-Hate To Be Love-49

3 2 2
                                        

sementara di
Evelyn's room

"Ayo turun kita makan"

"Ga"

"Sayang, ayo kita turun, makan dulu nanti lanjut baca"

"Sayang-sayang, gua pukul pala lu"

"Ya udah gini aja-"

"Ga nerima tawaran apapun"

"Aku belum selesai ngomong sayang, jangan dipotong dulu"

"What the mean of 'sayang'? Siapanya gua lu bisa-bisanya manggil gua dengan sebutan sayang"

"Calon suami"

"Idih, emang gua nerima?"

"Bahas itu nanti aja, sekarang makan dulu"

"Ga"

"Ini mau ngomong jangan di potong dulu ngerti" ucap Kenzie yang dibalas anggukan oleh aku

"Gini aja, kamu mau SB kan?"

"Mau, mau dibeliin?" jawabku yang bersemangat ketika mendengar SB dan langsung berdiri dengan mata yang sedikit berbinar, karena memang sudah agak lama aku tidak diperbolehkan membeli SB yang varian ada coffee nya

"Iya dibeliin, tapi makan siang dulu ya, abis makan siang kita langsung pergi ke SB, gimana?"

"Janji?" ucapku memberikan jari kelingking

"Janji" jawab Kenzie yang membalas jari kelingkingku

"Okey, ayo makan" ucapku yang sudah berlari keluar kamar

"Hei, jangan lari dong, nanti nabrak lagi" ucap Kenzie yang membuat aku tidak lari lagi, mereka yang di ruang makan dapat mendengar hal itu, dan melihat aku langsung berjalan dan sama sekali tidak berlari. Mama dan papa tersenyum kecil, Allica dan Giselle tersenyum melihat hal itu, begitu pun dengan Andre dan Devan yang tersenyum kecil yang bahkan dari tadi tidak diberikan kepada siapa pun

"Halo abang, halo Aca, halo Gisel" ucapku yang baru sampai ruang makan

"Hai Evelyn, you good?" ucap Giselle

"Of course, i'm good" kenapa Giselle bertanya seperti itu, bukan semata-mata karena permasalahan tadi tapi ingatlah pagi ini aku demam

"Hai Evelyn" jawab Allica

"Halo adek" jawab Andre dan Devan yang langsung diberikan pelukan olehku, karena aku melihat mata keduanya sembab

"Makan dulu yu" ucap Allica

Makanan pun datang dan kita semua makan dengan lahap, setelah selesai makan, kita semua berkumpul di ruang keluarga, semuanya mengobrol kecuali mama dan papa

"Kenzie!"

"Kenapa?" tanya Kenzie balik yang sebenarnya sedang bermain game bersama Andre dan Devan

"Ayo" jawabku sambil berjalan ke arah Kenzie

"Okey ayo, udah siap?"

"Udah, ayo sekarang" ucapku sembari sedikit menarik baju Kenzie

"Iya-iya ayo" jawab Kenzie dan langsung mematikan handphonenya

"Kenzie ini belum selesai buset"

"Hehe, sorry bang, ga bisa lanjut dulu, nanti aja pas gua pulang baru lanjut"

"Oke lah"

Kenzie pun meminta izin ke mama dan papa

"Tante om, aku izin ajak Evelyn keluar ya, mungkin ke mall"

"Iya, hati-hati ya Kenzie, bawa mobil kan?"

"Mau pake mobil atau motor?" tanya Kenzie ke aku lah pastinya

"Mobil aja"

"Ya udah ayo, kita pergi dulu ya om, tante, bang, Allica, Giselle"

"Iya" jawab semuanya

Aku dan Kenzie pun segera ke basement untuk mengambil mobil dan segera melajukan mobil ke mall
Setelah memarkirkan mobil, kita langsung naik lift untuk ke lantai satu mallnya
Tujuan pertama kita seperti yang sudah dijanjikan yaitu ke SB tentunya, setelah membeli SB, kita langsung berkeliling ke mall

Hate To Be LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang