22. Welcome

449 52 10
                                        


[ 2023 ]

Kali ini, Off mendengar petikan gitar yang teramat lembut. Sebuah melodi menenangkan yang seolah mengajaknya bermain di antara ilalang. Dimainkan dengan nada pelan, menghembuskan alunan yang nyaman.

Perlahan, Off membuka mata. Kepalanya tidak berat. Tangannya bisa bergerak. Perutnya tidak nyeri. Dibanding sebelumnya, tubuhnya terasa jauh lebih ringan.

Off membuka mulut, mencoba bersuara.

"Gun..."

Suara gitar berhenti. Gun, yang sejak tadi duduk di samping tempat tidurnya, segera meletakkan gitar, lalu beranjak memfokuskan diri kepada alpha-nya.

"Ya? Kau sudah bangun?" Gun meraih sebelah tangan Off yang terpasang infus. "Ada yang sakit, alpha?"

Off membalas genggaman tangan Gun. Terasa kecil dan hangat. Cukup untuk menghangatkan perasaannya.

"Aku ingin duduk."

Gun bergerak sigap membantu Off, menyangga punggungnya dan menata tumpukan bantal di belakangnya.

"Katakan padaku kalau kau merasa tidak nyaman."

Off mengangguk. Gun membantunya dengan telaten, menopang tubuhnya dengan kelembutan yang membuat Off percaya. Off tidak perlu takut jatuh, karena omeganya ada bersamanya.

"Gun."

"Ya?"

Off merentangkan tangan dengan lemah. "Peluk aku, omega."

Gun tersenyum. Bahkan jika kalimat itu bukan sebuah perintah, ia tetap dengan senang hati melakukannya. Gun duduk di sisi ranjang, dengan hati-hati masuk dalam dekapan lemah alpha-nya.

"Gun."

Gun mendongak, memandangi wajah alpha-nya dari kontur pipinya yang kian tirus setelah sakit berminggu-minggu. "Ya?"

Off menunduk, menatap eksistensi omeganya yang sedang ia rengkuh. Dekat. Gun benar-benar di dekatnya.

"Apakah kau mencintaiku?"

Gun mengeratkan pelukan. Tatapannya pada Off melembut.

"Ya. Aku mencintaimu, alpha."

Off tersenyum dengan perasaan lega. Setelah belasan tahun mencintai sendirian, ia akhirnya sampai pada saat perasaannya terbalaskan.

"Terima kasih, omega. Aku mencintaimu juga."

Gun menyamankan kepalanya di dada alpha-nya. Bisa bertukar kalimat cinta sambil berpelukan membuat Gun merasa sedang dikelilingi keajaiban. Ia bersyukur telah memberanikan diri untuk kembali.

Pintu kamar terbuka, menampakkan sosok alpha kecil dengan raut terkejutnya. Tak lama, raut itu berubah kesal.

"Dadda! Kau selingkuh dengan Ayah? Kau sudah tidak mencintaiku lagi ya?"

Mix berjalan kesal mendekati kedua orangtuanya. Gun hanya tertawa kecil dan mempererat pelukannya pada alpha-nya.

Off memeluk Gun dengan tangan kanan. Ia lalu merentangkan tangan kiri.

"Kemari, setan kecil."

"Apa ini?" Mix memperlihatkan raut enggan. Namun tubuhnya tetap mendekat dan menjatuhkan diri dalam pelukan ayahnya. "Kalian mengajakku pacaran bertiga?"

"Ya." Off tertawa senang. Ia mengusak rambut putranya dengan sayang. "Mulai sekarang, ayo kita pacaran bertiga selamanya."

Mereka bertiga pun tertawa bersama-sama.

OCHRE [ OffGun ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang