5 - Buat Diri Gue Sendiri

178 16 3
                                        

‘’Ini beneran?! Gue sekelompok sama Atha?!’’ Geka membelalakkan matanya dan memandang intens data pembagian kelompok versi PDF yang dikirim ke grup maba Ilmu Ekonomi untuk acara blessing ceremony.

Geka mencoba memastikan kalau matanya tidak salah lihat. Senyum senang langsung terukir di wajahnya. ‘’Finally! Tuhan kabulin doa gue. Gue sekelompok sama Atha. Gue yakin ini bukan kebetulan. Pasti karena Reatha takdir gue. Gue yakin banget.’’

Geka juga memeriksa siapa teman-teman kelompoknya yang lain selain Atha. Ternyata Agnes. Berarti hanya Reatha dan Agnes yang dikenalinya karena mereka seunit. Sisanya berasal dari unit lain.

‘’Kata Theo, Agnes pernah jadi pelaku bullying. Bahaya nih cewe. Tenang aja Atha, ada Geka yang akan lindungi Atha kalo si Agnes itu mau jahatin Atha,’’ gumam Geka.

Geka kemudian mematut dirinya di depan cermin sambil senyum-senyum sendiri. Tak lupa tangan kanannya terangkat untuk merapikan rambut.

‘’Sayang banget kalo cowok seganteng ini gagal lagi dalam percintaan. Pasti wajah ganteng ini bisa bikin Atha jatuh cinta. Ayo semangat Geka! Atha will be yours.’’ Geka menyemangati dirinya sendiri.

Hanya karena sekelompok dengan Reatha, semangat berkuliah Geka hari ini begitu besar. Geka jadi tidak sabar menantikan datangnya hari acara blessing ceremony. Acara tersebut akan menjadi kesempatan buat Geka untuk mendekati Reatha.

Geka mengambil tas kuliahnya sambil bersenandung lagu-lagu cinta.

‘’Udah lama enggak ngerasa se-happy ini,’’ gumam Geka ketika menutup pintu kamarnya dari luar.

‘’Habis lulus kedokteran umum kayaknya gue harus lanjut ambil spesialis kejiwaan deh. Sebagai kakak yang baik, gue akan belajar ilmu psikiatri buat adek gue. Soalnya ada gejala sakit jiwa di dia,’’ sindir Mega yang baru keluar juga dari kamarnya yang sebelahan dengan kamar Geka.

‘’Gue gak gila ya Megalodon! Gue sehat! Gue waras! Atas dasar apa lo nuduh gue gila?! Yang aslinya gila itu elo!’’ sanggah Geka tak terima sambil menunjuk-nunjuk wajah Mega dramatis. Sepersekian detik kemudian, Geka tersenyum sendiri lagi.

‘’Beneran gila ternyata. Lo senyum-senyum sendiri dari tadi Bambang!’’ Mega memegangi dahi Geka. ‘’Bilang sama Kakak kalo lagi sakit, ya. Kakakmu ini calon dokter.’’

‘’Iyain aja deh. Gue kayaknya emang gila, tepatnya tergila-gila sama Atha.’’

‘’Sudah tak tertolong ternyata.’’

****

Baru satu langkah menginjakkan kakinya di parkiran Fakultas Kedokteran, Reatha langsung geleng-geleng kepala. ‘’Cuma berdiri di parkiran aja udah kecium bau duitnya. Pantas aja sih, takhta tertinggi perkuliahan kan ada di kedokteran.’’

Pandangan Reatha menjelejahi parkiran luas Fakultas Kedokteran yang terparkir berbagai mobil mewah dan motor sport. ‘’Harta dan otak gue insecure melihat kemewahan ini semua.’’

Siang ini Savero mengajak Reatha untuk makan siang di kantin fakultasnya. Savero juga ingin membuat Reatha merasakan es krim favoritnya di kantin FK Adiwarna.

‘’Udah puas liatin parkirannya?’’ tanya Savero sambil bersedekap dada. ‘’Kalo udah, ayok masuk! Gue pengen jajan es krim favorit gue. Lo harus rasain juga. Tapi, harus makan nasi dulu biar enggak laper di kelas nanti.’’

Grey & MiseryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang