BAB 6

43 3 0
                                        

"ini serius kita di giniin bang"

menatap mobil yang sudah pergi meninggalkan mereka berdua

"dasar kakak laknat terpaksa kita jalan kaki"

hendak melangkah berjalan tapi terhenti kala si bungsu tak ingin jalan kaki

"loh kok jalan kaki adek gak mau,telpon orang kita aja"

"lo lupa ponsel kita ada di zeva semua"

sebelum mereka meninggalkan zeva dan harya di rooftop,mereka memang menitipkan ponsel dan barang lainnya dengan alasan
*ribet bawanya*

"iss kak zeva ayam"

ucapnya kesal dengan menghentak hentakan kakinya dan berjalan keluar kawasan sekolah dengan terpaksa mereka pulang jalan kaki,dengan leo yang mengekori adiknya itu dari belakang

"ngapain ke rumah sakit,apa lo sakit?"

memarkirkan mobilnya setelah selesai mereka berjalan masuk ke dalam rumah sakit tersebut

"enggak aku gak sakit ha-"

"lantas ngapain kita ke sini"

"ucapan ku jangan di potong dulu zeva"

zeva hanya terkekeh kecil,melihat wajah kesal harya yang baginya lucu bagaimana tidak lucu harya mengerucutkan bibirnya seperti bebek dan sorot mata yang di tajamkan tapi tak membuatnya takut malah terkesan lucu dengan kedua tangan bersedekap

"ibu ku sakit sudah beberapa minggu ini" kembali berjalan

"sakit apa?"

"entahlah kata dokter sakit biasa aja,tapi sampe sekarang gak sembuh sembuh"

raut wajahnya menyendu,zeva yang menyadari jika harya sedih lantas meraih pergelangan tangannya

"udah gak usah sedih,kalo ibu lo liat lo sedih begini dia pasti ikutan sedih juga lo"

sampai di ruangan ibunya harya mereka masuk perlahan dan zeva dapat melihat seorang wanita seumuran bundanya tengah terbaring lemah di atas brangkas tengah tertidur pulas

"bu harya udah pulang"

mata itu perlahan terbuka dan iya tersenyum kala melihat anak semata wayangnya juga tersenyum ke arahnya,harya duduk di kursi yang memang ada di sana dan zeva berdiri di ambang pintu

"anak ibu udah pulang,gimana sekolahnya nak"

tersenyum dan mengelus kepala harya

"seperti biasa bu gak ada yang sepesial,oh iya bu harya ke sini sama temen harya"

"eh kamu bawa temen"

harya mengangguk dan melihat ke arah pintu di mana zeva yang sedang mengangkat telpon yang menghadap ke luar ruangan harya hendak memanggilnya tapi lebih dulu zeva yang berbalik dan langsung menghampiri harya

"harya gue pergi sekarang"

"kamu temennya harya ya,cantik"

"ah iya tan saya temennya harya,tapi mohon maaf saya gak bisa lama lama karna harus segera pulang"

"yah sayang sekali,tapi gak papa deh,makasih ya udah nganter harya"

"iya tan,ya udah kalo gitu saya permisi"
membungkuk

"harya gue pulang"

zeva mengelus kepala harya dan tersenyum hangat,yang membuat harya mematung kaku begitu juga dengan ibunya yang melihat momen hangat itu diam diam ibu tersenyum kecil,dengan cepat zeva keluar dari ruangan itu dengan tergesa gesa

Triplets ZETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang