BAB 16

18 3 0
                                        

"drab....drab..drab..."suara langkah kaki yang tergesa gesa berjalan naik turun tangga yang membuat orang yang sedari tadi memperhatikan menjadi was was dan khawatir kala melihat putrinya itu yang tergesa gesa naik turun tangga ke sana ke mari

"aduh!!kakak hati hati itu tangga bukan lantai datar,kalo jatoh gimana" bunda baru selesai bicara terdengar suara benda jatuh begitu keras yang ternyata itu adalah zeva yang berguling turun tangga yang membuat bunda terpekik kaget dan panik

"akh.."

"kakak!!!!ya tuhan leo,zega cepat turun sini nak bantu bunda kakak kamu jatuh" pekik bunda dan menghampiri zeva yang tertelungkup dengan kepala yang menghantam lantai terlebih dahulu,mendengar teriakan bunda leo dan zega segera keluar dan betapa terkejutnya mereka kala melihat zeva yang terbaring di bawah tengah di bantu bunda untuk duduk

"kakak!!" lantas dengan cepat zega dan leo turun ke bawah menghampiri zeva dengan cepat leo menggendong zeva ala bridal style menuju sofa dan mendudukannya di sana,dan bunda menyuruh zega untuk mengambilkan kotak p3k,karna jidat zeva sedikit berdarah

"kok lo bisa sampe jatoh gini sih,gak biasanya lo cerobah begini"

"sess..diem dulu bisa,kepala gue puyeng ini" memegang kepalanya yang langsung di tahan leo

"pala lo berdarah jangan di pegang" dan tak lama zega datang dengan membawa kotak p3k langsung memberikannya ke bunda

"ini bun" duduk di samping zeva,lantas bunda dengan telaten mengomati luka itu

"ck.orang nanya juga" berdecak

"untung gak parah kak" memperhatikan bunda yang tengah mengobati luka zeva, wajahnya khawatir tercetak jelas

"santai aja,gak usah khawatir gitu,gue cuma jatuh dari tangga bukan gedung" mengusap wajah zega pelan yang langsung mendapatkan dengusan dari zega

"ya gimana kalo gak ada kakak uang jajan zega gak ada tambahan dan siapa lagi yang bisa zega susahin,siapa lagi yang zega minta bantuan di tengah malam karna pengen martabak"

"wah gila berarti selama ini lo cuma mau duit gue doang" hendak memukul zega tapi terhenti kala pertanyaan bunda

"kakak buru buru mau kemana?"

"ke apartemen bun" iya berbohong karna tidak mungkin untuk mengatakan jika iya ingin pergi ke mension,jika mengatakan itu pasti bundanya akan bertanya dan menuduh macam macam,karna bunda dan ayah tidak mengetahui jika iya memiliki perusahan sendiri yang di bilang sangat sukses di usianya yang masih muda ini

"kenapa harus buru buru coba?"

"ya karna kakak harus sampai duluan ke apartemen,sebelum harya"

"harya pulang hari ini" sudah selesai mengobati zeva dan mengemasi barang barang

"iya"

"ohh pantesan buru buru dasar bulol"

"dih bilang aja lo iri kan leo,karna lo jomblo akut ble" menjulurkan lidahnya dan berlalu pergi dari sana meninggalkan leo yang mendengus kesal

"bun zeva pergi dulu"

"iya hati hati sayang" zeva mengangkat jempolnya tanda iya

zeva sudah sampai di mension dalam waktu lima menit,padahal jarak mension ke rumah utama lumayan jauh,tapi begitu lah zeva akan menjadi gila jika membawa mobil kecuali jika bersama ke dua pacarnya

"hufff,syukurlah dia belum sampai" menuju lantai atas melihat dari atas satu mobil yang di khususkan untuk harya datang,senyum mengembang di belah bibir zeva lantas iya berdiri di belakang pintu kamar menunggu harya

"apa zeva ada??"

"ada tuan,di kamarnya sedang menunggu anda" ucap bodyguard itu sopan,dan harya lekas menuju ke atas di mana kamar mereka berada

"krettt" bunyi pintu terbuka lantas dengan cepat zeva memeluknya

"sayang aku kangen tau"yang di peluk terdiam kaku dan tak lama zeva mendengar suar cekikikan dari arah depannya lantas iya membuka mata dan melihat jika harya tengah berdiri di depannya sambil tertawa tapi bukan yang iya peluk lantas iya mendongak melihat siapa yang iya peluk dan saat mendongak iya kaget ternyata yang iya peluk adalah bodyguard pria muda yang beberapa tahun lebih tua darinya dengan wajah yang sudah memerah, lantas dengan cepat zeva mendongnya dan menatap tajam pria tersebut

"kok elo sih anj"

"Ma-maaf nona saya hanya mengantarkan tuan saja" harya semakin tertawa melihat wajah kesal zeva

"pergi" bodyguard itu membungkuk dan berlalu pergi meninggalkan kedua tuannya,dengan cepat zeva menghampiri harya dan memeluknya manja membawa masuk ke kamar mereka

"puas banget ya ketawanya" menciumi pipi gembul harya yang masih tertawa puas,melihat harya yang masih tertawa lantas dengan jahil zeva menggelitiki harya yang membuat harya tertawa terpingkal pingkal,mereka sudah ada di atas kasur

"ha..ha..ha..uh..udah zeze"

"rasain hmm,siapa suruh kamu ngetawain aku" masih menggelitiki harya

"ha..ha..uduh gak kuat udah" zeva pun menghentikan menurutinya yang berhenti menggekitiki harya dan berbaring di samping harya,harya sendiri masih berusaha menghentikan tawanya dan menghapus air mata di pelupuk matanya yang keluar karna tetawa puas

"zeze" panggil harya

"hmm" deheman zeva berikan karna sekarang iya tengah memeluk harya dari samping

"aku ada video lucu tau mau liat gak?" mengambil ponselnya di saku celana

"ni liat ya lucu banget tau" memutar satu video yang du mana ada satu cewe duduk menghadap jendela dengan gitar di pangkuannya terngah bernanyi yang ternyata itu adalah video dirinya,yang bernanyi galau karna harya

"dapet dari mana videonya?" merebut ponsel harya dan menghapusnya,melihat itu harya kembali tertawa

"cieee galauin aku ya cieee,kemaren aja zeze sok belagu
'kamu kalo mau tinggal tebih lama sama ibu,tinggal aja gak papa kok"menirukan zeva saat mengatakan itu"ha..ha... gak taunya galau sendiri"

mendengar itu zeva menjadi malu dan tanpa sadar wajaahnya memerah karna malu

"cieee wajahnya merah cieee,ihh lucu banget deh pacar aku" menoel noel pipi zeva yang sudah memerah bak tomat

"ihh apa sih" mendenggelamkan wajahnya di dada harya,melihat wajah zeva yang malu membuat harya semakin tertawa dengan membalas pelukan zeva

"aku tanya kamu dapet di mana videonya?" suaranya sedikit teredam tapi masih bisa di dengar oleh harya yang masih tertawa

"leo" jawabnya singkat

"leo anj awas lo bangke" mempererat pelukanya

"jadi gini ya rsanya jadi zeze,yang suka jailin aku"

"udah ihh" harya kembali tertawa

di tempat lain yang di sebut namanya menjadi bersin

"achimm, pasti ada yang nyebut gue ni"

*

"sayang"

" iya kenapa ze?" mengalihkan perhatiannya dari ponsel ke arah samping di mana zeva masih setia memeluknya

"aku izin keluar sebentar ya"

"mau kemana?"

"keluar ketemu sama leo"

"jangan bilang soal video tadi,ihh jangan di apa apain leonya,kasian tau ze"

"enggak aku apa apain kok,cuma satu apain aja"

"iss kamu" zeva hanya terkekeh

"boleh gak ni?" harya mengangguk dan zeva bergerak duduk lalu berdiri menuju lemari mengambil jaket dan tak lupa kunci mobil lalu kembali lagi ke arah harya dan mengelus lembut pucuk kepala harya dan mencium pipi gembul harya

"cup"

"aku pergi dulu,kalo mau tidur tidur aja duluan aku agak malem pulangnya"

"iya"

Triplets ZETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang