Seluruh mahasiswa dan mahasiswi baru Universitas Adiwarna berbondong-bondong melangkah menuju lapangan utama kampus. Ini hari pertama OSPEK. Reatha Shaquita bersama dua sahabatnya, Sekar Katharina dan Rezvan Mahawira, baru turun dari mobil. Mereka diantar oleh ayah sambungnya Rezvan.
Pita merah muda melingkar di kepala Sekar. Artinya Sekar adalah mahasiswi baru jurusan Psikologi. Sementara Reatha dan Rezvan mengenakan pita biru tua. Mereka berada di jurusan yang sama, yaitu Ilmu Ekonomi. Setiap fakultas memiliki warna pita yang berbeda.
Terpancar semangat di wajah cerianya Sekar dan kekasihnya, Rezvan. Berbeda dengan Reatha, wajahnya datar, tak bersemangat, dan apatis. Sesekali Reatha mendongak menatap langit cerah. Matanya amat sendu. Hatinya hampa. Dia merindukan Aghanya.
Reatha ingin sekali melihat Agha mengenakan seragam hitam putih seperti mereka saat ini. Reatha ingin sekali berangkat OSPEK bareng Agha. Namun, itu hanya dapat terealisasi dalam mimpinya. Bagaimana tidak? Beberapa bulan lalu cowok yang dicintainya itu meninggalkannya untuk selamanya. Reatha masih sangat terpukul dengan meninggalnya Agha. Ada banyak sekali kenangan bersama Agha yang tak dapat dilupakannya. Maka dari itu, tak perlu heran mengapa keceriaan Reatha terenggut. Dia pun sekarang jadi sangat pendiam.
Reatha yang sedari tadi terdiam tiba-tiba meringis karena seseorang tak sengaja menabraknya dari belakang.
‘’Lo gak papa? Maaf ya, gue gak sengaja.’’ Seorang cowok jangkung yang tak sengaja menabrak Reatha meminta maaf padanya. Senyum mengukir di wajahnya yang agak babak belur. Di kepalanya ada pita bewarna sama dengan Reatha.
Jantung Reatha berdegub amat kencang. Matanya berkaca-kaca.
“Agha?’’ katanya sambil kemudian memeluk cowok itu.
Cowok itu mematung di tempat. Kelopak matanya membesar. Jantungnya berdebar cepat. Dia nge-freeze di tempat.
‘’Agha. Ini beneran kamu, Gha? Atha kangen banget sama Agha.’’ Reatha menangis di pelukan cowok itu.
Sekar dan Rezvan yang menyaksikan itu syok sendiri. Segera mereka menarik Reatha dari pelukan cowok itu.
‘’Maafin teman kami, ya. Dia salah orang,’’ jelas Rezvan.
Reatha menyeka air matanya. Ketika melihat cowok yang dipeluknya tadi itu, dia jadi malu sendiri. Dia salah orang. Tentu saja. Kan Aghanya gak mungkin ada di sana. Kan mereka sudah beda alam.
‘’Gue Geka, Daharyageka Bawara. Mahasiswa baru Ilmu Ekonomi.’’ Cowok bernama Geka itu mengulurkan tangannya. Dia memiliki style mirip Agha, jadi wajar kalau Reatha hilang kendali tadi.
‘’Gue Reatha,’’ balas Reatha cuek tanpa membalas uluran tangan Geka.
‘’Kalo gue Rezvan. Kami dari jurusan Ilmu Ekonomi juga. Dan ini cewek gue, Sekar, jurusan Psikologi.’’ Malah Rezvan yang membalas uluran tangan Geka.
‘’Kebetulan kita sejurusan. Yuk bareng!’’ ajak Geka. Rezvan mengiyakan.
Melihat kerumunan yang mulai membuat barisan, Sekar pun berpisah dengan tiga orang itu karena dia berbeda jurusan sendiri. Sekar pergi ke barisan fakultasnya sendiri.
Di barisan fakultas ekonomi, Rezvan berdiri di tengah-tengah Reatha dan Geka. Rezvan sadar kalau Geka mencuri-curi pandang ke Reatha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Grey & Misery
Teen Fiction(SEKUEL VIP BAD BOY) "Atha, gue akan jadi payung di hari hujan lo." Savero pernah berkata demikian pada Reatha, namun berjalannya waktu dia membatalkan pernyataannya itu. Savero menggantinya dengan pernyataan lain dan sungguh-sungguh. "Kalo jadi pay...
