BAB 22

15 2 0
                                        

di tengah hutan yang rimbun dan sunyi seorang perempuan tengah menyeret kakinya untuk terus berjalan,keadaanya begitu berantakan dengan badan yang begitu kurus,baju yang sudah sangat lusuh dan robek, rambut berantakan luka di mana mana masih basah dan terus mengalir keluar hingga membasahi baju yang iya kenakan,berjalan dengan pincang karna kaki yang sudah berlumuran darah seperti bekas rantai di tambah terkena ranting pohon dan duri,karna iya tak memakai alas kaki,air mata yang terus mengalir deras

"shss...aku lelah,sudah berapa lama aku berjalan tapi tidak menemukan jalan keluar dati hutan ini" melihat sekitarnya yang penuh akan pepohonan rimbun,dengan terus memaksakan kakinya untuk terus berjalan walaupun iya merasakan kakinya sudah mati rasa.


















"sakit gak kakinya aku gandong aja ya" memperhatikan harya yang berjalan lambat dan meringis sakit,dan saat tangan zeva hendak menggendong harya,harya menolak lembut

"gak apa,zeze harya masih kuat kok" tersenyum lembut,walaupun masih dengan meringis

"lemah" ucap areez pelan dengan merotasikan matanya,tapi ternyata ucapan itu di dengar oleh mereka semua karna saat ini suana begitu sunyi kecuali suara harya yang meringis sakit,mendengar itu semuanya melihat ke arahnya,yang membuat iya terkejut karna di pandang dengan tatapan mengerikan dari zeva zega dan travis yang memang sedari tadi berwajah datar

"a-apa?" areez menjadi gugup sekaligus takut

"ngomong sekali lagi gue tebas leher lo" ancam zeva dengan menunjuk ke arah leher areez dengan menatap tajam yang membuat areez bergidik ngeri hingga iya berlindung di belakang tubuh travis

"sorry" zeva kembali lagi melihat ke arah harya dan tanpa babibu langsung menggendong harya ala koala yang membuat harya meneteskan air mata

"tahan sebentar" ucap zeva dan harya hanya mengangguk dengan tangannya yang memeluk leher zeva,menaruh kepalanya di pundak itu

"apa masih sakit" mendengar pertanyaan itu harya menggeleng pelan,mendapatkan gelengan itu zeva tersenyum dan mengusap punggung harya

tak lama tim ke tiga menyusul masuk hutan, mereka berlima bercengkrama dengan baik,padahal leo tak mengenali mereka ber empat tapi ya namanya cowo di mana dan kapanpun bisa berteman dengan siapapun jadi langsung akrab,apalagi ia hanya tak suka dengan dua orang dari mereka saja yang saat ini dua orang itu tidak ada

"banyak orang yang bilang,kalo misalnya orang tu udah selingkuh sekali, dia tu akan selingkuh terus, terus" ucap afkar yang tiba tiba mengganti topik pembicaran,dengan memperagakan menggunakan ke dua tangannya

"kiri kiri" sambung galan yang membelokan tangannya ke kiri yang membuat semuanya tertawa

"pantesan tukang parkir pada selingkuh" ucap leo yang di iringi tawa

"gak tau" balas brian

"sakit sih kayaknya selingkuh tuh" lanjut haikal dan di sambung lagi oleh afkar

"karakter kali yak"

"mau ngerasa ke cakepan aja sih" sambung leo dengan menjulid

"itu karena dia gak bisa mengejaga ini nya gak sih 🐦nya" ucap galan dengan menunjuk burung yang pas terbang di depan mereka,mendengar itu mereka semua kompak memegang pangkal hidung mereka menahan tawa

"itu kalo cowo,kalo cewe dia gak bisa ngejaga bur-" ucapan brian terpotong oleh haikal yang membuat mereka semua terdiam

"sangkang nya" ucap haikal dengan enteng yang membuat mereka semua melihat ke arahnya kompak,bahkan afkar dan brian sampai melongo mendengar penuturan haikal





Triplets ZETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang