-Hate To Be Love-60

8 1 2
                                        

Beberapa hari kemudian, hari yang tidak aku ingini keberadaannya tiba juga, ya hari ini adalah hari aku bertunangan, pertunangan yang sebenarnya belum aku setujui, dan belum aku ingini. Hari-hari sebelumnya aku menjadi sangat pendiam dan tidak bersosialisasi dengan orang di sekitarku termasuk teman-teman di sekolah

"Cantiknya anak mama dan papa" ucap mama

Aku hanya tersenyum tipis, sangat tipis

"Jangan manyun dong"

"Iya ma"

"Dek" ucap mama dengan tatapan penuh arti

"Kenapa ma?"

"Kamu belum siap ya?"

"Ga ada yang akan siap ma, tunangan ini terjadi karena perjodohan bukan keinginan"

"Mau dibatalkan aja?"

"Ga usah, percuma, kalau aku bilang minta dibatalkan juga akan ada yang ga setuju, dan akan marah-marah, aku udah capek adu debat"

"Maafin mama ya dek, harusnya waktu itu mama ga bilang setuju saat papa mutusin buat jodohin kamu"

"Iya ma gapapa, toh buat apa diomongin sekarang, udah lewat juga, nasi udah jadi bubur"

Skip acara pertunangan selesai

"Evelyn, selamat ya" ucap sepupuku yaitu Shintya

"Haii, Evelyn kecilll, selamat ya" ucap sepupuku yang lain yaitu Sakura

Perkenalan Sakura dan Shintya
Sakura merupakan adik dari Samuel, dan Shintya merupakan adik dari Alvin. Yap benar, Alvin dan Samuel merupakan sepupuku.

"Makasih ce" jawabku, umurku tetap lebih muda dari mereka makanya aku memanggil mereka cece

"Senyum dong" ucap Sakura

/senyum

Acara pertunangan sudah selesai

Aku melihat Kenzo yang duduk sendiri

"Kenapa sendirian di sini? Semuanya ngumpul di sana, ga mau ikut?" ucapku

"Ga deh"

"Kangen nenek sama kakek ya?"

Kenzo tidak menjawab ia hanya melihat ke langit, ya acara pertunangan kali ini dilakukan di outdoor

"Aku pake gelang sama kalungnya kok, buat nenangin aku juga" ucapku yang membuat Kenzo melihat ke arahku

Aku merentangkan tanganku, dan Kenzo pun segera memelukku, dan ya bahunya kembali bergetar

Semuanya melihat itu, termasuk buna dan papa Kenzo, dan Kenzie

"Kenzo, kelihatan sangat sedih" ucap bunda Kenzie

"Pasti, dia akan merasa sangat kehilangan, dia dekat sekali dengan nenek dan kakeknya" jelas buna Kenzo

"Zie, lu gapapa?" tanya Haura

"Gapapa"

"Lu ga bisa bohong Zie, tatapan lu ga menunjukan lu baik-baik aja"

"Ga kok, gua gapapa"

"Kenzie, maafin Kenzo ya, ya udah tante suruh Kenzo stop dulu ya" ucap buna Kenzo yang mengerti keadaannya

"Ga usah tan, gapapa kok, biarin aja gapapa"

"Maaf ya Kenzie"

"Gapapa tante om"

"Izin ke kamar mandi dulu ya"

"Iya Zie" jawab bundanya

Ke kamar mandi harus melewati aku dan Kenzo, dan saat sudah sedikit jauh dari aku dan Kenzo tiba-tiba...

~~~~
vote & komenn haruss ga boleh gaa

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 05, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Hate To Be LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang