Long time not here;)
Happy Reading^^
**
‘’Gek! Gek! Gek!’’ Theo menggoyangkan bahu Geka sambil melihat Reatha dan Savero yang jaraknya dua puluh meter dari mereka.
‘’Apaan Gek-Gek-Gek, lo kira gue bebek apa?!’’dongkol Geka dengan hati yang mulai kepanasan.
‘’Itu sih kwek-kwek-kwek! Lo mengakui diri lo bebek?’’ Theo mengeluarkan smirk-nya, kemudian wajahnya berubah menjadi serius bak semula. “Itu Savero yang kata lo anak hits FK dan lagi dekat sama Atha?’’
Geka mengangguk dengan lemah.
‘’Gawat, saingan lo kuat banget. Yakin menang lo?’’ Theo meragukan Geka.
Bukannya menyemangati sang sahabat, Theo malah membuat rasa pantang menyerah Geka tiba-tiba merosot.
Sementara itu, Savero tengah berbicara dengan Reatha. Hari ini hari Sabtu, bertepatan dengan diadakannya acara Blessing Ceremony mahasiswa baru jurusan Ilmu Ekonomi. Para mahasiswa baru wajib sudah datang di depan gedung utama FEB sebelum pukul 6.30 pagi dan sekarang masih jam 5.50. Reatha pergi diantar Savero.
Savero menyerahkan kotak P3K mini buat Reatha. ‘’Jaga diri baik-baik! Jangan sampai sakit. Makan yang sehat-sehat, ya. Banyak minum air mineral juga biar enggak dehidrasi, mengerti?’’
Reatha menganggukkan kepalanya berkali-kali. Savero terus memberinya petuah sejak dalam perjalanan hingga sekarang tiba di kampus. ‘’Baik, Pak Dokter.’’
‘’Satu lagi,’’ kata Savero lagi sambil mengacungkan jari telunjuknya.
Reatha menaikkan satu alisnya. “Satu lagi? What is that?’’
‘’Jangan dekat-dekat sama cowok lain,’’ peringat Savero sungguh-sungguh. ‘’Karena cowok yang boleh dekat sama lo cuma gue.’’
Reatha menahan senyumnya. ‘’Gue deketin aja, ah.’’
‘’Yakin?’’ Savero bersedekap dada dan memberi Reatha tatapan tajamnya.
‘’Jangan natap gue gitu! Gue jadi takut. Padahal kan kita enggak pacaran, kenapa lo tiba-tiba jadi posesif gini?’’ keluh Reatha, namun dalam hati dia senang karena kepedulian Savero.
‘’Ya, betul, status kita emang enggak pacaran. Tapi, gak lama lagi jadinya punya status, kan?’’
Reatha kehilangan kata-katanya dan Savero tersenyum menang.
‘’Sebelum pergi, boleh peluk?’’ pinta Savero.
‘’Tumben minta izin, biasanya enggak.’’
Savero menyunggingkan senyumnya. Dia menarik Reatha ke dalam dekapan hangatnya. ‘’Selamat menikmati masa-masa jadi mahasiswi Reatha Shaquita. Jalannya enggak mungkin selalu mulus dan pastinya ada hari yang berat. Kalo hari itu datang, jangan lupa datang ke gue. Gue bisa bantu. Kalo batas kemampuan gue enggak bisa bantuin, kita bisa laluinnya sambil gandengan. Intinya, jangan disimpan sendiri bebannya. Berbagi ke gue, mengerti?’’
‘’Iya, Savero.’’ Reatha mendesis di dalam hangatnya dekapan Savero.
‘’Ekhem… ekhem…’’ Deheman serentak dari dua orang amat dikenal menguraikan pelukan tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Grey & Misery
Genç Kurgu(SEKUEL VIP BAD BOY) "Atha, gue akan jadi payung di hari hujan lo." Savero pernah berkata demikian pada Reatha, namun berjalannya waktu dia membatalkan pernyataannya itu. Savero menggantinya dengan pernyataan lain dan sungguh-sungguh. "Kalo jadi pay...
