-Hate To Be Love-46

6 2 2
                                        

15 menit setelah abang keluar dari kamarku, bibi kembali mengetuk pintu

Tok.. tok.. tok..

"Masuk"

"Non, bibi mau kasih tau, tuan sama nyonya sudah sampai"

"Baik bi, terima kasih"

"Sama-sama non"

Aku pun langsung turun dan kasur

"Kalian mau di atas atau ikut turun?"

"Kuat turun?" tanya Allica

"Kuat kok"

"Ya udah ayo turun"

"Ezie ga?" tanyaku

"Ezie? Who is Ezie?" saut Giselle

"Ehh, maksudnya Kenzie ga?"

"Oo jadi ada panggilannya tohh"

"Ga ya"

"Kalau ada juga gapapa dek" ucap Allica

"Ya udah jangan kasih tau siapa-siapa"

"Siap princess" jawab keduanya bersamaan

"Dihh"

"Hahahaha" ketiganya tertawa bersama

"Ketawain apa sih?" tanya Devan yang baru saja masuk ke kamarku

"Ga kok" jawab Giselle

"Ga mau turun, mama papa udah sampai" saut Andre dari belakang Devan

"Ini mau turun bang, tapi itu Kenzienya biarin aja?"

"Gapapa biarin aja"

"Ya udah, ayo turun" ucapku dan langsung berlari ke lantai satu

"Jangan lari dek" tegur Andre tetapi aku tetap lari dan saat sampai di ruang keluarga

"Eh eh eh, ini princessnya mama papa sama abang menapa lari deh?" ucap mama

"Mana donatku??"

"Di dapur dek, di dalam kulkas" saut papa yang lagi berjalan ke arah sofa

"Okey" jawabku dan saat aku ingin berlari ke arah dapur

"Eh dek!" panggil mama

"Kenapa ma?"

"Kenzie mana?"

"Tidur" bukan aku yang menjawab melainkan Devan

"Oo, tidur, kok kamu tau bang?"

"Tadi liat"

"Kan kalian abis dari kamar Evelyn kok bisa tau Kenzie tidur, kamar Kenzie dan Evelyn kan bersebrangan

"Yang bilang Kenzie tidur di kamarnya siapa ma?" tanya Andre

"Jadi Kenzie tidur dima- Ohh, jadi Kenzie tidur di kamar adek?" aku hanya mengangguk mengiyakan

"Oke deh"

"Ya udah aku mau ambil donat dulu ya, jangan di panggil lagi"

"Iya dek"

Aku pun langsung berlari ke arah dapur

"JANGAN LARI DEK!" teriak mama yang membuat semua menutup telinga

Aku tidak mendengarkan ucapan mama dan saat melewati tangga

DUG!

"Aduhh" ucapku sambil sedikit memundurkan badan dan juga orang yang tertabrak reflek memegang tanganku agar aku tidak terjatuh

"Kenapa lari? Kan bisa jalan" ucap yang tertabrak

"Lagian kenapa tiba-tiba turun sih, mana ga ada suara" jawabku dengan sedikit marah yang malah membuat Kenzie gemas

"Kenapa?" tanya mama panik

"Gapapa tan, tadi Evelyn sama aku ga sengaja tabrakan"

"Eh, Kenzie udah bangun, maaf ya Kenzie, udah baru bangun langsung ke tabrak, dimarahin lagi. Ada yang sakit ga?" ucap mama

"Ga ada kok tan"

"Ihh, kok mama ga tanyain aku sih" ucapku dengan sedikit merajuk/ngambek, terserahlah kalian anggapnya apa

"Kan kamu yang nabrak dek" saut papa

"Tapikan- Ah serahlah, bye" aku pun langsung berjalan ke arah dapur meninggalkan semuanya

"Yahh, anak cewenya ngambek tuh ma" ucap Devan

"Aduh, kayaknya panjang nih urusannya" ucap papa

Di dapur

Aku pun membuka kulkas dan melihat kotak donat, aku mengambil kotak donat tersebut, saat berbalik badan semua sudah ada di belakangku, dan saat aku melihat mereka aku langsung berjalan ke arah ruang kelurga

Di ruang keluarga

Aku membuka kotak donat dan segera memakannya

"Ngambek dek?" tanya Devan

"Ga"

"Terus kenapa diam aja?" Setelah mendengar pertanyaan itu, aku pun segera menelan donat yang sudah masuk ke mulutku

"Kan lagi makan, kenapa harus ngomong?"

"Ga mau bagi-bagi?" tanya Devan lagi

"Tinggal ambil, emang harus ditawarin? emang harus diambilin?"

"Eumm, engga sih"

"Ya udah itu tau"

Kenzie yang melihat itu hanya tersenyum tipis

Saat aku sudah selesai makan donat, papa bertanya

~harus vote ya, maksa nih~
~terima kasih~

Hate To Be LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang