Kami berkeliling di mall, membeli beberapa barang yang aku ingini, setelah selesai Kenzie mengajakku ke supermarket
"Kita ke supermarket dulu ya" ucap Kenzie
"Buat?"
"Beli barang"
"Oke"
Kami pun berjalan ke arah supermarket, dan setelah sampai di supermarket, Kenzie mengambil barang yang di perlukan, itu lumayan banyak, sudah sampai setengah troli
"Evelyn"
"Hm?"
"Mau beli snack ga?"
"Boleh?"
"Boleh, tadi udah izin ke abang sama tante om"
"Oke" kami pun berjalan ke lorong snack
"Ice cream boleh?" ucapku
"Kan baru minum es"
"Boleh ya? Please"
"Oke, beli buat stock but today you can eat just one ice cream"
"Oke, thank you"
Aku pun sedikit berlari ke arah tempat ice cream, Kenzie yang melihat itu pun tersenyum
Saat aku sedang memilih ice cream yang ku inginkan tiba-tiba
"Kenzie?" ucap seseorang
"Sia-" belum selesai Kenzie bertanya, teman-teman dari orang itu langsung menggandeng tangan Kenzie
"Lepas lu, dia punya gua"
"Apasih dia punya gua"
"Gua, Kenzie punya gua titik ga pake koma"
Ya seperti yang bisa dilihat diatas, tiga cewek itu berebut
"Ngapain sih lu pada gatel amat" ucap seseorang yang awalnya memanggil Kenzie
"Apasih sirik banget, ga bisa gini ya?"
"Sorry gua udah pernah, orang gua mantannya"
"Eh, Kenzie kamu sendiri di sini?" tanya salah satu cewek yang sedang menggandeng Kenzie
"Gua la-"
"Pasti lagi sendiri kan, ayo, bareng aku aja"
"Aku aja"
"Aku"
Ucap mereka sembari saling menarik Kenzie
Karena melihat itu aku pun berjalan menjauhi mereka ke arah lorong snack, oh iya, ice cream udah aku taro di troli, saat mereka tarik-tarikan
"Ekhem" ucap seseorang yang berkata bahwa dia adalah mantannya Kenzie yang melihat aku pergi dari tempat itu dengan muka yang sedikit sinis
"Kenzie belum selesai ngomong loh"
"Ya elah, pasti datang sendiri lah, kan nungguin aku, ya gak sayang"
"Sayang-sayang pala lu, dia itu nungguin gua bukan lu"
"Bacot, lu pada, Kenzie nungguin gua bukan lu ataupun lu" ucap salah satu dari mereka sembari menunjuk kedua temannya
"Itu kasih Kenzie ngomong dulu, kalian mikir gitu belum tentu benerkan?" ucap mantan Kenzie
"Kenzie ngomong aja udah, biar mereka ga banyak bacot" lanjutnya
"Oke, gua datang ke sini bareng cewek gua, jadi tolong jangan deketin gua lagi" jelas Kenzie
"Mana cewek kamu?"
"Iya tuh, mana coba?"
"Zie, cewek lu, ke lorong rak snack, susul gih"
"Thanks Axelyn" ucap Kenzie kepada seseorang yang merupakan mantannya, ya nama mantannya adalah Axelyn
"Dah sana gih, cewek lu ngambek gua liat-liat"
"Oke, gua duluan ya, xel"
"Iya aman"
Setelah perbincangan itu, Kenzie langsung berjalan ke arah lorong snack
"Evelyn" panggilnya saat mulai mendekat kepadaku, tetapi aku tidak menjawabnya dan lanjut memilih snack
"Sayang, jawab hei"
"Apa!?" tanyaku dengan suara datar
"Kenapa pergi tadi?"
"Terus gua harus liatin lu sama mereka gitu? Kurang kerjaan amat, buang-buang waktu tau ga"
"Ya udah kita selesaiin belanja dulu baru nanti aku jelasin ya"
"Ga usah dijelasin juga ga masalah, ga penting juga" jawabku sambil berjalan ke arah kasir setelah memasukkan beberapa snack ke troli belanja
"Ini udah?"
"Menurut lu" jawabku, aku pun melanjutkan jalan ke arah kasir diikuti Kenzie di belakang, sikapku yang tadi membuat Kenzie sedikit tersenyum
Di kasir supermarket
Setelah mba penjaga kasirnya mengscan belanjaan yang kita beli, mbanya pun bertanya
"Kak, mau bayar cash atau card?"
"Cash aja mba, berapa totalnya?"
"Totalnya jadi 2.598.100 rupiah kak"
Kenzie pun memberikan uang cash senilai 3 juta
"Ga usah kembali mba, ambil aja kembaliannya"
"Ohh, terima kasih kak"
"Sama-sama mba, saya permisi, terima kasih mba"
"Sama-sama kak, by the way, kakak sama kakak cantik ini pacaran ya, cocok banget soalnya, semoga langgeng ya kak"
"Eh ki-"
"Terima kasih mba, amin" ucap Kenzie memotong perkataanku
Kami pun berjalan ke arah luar supermarket
"Dih, orang ga pacaran, main diiyain aja" ucapku
"Iya kita ga pacaran tapi mau langsung tunangan sayang"
"Dih, serahlah"
Tiba-tiba
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate To Be Love
FantasyKisah yang menceritakan awal cinta yang di mulai karena benci.... Anak ekstrakurikuler basket sangat membenci organisasi OSIS di SMK SKY BLUE Begitu pun dengan organisasi OSIS Antara ekstrakurikuler basket dan OSIS selalu saja terjadi masalah yang m...
