-Hate To Be Love-45

5 1 0
                                        

Telepon pun dimatikan dan tak lama aku mendapat telepon VC lagi

"Halo, kenapa bang?"

"Kenapa tadi di telepon ga bisa?"

"Lagi teleponan sama mama, kenapa bang?"

"Oh, abang sama Devan udah mau jalan pulang dari kampus, mau nitip beli apa ga??"

"Emmm, aku lagi mau beli SB"

"Emang udah makan?"

"Udah bang, ya boleh yaa"

"Emm, ya-"

"Jangan bang, baru minum obat dia" saut Kenzie memotong omongan Andre

"Apa sih ganggu tau ga!"

"Baru minum obat dek?"

"Iya, tapi kan-"

"Ya udah gini aja, kalau nanti abis makan siang kamu udah mendingan, kita ke SB langsung, tapi sekarang ga beli dulu. Gimana?? Deal?" saut Devan memberi solusi

"Oke" ucapku dengan sedikit lemas

"Jangan lemas-lemas dong adeknya abang, kalau kamu udah sembuh abang janji beliin kok, oke??"

"Janji kan?"

"Janji dek"

"Oke"

"Ya udah abang matiin ya, abang langsung pulang"

"Iya bang, hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut"

"Iya dek, dadah"

"Byeee"

VC pun dimatikan dan aku kembali nonton TV

30 menit kemudian

Tok.. tok... tok....

"Siapa?"

"Bibi non"

"Masuk aja bi"

"Non, den Andre dan den Devan sudah pulang"

"Iya bi, suruh naik aja, biar mereka sekalian ganti baju"

"Siap non"

Bibi pun kembali keluar dan menutup pintu

Tak lama

Tok.. tok.. tok..

"Dek, abang masuk ya"

"Iya bang"

Andre dan Devan pun masuk

"Halo adek, udah mendingan?" ucap Andre saat baru masuk

"Haii abang, udah bang"

"Eh buset, tepar dia" ucap Devan yang baru masuk

"Ya udah abang ganti baju dulu ya dek"

"Iya bang"

Andre dan Devan pun keluar dari kamarku

~vote yaa~
~thank you~
✨✨

Hate To Be LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang