-Hate To Be Love-33

6 2 2
                                        

Saat sudah sampai

"Papa"panggilku papa pun melihat ke arahku

"Kenapa dek?"

"Cafetaria di bawah buka ga? Aku mau beli kopi"

"Buka dek, belilah gapapa"

"Ga, ga boleh beli kopi, beli yang lain" saut mama

"Oke, kalau boba boleh?"

"Kalau boba oke, beli aja sana, minta di temenin ya ga boleh sendiri"

"Abang, temenin aku yuk"

"Kenzie aja ya dek" jawab Devan

"Serah siapa aja, yang penting aku mau beli minuman, udah haus ini cepet"

"Sana temenin Zie" suruh Devan

"Hm"

Aku pun berjalan duluan ke arah lift untuk turun ke cafetaria, diikuti Kenzie di belakang, saat sudah sampai di cafetaria dan pintu lift terbuka banyak mata yang memandangiku dan Kenzie, tetapi aku bodo amat, karena sudah haus banget

Aku pun berjalan ke arah tempat membeli minuman, karyawan lain yang sedang mengantri pun langsung memberi aku jalan untuk membiarkan aku membeli minuman duluan

"Tidak apa-apa, lanjutkan mengantri, saya ikut mengantri" ucapku

"Tidak apa-apa nona bos, nona bos duluan saja kami yang mengantri"

"Terima kasih, tetapi lanjutkan mengantri" ucapku lagi

"Baik nona bos"

Akhirnya setelah mengantri, aku pun dapat membeli minuman dan makanan yang aku mau ✿⁠ Aku memesan boba, kopi, ice cream, cake, dan beberapa snack ✿⁠ Aku membeli itu semua untuk keluargaku dan Kenzie, jadi ya banyak ✿⁠  Setelah aku selesai membeli semua yang aku mau, aku dan Kenzie pun kembali masuk ke lift dan berjalan ke ruang yang tadi

"Ini" ucapku saat baru masuk ke ruangan

"Kok banyak banget?" tanya Ghea

"Kok ada kopi dek, kan mama bilang ga boleh" saut mama

"Aku bukan beli kopi buat aku kok, buat papa sama om atau yang lain. Kenapa banyak karena beli buat kalian juga"

"Oke" jawab mama

"Ice cream abang ambil ya dekk" ucap Devan bermaksud menggodaku, karena dia tau aku suka banget sama ice cream

"Ga boleh, itu buat aku"

"Buat abang aja, kan kamu udah minum boba" ucap Devan lagi

"GA!! Abang ambil yang lain aja, jangan ice cream aku"

"Ga mau abang maunya ice cream, oke buat abang aja, makasih" jawab Devan sambil mengambil ice creamnya

"Abang!! Balikin ga!!"

"Ga mau"

"Devan!!" panggil mama papa dan Andre untuk menegurnya agar tidak menggodaku terus menerus, karena aku bukan sedang di mode serius tapi lagi mode anak kecil

"Oke-oke, abang ambil kopi ya dek"

"Hm" jawabku singkat karena kesal

"Jangan ngambek dong adekku yang cantik"

"Malas" jawabku dan aku langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu

Aku yang tengah fokus memperhatikan handphone dan meminum minumanku, aku tidak melihat sekitar dan ternyata Kenzie sedang memperhatikanku sejak tadi, saat bang Dev sedang menggodaku

"Liatinnya biasa aja kali Ken" ucap Haura secara tiba-tiba yang membuat Kenzie terkejut

"Ha?"

"Ga usah pura-pura polos, dari tadi lu liatin Evelyn kan" saut Aksa

"Ga"

"Ga apaan, gw juga liat ya Zie, dari tadi lu senyum sendiri" saut Allica

"Ekhem!" ucap mama papa dan ayah bunda Kenzie bersamaan

"Kenapa? Tenggorokannya seret, ada minuman kok ga di minum" jawabku dan langsung memperhatikan handphone lagi

"Salting dek?" tanya Andre

"Abang tau aku, ga usah nanya, karena jawabannya pasti ga"

"Cinta bertepuk sebelah tangan kah?" goda Devan

"Maybe" saut Giselle

Mereka pun tertawa termasuk orang tuaku dan Kenzie ✿⁠  Tetapi of course aku tetap diam dan memperhatikan handphoneku

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan

"Masuk" jawab papa

"Permisi pak, ada keluarga Abimanyu ingin mengunjungi bapak" ucap sekretaris papa

"Biarkan mereka masuk"

"Baik pak"

"Silahkan masuk keluarga Abimanyu"

"Terima kasih" jawab kepala keluarga Abimanyu

"Terima kasih kembali pak, saya permisi pak" ucap sekretaris papa sembari membungkukkan badan

"Silahkan"

Keluarga Abimanyu pun masuk ke ruangan, dan

"Kenzo!!" ucapku sambil berlari ke arah Kenzo

"Hai, gimana kabarnya? Udah lama ga ketemu kita"

"Baik, ya gara-gara lu pokoknya"

"Iya deh gara-gara gw" jawabnya pasrah

"Eh, ini ada yang cemburu ga lu peluk gw mulu?" goda Kenzo tiba-tiba

"Ada lah pas-"

"Ga ada" potongku

"Yakin dek, ga ada, itu ada yang lagi duduk di sofa liatin mulu loh" goda Allica

"Bacot"

"Eh kasar" goda Kenzo lagi

"Bodo amat lah" ucapku dan melepas pelukanku ke Kenzo dan kembali duduk

"Ehh, jangan ngambek dong" ucap Kenzo panik

"Bodo!"

Semuanya pun tertawa

"Gapapa Zie?" tanya Kenzo kepada Kenzie

"Ya udah gapapa, kenapa harus masalah?"

"Kan lu cemburuan, nanti kayak waktu itu"

"Waktu itu yang mana?" saut Devan

"Waktu pas-"

"Heh lu kan udah janji ga bocor" potong Kenzie

"Oke-oke, gw ga bisa cerita bang, yang bersangkutan ga mau di ceritain" jawab Kenzo sambil tertawa

Setelah beberapa menit bercanda dan ngobrol, kami mulai membicarakan tentang kerja sama perusahaan dengan serius, sampai jam makan siang tiba dan kami semua langsung turun ke Cafetaria, dan pasti semua mata memandang kami, dan langsung memberi kami jalan menuju tempat membeli makanan

"Tetap lanjutkan mengantri" ucapku

"Tidak apa-apa nona, nyonya dan tuan bos, silahkan memesan lebih dulu"

"Terima kasih, tetapi sekali lagi saya katakan, lanjutkan mengantri!" ucapku dengan suara yang sudah tidak bisa di bantah, semuanya pun lanjut mengantri

kami semua makan siang bersama, dan baru melanjutkan meeting bersama ✿⁠ Kami sudah selesai makan siang, kami pun kembali ke ruangan dan segera melanjutkan meeting ✿⁠ Saat jam 4 PM meeting telah selesai dan kami kembali ke rumah masing-masing, hari ini keluarga Kenzie tidak menginap, dan itu membuatku sedikit bersyukur

✧Author : Kenapa bersyukurnya sedikit aja, apakah mulai ada benih-benih cinta... hahahaha✧

~vote please biar semangat buat kelanjutannya~
~terima kasihh~
✨✨

Hate To Be LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang