-Hate To Be Love-48

2 1 0
                                        

"Allica! Giselle! Tante boleh minta tolong kalian buat tenangin Andre sama Devan ga?"

"Boleh tante, ya udah kita permisi ya tante om Zie"

"Iya, terima kasih ya"

"Sama-sama tante"

Andre's room

Tok.. tok.. tok..

"Aku masuk ya" ucap Allica yang berada di luar kamar

Allica pun masuk ke kamar Andre

"Hei?"

"Kenapa papa jahat sama Evelyn?"

"Aku ga bisa ngomong apa-apa, karena aku juga belum berhak"

"Arghh!" teriak Andre frustasi yang langsung diberi pelukan oleh Allica

"Tenang, kalau kamu ga kuat gimana Evelyn, dia butuh kamu sama Devan, kamu harus kuat buat jagain dia di belakang, kamu harus kuat buat kuatin dia juga, dia ga bakal bisa berdiri sendiri tanpa kalian berdua di belakangnya, okey? Janji sama aku selalu kuat, dan selalu bisa jadi tempat ceritanya Evelyn ya" ucap Allica dan memberikan jari kelingkingnya untuk perjanjian itu, Andre pun menerima jari kelingking itu, mulai sekarang dia berjanji akan selalu kuat dalam keadaan apapun untuk kedua adeknya terutama Evelyn

sementara di
Devan's room

Tok.. tok.. tok..

"Dev? Boleh aku masuk?"

"Boleh"

Giselle pun masuk dan melihat muka Devan sudah basah

"Kamu nangis?"

"Hei, kamu ga boleh nangis, kamu salah satu penopangnya Evelyn kalau lagi ada masalah, kamu ga boleh lemah, kamu harus bisa jadi penyemangat Evelyn di saat-saat kayak gini, kalau kamu aja sesakit ini gimana dia, dia harus dijodohin, pasti berat jadi dia, aku tau jadi kamu dan bang Dre juga ga mudah, pasti berat juga, tapi maksud aku selama ini saat kalian ada masalah Evelyn selalu berusaha kuat demi nyemangatin kalian, jadi penopang kalian, dan jadi tempat cerita kalian. Jadi kamu harus bisa memberikan timbal balik ke Evelyn, jangan cuman Evelyn aja yang seperti itu, kamu sama bang Dre juga harus bisa begitu buat Evelyn, okey?" ucap Giselle menasihati, dan Devan pun mengangguk

Giselle merentangkan tangannya dan langsung disambar pelukan oleh Devan

"Thank you buat nasihatnya sayang"

"You're welcome, udah tugas aku juga buat menasihati kamu, jadi penyemangat kamu, dan jadi tempat cerita buat kamu"

dan
Di ruang tamu

"Eumm, tante om, aku izin ke kamarnya Evelyn dulu ya"

"Iya Kenzie, pelan-pelan ya mood dia lagi ga nentu banget"

"Iya tante, permisi"

Kenzie pun langsung berlari menaikki tangga menuju kamarku

Evelyn's room

Tok.. tok.. tok..

"Boleh masuk?" tanya Kenzie dan benar-benar tidak mendapatkan jawaban, karena tidak mendapat jawaban Kenzie mencoba membuka pintu, dan ternyata terbuka
Dan saat Kenzie masuk, dia mendapati aku sedang duduk di meja belajar dan membaca buku

'Dia ga sadar gua masuk kah?' batin Kenzie

"Mau ngapain!?" ucapku tiba-tiba

"Eumm"

"Cepat kalau ga penting keluar"

"Sorry" ucap Kenzie yang membuat aku melihat ke arahnya

"For?"

"For all, karena gara-gara perjodohan ini, keluargamu jadi ada konflik, sorry untuk kejadian pas LDKS OSIS waktu itu, pokoknya sorry untuk semua hal yang pernah aku lakuin"

"Okey maaf lu di terima and sorry for all too"

"Sorry buat apa?"

"Sorry karena nyeret lu dalam masalah keluarga gua dan sorry karena gua belum bisa nerima lu sepenuhnya"

"Dimaafin, tapi sebenernya aku ga merasa seperti itu, aku ga berasa di seret dalam masalah keluargamu dan untuk yang terakhir itu wajar karena ga secepat itu apalagi mengingat soal waktu itu kan"

"Aku di kamar ini boleh? Kamu mau ngapain aja terserah kamu"

"Hm" jawabku, aku pun langsung lanjut membaca buku yang sedang ku baca

Kenzie pun mengeluarkan handphonenya dan duduk di sofa

Di jam 12.38 siang

Tok.. tok.. tok..

"Dek" panggil mama

"Masuk"

Mama pun masuk disusul papa di belakangnya yang benar-benar bisa dibilang tidak berani menatapku

"Kenapa?"

"Ayo ke ruang makan, kita makan siang"

"Aku belum lapar" jawabku sama sekali tidak menatap mama dan papa

"Nanti maag kamu kambuh dek, makan dulu"

"Kalau lapar aku turun nanti"

Mama dan papa pun menyerah, dan langsung memberi kode ke Kenzie untuk membantu membujukku

"Ya udah mama papa duluan ya"

"Hm"

Setelah mama dan papa turun ke ruang makan

"Tante om, Evelyn dimana?" tanya Giselle

"Katanya belum mau makan, belum lapar" jawab mama

Setelah mendengar jawaban mama, Andre dan Devan langsung berdiri tanpa aba-aba

"Bang, mau kemana?"

Andre dan Devan tidak menjawab pertanyaan papa

"Kalian mau kemana?" akhirnya yang menanyakan hal itu pun Allica

"Kamar Evelyn" jawab Andre

"Ga usah bang, mama udah minta bantuan Kenzie buat membujuk adek"

Setelah mendengar itu mereka berdua pun duduk kembali, meja makan yang biasanya terdengar canda tawa sebelum makan kini hening, tidak ada yang membuka suara

sementara di
Evelyn's room

Hate To Be LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang