zeva?" dengan gugup harya menjawab

"i-iya"

lantas pria itu berjalan mendekati harya dan harya mundur hingga punggungnya terbentur tembok yang membuatnya terkejut, iya melihat kaki itu berjalan mendekat

"apa yang dia liat dari lo?" harya hanya diam karna bingung dan semakin menunduk dengan tangan yang memilin ujung seragamnya,iya sudah hampir menangis,jika pria itu tidak berlalu pergi dari sana,karna tak lama pria itu pergi meninggalkan harya tanpa sepatah katapun,melihat itu harya lega dan merapikan seragamnya berlalu pergi dari sana

Triplets ZETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang