Ch.28 Pertama Dengan Mang Ayi

5.9K 218 10
                                    

INFO!!!
Guys, diantara kalian pembaca aku, yang kemaren kemaren chattingan sama aku di Telegram, ngebahas pak Karno, Crossdress dll, please chat aku lagi di telegram yaaa, kontak kamu ilang, beserta dengan chatting kita, jadi gak bisa hubungin kamuuu, pleaseee. Makasih banyakkk.

PIJAT TURUNAN BAPAK

CHAPTER 28


RONI P.O.V


Mimpi aneh dan tidak jelas membangunkanku ditengan malam, mataku menatap ke arah jam dinding, pukul satu pagi, aku menaikan lagi selimutku karena merasa dingin. Sebuah tangan memeluk pingganggku erat, aku lupa bahwa ada Mang Ayi yang sedang tertidur disampingku, tapi kali ini tidak terdengar suara dengkuran halus darinya, tenang dan sunyi sekali terasa.


Aku hendak kembali tidur tapi tidak jadi ketika aku merasakan tangan Mang Ayi yang memeluk pinggangku mulai bergerak, mengusap perutku, perlahan dan lembut, tapi begitu terasa dari balik pakaian yang aku gunakan, tangan itu terus bergerak, membuat tubuhku juga ikut terusik dan bergerak, aku membalikan tubuhku, memungunginya, saat aku berbalik, tangan Mang Ayi reflek menarik tubuhku semakin dekat ke arahnya, dia kemudian diam selama beberapa saat, tapi tangannya masih berada ditubuhku.


Aku juga tentu saja mengikuti permainannya, entahlah apa dia sadar atau sedang berada didalam mimpi, membayangkan bahwa yang ada disampingnya adalah istrinya. Aku memundurkan badanku, semakin menempelkan tubuhku dengan tubuhnya, terasa sekali kini tubuhku rapat dan tidak berjarak lagi dengan tubuhnya, hanya terpisahkan oleh kain selimut dan baju yang aku gunakan, hangat sekali rasanya.


Tangan Mang Ayi bergerak lagi, menyibakkan selimut yang aku gunakan, sengaja menyingkirkan selimut itu, aku curiga, sepertinya Mang Ayi memang sudah sadar dan melakukan hal tersebut dengan keadaan penuh kesadara. Tangannya bergerak tidak karuan, lalu kembali menarikku kedalam pelukannya lagi, kali ini selimut yang ia gunakan disibakkan lagi, menutupi tubuh kami berdua, ahh, tanganya bergerak tadi untuk membuka selimutnya.


Hangat terasa ketika tubuh telanjangnya memelukku, kami dalam keadaan menyamping, ia memelukku, tanganya bergerak, masuk kedalam baju yang aku gunakan, mengusap perutku lembut, geli dan merinding terasa olehku, apakah ini akan menjadi waktu dimana kami akan berhubungan?, aku kira mungkin dilain waktu kami akan berhubungan, nyatanya hanya beberapa jam setelah prosesi pijat selesai, Mang Ayi yang memulai sendiri inisiasinya.


Tangannya bergerak naik, kali ini membuatku semakin merinding, bahkan menggelinjang, telapak tangannya mengusap area dadaku, menutupi kedua putingku bergantian, telapak tangannya yang kasar menambah tekstur yang menyentuh putingku, geli dan ngilu terasa, ia kemudian meremas kuat dadaku, bergantian kiri dan kanan, terasa sekali hembusan nafas hangat dari Mang Ayi dipundakku, aku yakin jarak hidung dan mulutnya begitu dekat dengan pundakku.


Benar saja, ternyata nafas hangat yang ia hembuskan itu sengaja ia lakukan, untuk membuatku semakin terangsang, padahal tanpa ia melakukan itu saja, didalam diriku sudah dipenuhi nafsu yang membara untuknya. Bibirnya terasa sekali menyentuh pundakku, menggesek dan menciumi, dibagian belakangku, terasa sesuatu menyundul dan menggesek, kenyal dan hangat, seperti mendorong dorong, maju mundur, aku yakin itu adalah daging kenyal miliknya, bibir Mang Ayi menyentuh telingaku, ia meniup telingaku lembut, aku bergidik dan mengejang, geli, mengeluarkan desisan yang tidak bisa aku kontrol.

PIJAT TURUNAN BAPAKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang