14 - Grey

40 8 3
                                        

Hi, I come again! Happy Reading ^^

*Spoiler: Di Bab 18 ke atas bakalan ada hal yang enggak kalian sangka-sangka😏

****

Selesai shalat subuh Mega melangkah ke dapur untuk membantu mamanya memasak, namun pemandangan langka membuatnya cengo. Bukan mamanya, namun lelaki tinggi yang sering bertengkar dengannya berdiri di depan kompor. Yang membuatnya shock adalah bagaimana penampilan Geka saat ini.

Geka mengenakan hoodie, helm, dan sarung tangan. Dia tengah menggoreng sosis dan nugget.

''Weirdo. Ngapain lo pakek helm sama sarung tangan cuma buat masak doang?! Lo gila? Tumben-tumbenan masak. Biasanya kerjaan lo cuma makan, tidur, sama berak.'' Mega geleng-geleng kepala. Takjub dengan Geka pada pagi ini.

''Megalodon diem!'' teriak Geka sembari mematikan api kompor karena sudah mateng. ''Mulai hari ini gue berubah. Gue harus jadi cowok gentle, bertanggung jawab, rajin, pinter, sholatnya gak bolong-bolong, perfect-lah pokoknya.''

Geka pun menyingkirkan seluruh alat perlindungan-hoodie, helm, dan sarung tangan-yang dikenakannya. Alasannya mengenakan alat perlindungan karena dia pernah kecipratan minyak panas ketika disuruh goreng ikan sama mamanya dua minggu lalu. Walaupun cuma kecipratan setetes, rasanya sungguh mematikan bagi Geka.

Mega tidak kuasa menahan tawanya kala melihat sebuah kotak bekal di atas kitchen island. Di dalam kotak bekal itu terdapat nasi yang dibentuk menyerupai karakter lucu, lalu telur ceplok yang digoreng menggunakan cetakan bunga. ''Lo bangun cepat buat bikin ini? Way too childish, Brother! Buat siapa? Jangan bilang lo mau kasih buat calon anak lo.''

''Apa maksud lo, Meg?'' Geka mengernyitkan keningnya.

Mega menatap adiknya curiga. ''Lo naksir janda muda yang punya anak TK, ya?"

''Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, Meg. Lo tau, kan, gue suka sama Atha. Atha yang lagi dekat sama cowok yang lo suka itu.'' Geka menyusun sosis dan nugget berbentuk bintang ke dalam kotak bekal. Tak lupa, tomat ceri, timun, dan selada.

''Tada, siap diantar ke Atha!'' antusias Geka.

''Jam berapa lo masuk kuliah, Meg?'' tanya Geka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


''Jam berapa lo masuk kuliah, Meg?'' tanya Geka.

''Tumben penasaran.'' Mega membuka kulkas, menilik bahan makanan. ''Dosen gue masuk jam delapan pagi ini.''

''Yes, ada jam pagi? Sekelas sama Savero, gak?''

Mega mengangguk. ''Kenapa?''

''Savero pasti gak akan ke rumah Atha pagi ini. Gue gak boleh keduluan hari ini.'' Geka melirik jam di dinding. ''Masih awal banget. Mandi dulu, ah, biar cakep. Biar Atha naksir.''

****

Pagi ini Reatha kurang sehat, sebab semalam terkena hujan kala pergi ke makamnya Agha. Tubuhnya terasa hangat. Satu jam yang lalu, dia muntah-muntah. Sekarang dia duduk di sofa ruang keluarga dengan tatapan kosong. Sejak Rona berpulang, hidup reatha bak kehilangan warna, hanya menyisakan abu-abu kehampaan.

Grey & MiseryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang