Pagi hari di hari libur keluarga Mahendra berkumpul di ruang keluarga mereka lagi berfikir untuk liburan kemana . Tiba-tiba mami punya ide buat liburan ke pantai.
"Papi ganteng ayo ke pantai yuk. Soal kita sudah lama gak ke sana," ucap mami sambil meluk papi sambil tiduran.
"Iya sayang kita berangkat mumpung si abang lagi di rumah juga. Siapin baju aja kalau makan kita makan di restoran dekat pantai aja," ucap papi dengan semangatnya.
"Akhirnya liburan keluarga udah lama gak . Bastian ke kamar dulu yah mau siap siap," Bastian langsung ke kamarnya buat siap-siap.
"Marvin juga mau ke kamar mau siap-siap dulu mi pi," abang juga bersiap-siap buat ke pantai.
Di kamar Bastian dia memasukan baju dan celana dan dia bawa gitar sedangkan abang Marvin dia membawa baju,celana,dan sun cream . Dan mereka turun ke bawah papi mami juga sudah siap .
Perjalan menuju pantai sangat tenang kerena dua bocah rusuh sedang tidur. Papi memperhatikan mobilnya di sebuah restoran seafood yang cukup terkenal di sini kerena sudah masuk jam makanan siang jadi mampir.
"Mi aku ikan goreng asem manis dan minumnya terong Belanda," Mata Bastian langsung tertuju dengan dua menu itu.
"Abang mau kepiting saos padang minumnya jus mangga," abang dengan menu yang sama kalau makan seafood.
"Kalau aku udang magarin, " ucap papi setelah mami mencatat semua pesanan keluarganya.
Setelah makanan mereka langsung kepanasan jarak juga gak terlalu jauh dari restoran . Bastian melihat pantai merasa tenang seperti beban yang gede terlepas begitu saja.
"Bas pakai ini biar kulit kamu gak belang," abang Marvin menyodorkan sun cream yang telah dia pakai.
"Terimakasih bang,kayak aku gak main ke pantai deh lagi pingin nyanyi aja kebetulan tadi bawa gitar," Bastian berucap sambil memakai sun cream nya.
"Oh ya udah , abang temanin kamu aja sepertinya kalau kita duet bagus tuh ," ucap bang Marvin sambil duduk di samping Bastian.
"Oke kita bawakan lagu perunggu yang berjudul Biang Lara bang," Bang Marvin mengaguk dan mereka mulai bernyanyi.
Jika ini sepi
Tinggikan hatimu berkali kubilang
Sembunyikan benci
Kian lara kian resapi
Teriris lapisan janji
Berhenti berdalih oh
Kita coba lagi tertatih
Menapaki yang belum usai
Antusiaslah lagi
Jika ini sepi
Tinggikan hatimu berkali kubilang
Sembunyikan benci
Jika kini letih
Berhenti palsukan senyum itu mulai
Rayakanlah perih
Biang lara berputar pelan
Porosnya tak lagi sempurna
Tak kunjung bergeming
Kan kubuat berbeda
Dari yang biasanya
Laju rotasi tak harus selalu
Berpusat padaku lagi
Jika ini sepi
Tinggikan hatimu berkali kubilang
Sembunyikan benci
Jika kini letih
Berhenti palsukan senyum itu mulai
Rayakanlah perih ho oh oh
Jika ini sepi
Tinggikan hatimu berkali kubilang
Sembunyikan benci
Jika kini letih
Berhenti palsukan senyum itu mulai
Rayakanlah perih
Benahi yang kini
Tak lagi terbengkalai
Papi Dan mami yang melihat kedua anaknya nyayi bangga dan juga sedih kerena mereka cepat banget gedenya . Dulu kalau main ke pantai mereka lari larian dan main pasir sekarang sudah tidak begitu papi dan mami menjadi sedih .
Vote dan komen ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
GUE JADI KAYA !
Novela JuvenilBudi Satryo merupakan seorang anak yang hidup sederhana yang meninggal kerena kecelakaan dan berakhir berpindah jiwa ke tubuh Bastian Umran Mahendra anak yang koma dua bulan kerena menjadi korban bully oleh kakak kelasnya bastian merupakan orang...
